Mohon tunggu...
MomAbel
MomAbel Mohon Tunggu... Mom of 2

Belajar menulis untuk berbagi... #wisatakeluarga Dilarang memuat ulang artikel tanpa ijin

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Gudeg, Si (Karma) Manis yang Kucinta

13 Februari 2021   06:30 Diperbarui: 19 Februari 2021   17:00 297 25 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gudeg, Si (Karma) Manis yang Kucinta
Ilustrasi gudeg komplit. (sumber: Shutterstock/Ariyani Tedjo via kompas.com)

Siapa yang tak kenal gudeg? Makanan khas Yogyakarta yang melegenda. Banyak wisatawan memburunya. Rasanya ada yang kurang jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipinya.

Saya termasuk orang yang memburu gudeg meskipun tidak sedang di Yogyakarta. Saya mengklaim diri sebagai pecinta gudeg. Namun, tahukah jika sebenarnya gudeg adalah "sweet karma" saya?

Kisah ini bermula di tahun 2000 ketika saya harus kuliah di kota gudeg. Awal-awal tinggal disana, saya banyak mengeluh ini dan itu. Yogyakarta yang panas, bikin kulit hitam, bahasa Jawa yang beda, hingga ke masalah makanan yang terlalu manis.

Nah, untuk masalah makanan, ini sungguh membuat kaget. Waktu itu saya membeli nasi dengan sayur bayam. Ya ampun, saya kaget ini sayur bayam apa kuah gula? Muaanisss sekali! Sejak itu saya pilih-pilih warung makan. Yang mendekati selera saya alias tidak terlalu manis menjadi langganan.

Sebenarnya jika dari keluarga, berhubung saya juga orang Jawa, kami juga penggemar masakan yang cenderung manis. Beda kadar saja. Jika keluarga saya gula hanya untuk menyeimbangkan rasa. Sementara di Jogja, hampir semua masakan manis tanpa ada rasa pedas.8

Lalu bagaimana dengan gudeg? Setelah mencicip gudeg, rasanya kok seperti makan sayur nangka yang dicelup gula! Super manis. Untungnya gudeg dilengkapi sambal goreng krecek dan sambal, kalau tidak alamat bisa ngilu gigi.

Mulanya gudeg ini saya hindari, tapi lama-lama sepertinya enak juga. Apalagi teman-teman kost sering membeli sarapan gudeg di pagi hari. Ada warung gudeg dekat kost yang selalu ramai di pagi hari.

Biasanya bersama teman kost membeli sarapan murah-meriah ini. Nasi gudeg, bihun goreng, suwiran ayam, sambal, dan aneka gorengan. Kalau tidak salah ingat setengah porsi cuma Rp 2000 saja. Super ramah di kantong mahasiswa.

Memang tidak tiap hari juga sarapan gudeg, tapi seminggu pasti ada sekali makan menu ini. Ya, lumayan lah dapat suwiran ayam dikit.

Namun tetap saja saya tidak pernah membawa gudeg Jogja untuk oleh-oleh. Bagi saya kurang rekomen gudeg yang manis ini. Mending gudeg di daerah saya, manisnya cukup dan tidak berlebihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x