Mohon tunggu...
Nurmansyah Amirudin
Nurmansyah Amirudin Mohon Tunggu... Tidak sedang merasa baik-baik saja

Jika untuk bergerak saja saya tidak mampu bukan berarti ide-ide gila di kepala saya mati.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Cemas Seketika

10 Oktober 2019   14:36 Diperbarui: 10 Oktober 2019   14:49 0 1 0 Mohon Tunggu...

Bagaimanapun malam yang terlewat

dari pembicangan kita, tidak pernah sesaat.

Perihal peluk yang kau cari darinya berseberangan

dengan caraku menyedu kopi pesananmu.

Pagi masih sebagai bahagia

di antara celah yang menjaraki kita.

Semesta lebih tau apa baiknya,

meski kita melalui jalan yang berbeda.

Kemudian segala bentuk umpama tidak terkendali.

Di sisi yang sama, aku bertanya pada secangkir kopi,

"Bagaimana rupa sendiri jika seseorang tega menyisakan ketika pergi?"

Namun ia tetap bergeming, terlihat cemas seperti

menyerah pada keadaan sebagai ampas.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x