Mohon tunggu...
MAKRIPUDDIIN
MAKRIPUDDIIN Mohon Tunggu... Guru - Guru

Sebagai seorang guru jiwa selalu meronta untuk membantu siswaku meraih kesuksesan, tidak perduli lelah dan letih bagi saya mereka adalah teman sekaligus rasa bangga saya ketika melihat mereka berhasil meraih mimpinya. Bisa dibilang sudah menjadi bagian dari hobi selain membaca, menulis dan nonton film animasi. Berbagi cerita dengan siswa, mendengar kegundahan dan membantu mereka untuk berani melawan rasa takut mereka memiliki makna tersendiri.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

5 Cara Ampuh Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Menggunakan Kekerasan

11 Desember 2022   21:55 Diperbarui: 11 Desember 2022   22:02 277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Halo Bunda

Jadi orang tua pasti super sibuk ya Bun, apalagi bunda adalah wanita karir, sebagai ibu rumah tangga saja pekerjaan sudah super-super banyak. Terlebih jika ada hubungungannya dengan anak, peran sebgai bunda sudah pasti sangat menyita waktu, karena kegiatan ini dilakukan mulai dari anak bangun tidur sampai tidur lagi. Kebayang kan petapa riuhnya rumah jika anak belum mampu disiplin?.

Mendisiplinkan anak perihal bagaimana cara kita mengkomunikasikan dengan tepat kepada mereka, karena apa yang kita lakukan akan menjadi history yang melekat pada anak hingga mereka dewasa. Jadi, jika anak diparenting dengan tepat maka akan menimbulkan kesan yang baik pada anak dan jika sebaliknya akan menimbulkan luka yang mendalam dan menjauhkan rasa empati  dan renggangnya emosional antara bunda dan anak. Anda tidak mau kan seperti itu?

Masih terbayang bagaimana orang tua dulu mendisiplinkan anak dengan cara kekerasan dan apakah cara itu masih relevan? Pada saat ini cara-cara seperti itu, dinilai kolot dan sudah tidak cocok lagi  digunakan untuk mendisiplinkan anak, karena jika dipaksakan anak akan menjadi pribadi yang keras dan sering melawan.

Berikut ini akan saya bagikan cara untuk mendisiplinkan anak tanpa harus menggunakan kekerasan ya bunda.

1. buat kesepakatan

membuat kesepakatan atau kontrak dengan anak sangat penting untuk dilakukan agar anak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang akan dilakukannya, contoh sebelum bermain “Adik nanti beresin mainannya ya, kalau gak diberesin adik gak boleh main lo” atau “ Adik boleh main kotor, tapi selesai main adik harus mandi ya” dan masih banyak jenis kesepakatan yang bisa dilakukan oleh bunda bersama si dedek.

2. Ajari anak untuk menerima Konsekuensi

Konsekuensi berbeda dengan hukuman, konsekuensi lebih kepada mengajarkan anak untuk menjadi gentel dan berani menerima resiko atas perbuatannya, sedangkan hukuman lebih kepada menyakiti baik secara verbal maupun non verbal. Keuntungan jika anak diajarkan untuk menerima konsekuensi, anak akan lebih berhati-hati dalam melakukan setiap tindakan yang akan dilakukan. Sedangkan hukuman lebih cenderung akan membentuk watak anak menjadi keras, contoh ketika anak menumpahkan air di lantai maka bunda mengarahkan anak untuk membersihkan lantai tersebut “Nak minta tolong dibersihkan lantainya ya, karena nanti akan membuat adik terpeleset jika tidak dibersihkan”. Nah, disini bunda mengajarkan anak untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh perbuatannya.

3. Alihkan perhatian anak ketika dia merengek

Ketika bunda mengajak buah hati untuk berbelanja ke supermarket, tentu mereka akan sering meminta untuk dibelikan sesutu dan jika tidak dituruti mereka biasanya mengeluarkan jurus jitunya yaitu menangis, hal ini dilakukan agar bunda menuruti keinginannya, mungkin mereka belum tahu jika hal tersebut akan membuat bunda merasa malu di depan umum. Namun bunda perlu mengajak anak untuk diskusi, jika hal yang diinginkannya itu tidak dibutuhkan. Bunda bisa juga menjelaskan manfaat yang kurang baik jika membelinya dan kemudian mengalihkan perhatian mereka kepada barang yang lebih bermanfaat dan dibutuhkannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun