Mohon tunggu...
Maria Theressa
Maria Theressa Mohon Tunggu... Guru - Seorang praktisi pendidikan yang senang belajar, menulis, dan dikritisi. Karena segala pujian hanya milik Sang Pencipta semata. Akun twitter : @hommel_edu

Seorang praktisi pendidikan yang senang belajar, menulis, dan dikritisi. Karena segala pujian hanya milik Sang Pencipta semata.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Telusuri RSPO dengan Jarimu Sekarang!

17 Oktober 2015   17:00 Diperbarui: 17 Oktober 2015   17:46 168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jujur saja, awalnya saya tidak terlalu familiar dengan RSPO.  Setelah saya browsing sana-sini, barulah saya mengerti.  Ternyata produk-produk yang berada di sekeliling saya – bahkan produk yang saya kerap kali pakai – ternyata berhubungan erat dengan si RSPO ini.  RSPO merupakan kependekan dari Rountable on Sustainable Palm Oil.  Apa itu?  RSPO merupakan asosiasi yang terdiri dari berbagai pelaku sektor industri kelapa sawit.  RSPO mengeluarkan “tanda” berupa sertifikat yang dilabeli pada produk-produk tertentu hasil olahan kelapa sawit.  Tidak semua produk hasil olahan kelapa sawit memiliki “tanda” RSPO.

Produk-produk olahan kelapa sawit yang lazim kita temui dalam keseharian antara lain; margarin, minyak goreng, cokelat, sabun, kosmetik dan masih banyak yang lain.  Bisa dibilang, hidup kita sebagai manusia tidak lepas dari produk yang mengadung kelapa sawit (Palm Oil). Tapi tahukah Anda, untuk memperoleh Palm Oil dalam jumlah yang cukup, perlu dilakukan pembukaan lahan di beberapa area tertentu.  Bukan berita baru lagi, beberapa pengusaha kelapa sawit cenderung memilih melakukan “make-overhutan alami menjadi hutan kelapa sawit dan enggan melakukan riset mendalam sebelum eksekusi lahan.  Tindakan make over inilah yang menyebabkan aneka vegetasi liar dan satwa liar yang hidup bebas di hutan alami harus terusir dari habitatnya sendiri.  Masih segar di ingatan saya, berita tentang Orangutan yang dibunuh secara keji karena dianggap sebagai “hama” di tengah-tengah habitatnya yang telah di“make over” menjadi hutan kelapa sawit.  Sungguh mengenaskan.  Mereka diusir secara kejam dari rumahnya sendiri.

Adanya kebijakan RSPO, beberapa pelaku industri kelapa sawit mulai menetapkan beberapa kriteria tertentu.  Sertifikat RSPO ibaratnya merupakan sertifikat “halal” bahwa lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman kelapa sawit ditumbuhkan dengan memerhatikan juga habitat aslinya.  Apabila di area tersebut terdapat populasi Orangutan maka harus diadakan penelitian terlebih dahulu terhadap “kantong-kantong” orangutan dan membentuk HCV (High Conservation Value Forest), atau hutan dengan nilai konservasi tinggi.  HCV akan menghindari hutan dikonversi menjadi perkebunan.  Dengan demikian, habitat Orangutan akan tetap terjaga.  Produk yang telah dilabeli RSPO berarti telah menghasilkan produk kelapa sawit yang menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Teliti sebelum membeli produk-produk di toko langganan Anda, berarti Anda telah memberikan sumbangsih bagi kelangsungan hidup Orangutan di negeri ini.  Telusuri logo RSPO pada produk-produk yang biasa Anda gunakan.  Hal ini sungguh akan membantu anak-cucu Anda kelak.  Mungkin beberapa dari Anda berpikir, “Buat apa saya repot-repot memikirkan nasib Orangutan?” dan pikiran Anda pun berlanjut, “… yang terpenting kebutuhan sembako tercukupi.  Beli yang murah dan terjangkau, lalu uangnya bisa dipakai untuk yang lain..” .  Sayang sekali, kelak mungkin Anda akan menyesali pemikiran seperti ini.

Bisakah Anda hidup tanpa oksigen di udara?  Pernahkan terpikir oleh Anda oksigen yang yang ada di alam semesta kelak akan habis dan yang tersisa hanyalah udara kotor?  Hmm, mungkin masih banyak yang ‘gagal paham’.  Saat manusia bernapas, kita akan menghirup gas oksigen dari udara sekitar lalu menghembuskan gas buang yang disebut gas karbondioksida.  Gas karbondioksida yang ada di udara tidak bisa kita ubah lagi menjadi gas oksigen, kecuali … tentu saja dengan bantuan tumbuh-tumbuhan. 

Saat melakukan memasak makanannya, tumbuhan justru mengolah karbondioksida yang ada di udara (dengan bantuan sinar matahari), lalu diubahnya menjadi gula dan oksigen.  Kini pahamkah dengan kenyataan bahwa keberadaan tumbuhan sangat penting bagi kehidupan kita?  Tapi pernakah Anda berpikir apakah rasio tumbuhan yang ada di planet bumi sudah seimbang dengan jutaan manusia yang terus-menerus menghembuskan karbondioksida per sekian detik?

 

 

Kita membutuhkan hutan yang merupakan area luas tempat bertumbuhnya aneka tumbuhan yang akan mereduksi gas karbondioksida di udara.  Orangutan memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian aneka tumbuhan. Mereka berperan sebagai penyebar benih yang efektif.  Saat memakan buah, mereka akan meludahkan biji yang kemudian biji-biji ini akan jatuh ke dasar hutan dan menjadi tumbuhan baru.   Menghilangkan habitat orang hutan, itu sama saja Anda telah menghilangkan kesempatan tanaman baru untuk tumbuh.  Anda telah mengurangi satu tumbuhan yang akan mereduksi gas karbondioksida yang telah Anda hembuskan di udara.

Kini, mulailah telusuri logo RSPO sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk-produk yang mengandung kelapa sawit.  Mulai perkenalkan kepada anak-anak dan cucu-cucu kita tentang pentingnya logo RSPO ini.  Ajari mereka untuk menjadi pribadi yang bijaksana saat berbelanja.  Ajari mereka tentang posisi kita dalam ekosistem.  Alih-alih menjadi pribadi yang mengacak-acak lingkaran ekosistem, mari kita menjadi pribadi yang mampu untuk menjaga lingkaran ekosistem tetap berlangsung secara alamiah dan seimbang untuk anak-cucu kita kelak.  

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun