Mohon tunggu...
Albertus Romario
Albertus Romario Mohon Tunggu... Seniman - PENULIS

Deo Gratias

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dear, Diary-ku

22 Oktober 2021   18:31 Diperbarui: 22 Oktober 2021   18:33 75 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aku persisnya lupa kapan terakhir kali kau berwahyu,
Tentang rindu yang terhadang oleh penaka waktu,
Membentang antara jarak dan khayalan-khayalan nan semu,
Merekah pada tumpukan memori-memori bisu,
Mengeluh, mendesah dan membuncah dalam angan-angan sendu.

Andai saja semilir angin membawa raga bertatap muka,
Aku yakin, alunan sipu akan berdendang ria,
Gempita batin tak mampu terungkap dalam deretan kata,
Jemari tangan pun jadi kikuk dan kaku untuk bertukar sapa,
Hingga air mata hening meleleh tanpa kenal jeda.

Tetapi kini,  biarkan aku berwahyu untukmu,
Menata hatimu yang berantakan tak menentu,
Meredam barisan kecemasan dan rasa putus asamu,
Membilas tetesan peluh-peluh aura gelisahmu;

Hingga kau akan kembali berwahyu,
Bukan lagi tentang rindu yang terhadang oleh penaka waktu,
Tetapi tentang hati yang menyatu jadi satu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan