Mohon tunggu...
M. Ali Amiruddin
M. Ali Amiruddin Mohon Tunggu... Penulis Biasa

Punya hobi menulis, jalan-jalan, silaturrahmi, nge-blog, youtuber atau content creator di MbGb Channel. Pemilik blog maliamiruddin57.blogspot.com, maliamiruddinmetro.blogspot.com. Pekerjaan pokoknya sebagai Kepala Keluarga dgn 1 istri dan 3 anak, sambil menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Metro Lampung

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Aku, Anak Buah Kapal, Narkoba, dan Tante-tante Girang

24 Juli 2020   03:36 Diperbarui: 24 Juli 2020   16:43 195 10 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aku, Anak Buah Kapal, Narkoba, dan Tante-tante Girang
Kompas.com

Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan.  Karena ini menyangkut pengalaman saya yang pernah bekerja sebagai salah satu Anak Buah Kapal (ABK).

Mengapa saya tulis ini, karena saya ingin mengingat kembali betapa kehidupan ABK banyak yang sungguh tak layak ditiru. Meskipun tidak semua pekerja di laut ini memiliki karakter yang menyimpang atau khilaf, nyatanya apa yang saya alami membuka stigma saya, ternyata dunia perkapalan sungguh sangat tidak mengenakkan.

Boleh jadi apa yang saya alami akan berbeda setiap orang, karena perjalanan hidup seseorang juga tidak sama.

Seperti lazimnya seseorang yang memasuki dunia kerja yang baru dialaminya, tentu ada banyak rasa penasaran. Seperti bagaimana cara bekerja, sikap dalam bekerja dan kebiasaan lain yang dilakukan sesama teman. Semua karena ingin bisa membaur dan merasa tidak asing lagi.

Begitu pula saya, selaku sosok yang awam dengan dunia perkapalan, saya merasa sangat butuh teman untuk ngobrol. Entah ngobrol terkait pekerjaan atau obrolan remeh-temeh. Karena menjadi newbie, kata-kata "maaf" goblok, tolol dan serentet kata-kata jorok juga saya alami. Semua karena kesalahan kecil yang saya lakukan.

Belum lagi jika ketemu dengan sosok preman yang kebetulan buronan karena kasus tertentu, maka kata-kata yang jorok pun seperti penghias hari-hari. Meskipun awalnya risih lama-lama terbiasa juga. Beruntungnya saya orangnya cuek. Kalau salah ya langsung saya perbaiki kesalahannya dan tidak berlarut-larut.

Suatu ketika ada seorang ABK yang dilihat dari penampilannya sangat terlihat kalau beliau sudah sangat kolot alias pekerja kawakan. Dan benar, berdasarkan penuturan beliau masa bekerjanya sudah sangat lama. Hingga tubuhnya nampak hitam karena terlalu lama tersengat matahari dan penampilan yang seram serta ada tato di tubuhnya.

Beruntungnya sosok pria tambun ini tidak terlihat jahat dan enggan mengganggu. Jadi saya merasa santai ketika kami bercakap-cakap.

Suatu ketika karena sudah akrab, ternyata yang ia katakan adalah rayuan untuk menikmati narkoba-waktu itu menurut nya extaci. Padahal saya sendiri belum sekalipun melihat barang haram itu. Entah ada maksud apa kok tiba-tiba merayuku agar mau mengkonsumsinya.

Alhamdulillah karena pengetahuan narkoba sedikit banyak tau efek sampingnya, Permintaan teman tersebut saya abaikan. Saya memberikan alasan bahwa saya tidak tertarik dan saya beri argumen kalau narkoba adalah haram dan berbahaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN