Mohon tunggu...
Marya DW
Marya DW Mohon Tunggu... Guru

Guru

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Jodoh yang Tertukar

14 Mei 2021   23:06 Diperbarui: 15 Mei 2021   00:38 67 2 0 Mohon Tunggu...

Senja diujung lapangan itu bersiap menampakkan dirinya. Sore itu ba'da Ashar , usai sholat, Kirey melakukan rutinitasnya mengajak Mayra menghirup udara sore yang lembut. Jalan-jalan sore seperti ini mulai rutin dilakukan dua kakak-beradik itu semenjak Mayra harus bergantung pada kursi roda sebagai alat bantu mobilitasnya.  Hampir lima tahun kecelakaan maut itu  terjadi. Kecelakaan yang merenggut  kakinya dan nyawa sang ayah yang sangat mereka cintai.

Semilir  angin menerpa wajah mulus Kirey, gamis panjang nuansa nude itu ikut melambai tertiup angin hangat sore itu. Jemari Kirey memilin ujung jilbab syari yang senada dengan warna gamisnya. Ilalang di tepi lapangan yang lengang itu seakan ikut merasakan kegelisahan hati Kirey.

Sebenarnya Kirey sudah jauh-jauh hari mencoba menyiapkan hati dan menyusun kata-kata yang tepat untuk menyampaikan suatu hal pada kakaknya Mayra, sesuatu hal yang mungkin akan membuat Mayra bersedih.

"Harus kumulai darimana...?," Kirey berkata dalam hatinya. Berat rasanya untuk menyampaikan ini, dia tidak mau menyakiti hati sang kakak yang sangat ia sayangi setelah ibunya itu. Namun hal ini harus disampaikan pada kakaknya Mayra.

"Hemmm... Kak, ada yang ingin aku sampaikan? Tapi janji, Kak Mayra nggak akan marah yaa...," ucap Kirey hati-hati.

"Adikku... Kirey sayang, apa sih yang mau kamu sampaikan? Kakak tahu kok kamu sedang gelisah ingin menyampaikan sesuatu. Apa selama ini kakak orang yang pemarah? Sehingga membuat kamu takut seperti ini? Bukankah nggak ada rahasia diantara kita?." Mayra mengusap tangan Kirey dengan lembut.

Usapan kasih sayang itu cukup membuat hati Kirey sedikit tenang. Ya, selama ini memang tidak ada rahasia antara mereka. Mereka adalah dua saudara yang sangat rukun, kompak dan saling menyayangi satu sama lain. Karena didikan agama yang kuat, membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang taat dan patuh baik pada orang tuanya, terlebih pada Sang Penciptanya. Mereka bercita-cita kelak diakhirat berkumpul di surgaNya, bersama-sama menikmati kekalnya kebahagiaan.

"Kak...Kirey akan dikhitbah oleh seseorang," jelas Kirey dengan nada hampir berbisik.

Spontan tatapan Mayra beralih pada sang adik yang ada di sampingnya. Ilalang yang sedari tadi menjadi objek pemandangan  kakak beradik itu berhenti bergoyang oleh terpaan angin, seakan merasakan kekagetan yang sama dengan Mayra.

"Khiii...Khitbah...?." Tatapan Mayra mulai menginterogasi Kirey, kaget dan tak percaya dengan apa yang diucapkan Kirey. Dalam hati Mayra, kenapa proses taaruf yang dijalani Kirey tidak diketahuinya, dan sekarang tiba-tiba sudah ditahap khitbah.

"Maa.. maafkan Kirey, Kak. Kirey baru memberitahu Kak Mayra tentang ini. Kirey takut dan tidak mau membuat Kak Mayra bersedih...," ucap Kirey dengan air mata yang mulai menganak sungai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x