Afifuddin lubis
Afifuddin lubis Pensiunan PNS

Selalulah belajar dari siapapun

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menggembirakan Terjadinya "Koalisi Cair" Parpol Pengusung Pada Pilgub Serentak

13 Februari 2018   21:31 Diperbarui: 14 Februari 2018   05:22 329 1 0

Pilkada tahap III yang sekarang prosesnya sedang berlangsung diselenggarakan pada 171 daerah dengan rincian :17 provinsi ,115 kabupaten dan 39 kota.

Sesuai jadwal maka Komisi Pemilihan Umum ( KPU) pada 16 provinsi telah mengumumkan pasangan calon ( paslon) yang berhak mengikuti kontestasi demokrasi itu.Keputusan tersebut telah diumumkan masing masing KPU pada Senin,12 Pebruari 2018.Yang belum diumumkan paslonnya adalah Provinsi Papua.

Mengutip berita Kompas.com,12/2/2018 terlihat ada hal yang menggembirakan karena tidak terjadinya polarisasi yang tajam diantara parpol pengusung paslon.

Menjelang dan sesudah pilpres 2014 terasa adanya pengelompokan parpol pengusung Jokowi- JK disatu pihak dan parpol pengusung Prabowo -Hatta Rajasa di pihak lain.

Parpol pengusung Jokowi-JK yang kemudian bersatu dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terdiri dari PDIP,Nasdem,PKB dan Hanura Sedangkan parpol pengusung Prabowo -Hatta Rajasa bergabung dalam Koalisi Merah Putih ( KMP) terdiri dari Golkar,Gerindra,PKS,PAN dan PPP.

Sedangkan Partai Demokrat tidak bergabung kepada salah satu koalisi tersebut. Efek dari polarisasi tersebut terlihat pada susunan pimpinan DPR RI hasil Pemilu 2014 dalam halmana tidak ada satu pun unsur pimpinan dari KIH dan bahkan PDIP sebagai partai pemenang pemilu pun tidak mendapat jatah kursi pimpinan.

Tetapi sejalan dengan perjalanan waktu ,kelihatannya polarisasi tersebut sekarang ini tidak terlalu tajam lagi bahkan Golkar telah bayar hutang ke PDIP dan partai lainnya sewaktu UU MD3 yang baru ,disahkan beberapa hari yang lalu.

Selain polarisasi politik yang demikian muncul lagi polarisasi lain yang kalau terus terpelihara akan dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa kita.Disebut demikian karena polarisasi ini justru berbasiskan sentimen keagamaan.

Secara perlahan polarisasi ini menguat sewaktu pilgub DKI 2017. Pada pilgub tersebut ada sebahagian masyarakat yang mengelompokkan parpol "penista agama" dan yang bukan "penista agama". Parpol yang dianggap bukan " penista agama " adalah Gerindra,PKS dan PAN.

Selain dinyatakan bukan penista agama ,ketiga parpol ini diperkirakan akan mengusung Prabowo untuk berhadapan dengan Jokowi pada pilpres nanti.

Ada anggapan di sementara kalangan ,koalisi ketiga parpol ini akan terus menguat dan uji coba ke solid annya diperkirakan pada pilpres 2018 ini.

Tetapi sesudah  masing masing KPU Provinsi mengumumkan paslon dan partai pengusungnya pada 12 Pebruari 2018 terlihatlah koalisi yang sangat cair diantara parpol pengusung.

Dengan mengutip pemberitaan Kompas.com seperti yang telah diutarakan diatas maka berikut ini dipaparkan beberapa paslon pilgub pada beberapa provinsi.
I.Sumatera Utara
1. Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekhsah diusung oleh : Gerindra,PKS,PAN,Golkar ,Nasdem dan Hanura.
Artinya pasangan ini diusung oleh parpol yang sebahagian masyarakat mempersepsikannya berseberangan.Misalnya antara PKS -Gerindra dengan Nasdem.
Tapi di Sumatera Utara mereka sama sama partai pengusung Edy Rahmayadi-Musa Rajekhsah.
2.Pasangan Djarot -Sihar diusung oleh PDIP dan PPP

II.Riau
1.Pasangan Syamsuar -Edi Nasution diusung oleh PAN,Nasdem dan PKS.
Di provinsi ini terlihat lagi berkoalisinya PKS dan Nasdem
2.Pasangan Firdaus-Rusli Efendi,diusung Demokrat dan PPP
3.Arsyadjuliandi Rahman -Suyatno ,diusung Golkar,PDIP dan Hanura
4.Muhamad Lukman Edy-Hardianto,diusung Gerindra-PKB.
Menarik mencermati di provinsi ini ,Gerindra  punya paslon yang berbeda dengan yang diusung PKS dan PAN .

III.Sumatera Selatan
Di Bumi Sriwijaya ini terlihat PAN mengusung paslon yang berbeda dengan yang diusung Gerindra -PKS.
IV.Lampung
Di provinsi ini Nasdem dan PKS berkoalisi lagi mengusung paslon sedangkan Gerindra bekerjasama dengan Demokrat dan PPP.

V.Jawa Barat.
Di bumi parahiyangan ini Gerindra -PKS -PAN bersatu mendukung paslon Sudrajat -Ahmad Syaikhu.

VI.Jawa Tengah
Di provinsi ini Gerindra ,PAN ,PKS dan PKB berkoalisi mengusung Sudirman Said -Ida Fauziyah.

VII.Jawa Timur
Menarik melihat sikap Gerindra yang mengusung pasangan yang diajukan PKB-PDIP yaitu Syaifullah Yusuf -Puti Guntur Sukarno.Ikut juga PKS bergabung pada koalisi ini.Sementara PAN bergabung dengan Demokrat,Nasdem ,Hanura ,Golkar dan PPP mengusung paslon Khofifah Indar Parawansa -Emil Elestianto.

Sungguh menggembirakan dengan beberapa contoh yang dikemukakan tersebut ternyata di negeri ini tidak terjadi polarisasi yang tajam antara parpol yang disebut " penista agama " dengan parpol yang bukan " penista agama".

Semoga koalisi koalisi yang demikian lebih menyehatkan kehidupan demokrasi di negeri ini.

Salam Demokrasi!