Mohon tunggu...
M. Ali Amiruddin
M. Ali Amiruddin Mohon Tunggu... Penulis Biasa

Punya hobi menulis, jalan-jalan, silaturrahmi, nge-blog, youtuber atau content creator di MbGb Channel. Pemilik blog maliamiruddin57.blogspot.com, maliamiruddinmetro.blogspot.com. Pekerjaan pokoknya sebagai Kepala Keluarga dgn 1 istri dan 3 anak, sambil menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Metro Lampung

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Tidak Salah Mengenalkan (Lagi) Mainan Tradisional (Wayang)

27 Oktober 2020   19:53 Diperbarui: 30 Oktober 2020   04:05 215 16 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tidak Salah Mengenalkan (Lagi) Mainan Tradisional (Wayang)
Mengenalkan permainan wayang-wayangan pada anak-anak (dokumen pribadi)

Dunia saat ini sungguh berkembang begitu pesat. Seakan-akan kemajuannya melampaui kemampuan akal manusia pada umumnya. Banyak hal yang masyarakat awam seperti kami, begitu tergagap-gagap dengan kemajuan di segala lini kehidupan.

Di antara kemajuan tersebut adalah teknologi yang juga menghadirkan beragam aplikasi permainan yang seolah-olah menghinoptis penggunanya. Tidak hanya kalangan anak-anak, karena orang dewasa pun seperti larut dalam gemerlapnya kemajuan teknologi abad ini.

Salah satu permainan yang turut terimbas teknologi adalah permainan wayang-wayangan. Di mana permainan ini dimainkan dengan menggunakan media wayang dari benda yang lazim anak-anak desa gunakan. Ialah tangkai daun singkong. Yang seperti tenggelam dalam magnit kemajuan teknologi yang begitu sangat dinamis.

Berbicara tentang permainan wayang-wayangan, merupakan salah satu jenis permainan yang di era '80-90an masih sangat menarik. Hal tersebut terjadi karena memang permainan itu masih terus diwariskan oleh para pendahulunya. 

Seperti kami di usia kanak-kanak, wayang-wayangan ini diajarkan kepada kami agar kami tetap mau memainkan permainan tradisional ini. Namun, apakah di zaman '80-90 an tersebut belum ada permainan yang lebih modern? Jawabannya tentu sudah ada. 

Saya ingat ketika masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, di belakang sekolah selalu saja mangkal seorang pria yang menyediakan jasa penyewaan gimbot, kebanyakan gim-gim itu buatan Jepang.  

Gimbot tersebut dimainkan dengan jasa sewa 500 rupiah (kalau tidak keliru) untuk sekali main. Dan si mamang (kami menyebutnya) selalu standby di belakang sekolah dengan membawa beberapa gimbot tersebut. 

Nah, karena gimbot sudah termasuk jenis gim yang memang bagus, maka kami harus rela menyewa permainan meskipun mengabiskan uang jajan.

Betapa permainan modern sudah sangat mencuri perhatian anak-anak kala itu. Kini apalagi, hampir setiap  detik kita disuguhi dengan permainan modern dengan beragam platform, merek dan pola permainannya. Dari yang simpel sampai yang sulit pun ada.

Inilah kenapa sampai saat ini, permainan tradisional seperti tidak menarik lagi bagi anak-anak. Apalagi dalam gadget yang kita miliki, setiap hari ada saja jenis permainan baru yang didesain ala-ala permainan tradisional. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN