Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Kisah Satelit Bumi Buatan Tiongkok Pertama Dong Fang Hong I dan Qian Xuesen

15 Mei 2017   19:48 Diperbarui: 16 Mei 2017   07:25 309 1 0
Kisah Satelit Bumi Buatan Tiongkok Pertama Dong Fang Hong I dan Qian Xuesen
Sumber: https://www.chinadaily.com.cn

Tiongkok meluncurkan satelit pertama Dong Fang Hong I (DFH I) pada 24 April 1970, menjadi negara kelima di dunia yang secara independen meluncurkan satelit. Mengikuti Uni Soviet, Amerika Serikat, Prancis dan Jepang. Bola elektronik DFH I berbobot 390-lb ini mengelilingi bumi sambil mengeluarkan signal dengan melodi lagu patriotiknya “The East Is Red.”

DFH I ditempatkan di ruang angkasa dengan diluncurkan dengan roket transport luar angkasa Tiongkok “Long March I” (长征一号) atau Changzheng-1 (CZ-1) , Massa total putaran atau spin stabil dari satelit 173 kg, lebih berat daripada satelit pertama Uni Soviet, AS, Prancis dan Jepang ditambahkan bersama-sama. DFH I memerlukan 114 menit  untuk mengelilingi bumi satu kali. Bentuknya mirip dengan Telstar AS, sebuah polyhedron tujuh puluh dua permukaan dengan 1 meter diameter. Satelit tersebut berputar dengan stabil di luar angkasa.

Keberhasilan dari peluncuran DFH I ini telah meletakkan dasar kuat dalam pengembangan teknologi ruang angkasa Tiongkok, yang memicu munculnya industri ruang angkasa dan teknologi Tiongkok untuk dapat mengikuti dan mengejar kecepatan perkembangan teknologi dunia.

Reuni Para Pegiat Antariksa Tiongkok

Pada 24 April 2016 di Universitas Beihang (北京航空大学) para senior yang sudah tua yang terlibat dalam kegiatan antariksa selama hidupnya dan kaum muda yang bergabung dengan industri antariksa semua datang lebih awal untuk pertemuan tersebut. 

In adalah pertemuan khusus. 24 April setiap tahun yang ditentukan sebagai “Hari Antariksa Tiongkok.” (Space Day of China / 中国航天日).  Dalam sejarah Antariksa Tiongkok, 24 April telah menjadi hari istimewa. 47 tahun yang lalu, pada hari ini satelit ruang angkasa pertama Tiongkok Dong Fang Hong I memasuki ruang angkasa.

Pada 4 Oktober 1957, di pelabuhan atau tempat peluncuran roket Luar Angkasa Baikonur, Uni Soviet meluncurkan satelit bumi buatan manusia pertama ke orbit luar angkasa, peristiwa ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi manusia untuk pertama kalinya mengakses ruang alam semesta dalam sejarah manusia. Saat itu AS dan Uni Soviet berada dalam Perang Dingin, dua negara saling bersaing, langkah maju Uni Soviet tidak diragukan lagi akan menimbulkan rasa krisis yang serius kepada AS.

Lima bulan kemudian, AS akhirnya meluncurkan juga satelit buatan manusia mereka ke Luar Angaksa. Sejak saat ini perlombaan ruang angkasa kedua adidaya ini resmi dimulai. “Satelit” menjadi topik terpanas dunia saat itu.

Li Yili 李颐黎,kini menjabat sebagai ketua kelompok kerja R & D roket pengangkut antariksa yang berkaitan dengan orbiter, menceritakan:  Setelah satelit buatan manusia pertama berhasil diluncurkan, reaksi yang sangat kuat juga terjadi di dunia sains dan teknologi di Tiongkok.  Academy of Sceince (CAS) Tiongkok, misalnya membangun banyak stasiun pengamatan untuk mengamati sinyal satelit Soviet.

Sepuluh hari kemudian, Nie Ronzhen yang memimpin CAS untuk perakitan dan Institute Research  Academi No.5 Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok juga mencatat dalam daftar prioritas pembangunan nasional untuk perkembangan satelit buatan manusia sebagai prioritas tugas utama di tahun 1958. Dengan kode teknik “581” dan Qian Xuesen ditunjuk sebagai ketua kelompok tertinggi.

Kelompok 581 sebenarnya adalah tim yang mengerjakan engineering satelit. Mengapa disebut 581? Itu berarti tugas No. 1 dari CAS pada tahun 1958. Jadi disebut “581.” Pan Houren ( 潘厚任) yang baru saja lulus dari Departemen Univrsitas Nanjing pada awalnya akan ditugaskan bekerja di Purple Mountain Observatorium (PMO / 紫金山天文台). Tapi urutan transfer tempat kerja telah mengubah garis hidupnya kemudian.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Pan Houren (潘厚任) kini sebagai anggota peneliti R&D Antariksa Tiongkok menceritakan: Mendengar bahwa saya akan ditugaskan ke PMO, semua orang sangat senang. Tapi saat rencana penugasan diumumkan, tiba-tiba kami diberitahu bahwa penugasan ditunda selama satu minggu. Kemudian kita baru tahu bahwa itu adalah instruksi dari Zhao Jiuzhang (赵九章) ketua unit kita. Yang memilih beberapa orang dari 34 universitas di kota-kota seluruh negeri (Tiongkok) seperti Nanjing, Shanghai, Beijing untuk menjadi staff di Kelompok 581 untuk engineering satelit buatan manusia.

Saat itu satelit buatan manusia merupakan sains dan teknologi paling muktahir. Dan Tiongkok berada dalam tahap awal sejak RRT berdiri. Bahkan untuk rudal yang hanya berjarak tembak beberapa ratus km saja masih meniru contoh yang didapat dari Uni Soviet.

Kekuatan sains dan teknologi nasional Tiongkok dan basis industri tidak mencukupi untuk mendukung pengembangan satelit.

Sun Jiaodong (孙家栋) penyandang penghargaan untuk pengembangan misi dua proyek rudal dan bom atom, saat itu sebagai penanggung jawab perancangan untuk satelit DFH I, menceritakan: Kitika roket kita masih belum matang, kita harus membagi sebagian besar kekuatan untuk mengerjakan satelit, dan bahkan jika kita dapat membuat satelit sekalipun, tapi kita jelas tidak bisa meluncurkan tanpa roket. Jadi pemerintah pusat mengusulkan agar Komisi CAS melakukan beberapa penelitian terlebih dahulu walaupun tidak memulai proyeknya.

Pada tahu 1959, setelah mendengar laporan Zhang Jinfu dan Qian Xuesen yang saat itu memimpin CAS, Deng Xiaoping menunjukkan “Peluncuran satelit sekarang tidak sepandan dengan kekuatan nasional. Kita tidak bisa melakukan tanpa melalui proses dari awal selangkah demi selangkah.”

Berdasarkan pendapat Deng Xiaoping, CAS melakukan penyesuaian terhadap rencana pengembangan satelit dan memutuskan untuk fokus pada studi roket untuk ruang angkasa dan deteksi fisik angkasa luar sehingga dapat meletakkan fondasi untuk satelit.

Li Yili menuturkan, pada bulan September 1959, ditetapkan untuk memulai dengan program roket. Qian Xuesen bahkan menulis surat khusus kepada  pimpinan Shanghai Institute of Mechanical & Eletrical Engineering. Ia juga menganjurkan untuk memulai program roket. Roket T-7M berhasil terbang pada bulan Pebrruari 1960. Itu merupakan prestasi yang menakjubkan.

Pada awal 1960, roket pertama yang dikembangkan secara mandiri berhasil diluncurkan sejauh 8 km. Tak lama kemudian, Mao Zedong melakukan perjalanan khusus untuk meninjau roket tersebut. Ini juga merupakan kesmpatan pertama dan satu-satunya bagi Mao Zedong untuk bisa kontak dekat dengan roket yang sesungguhnya dalam hidupnya.

Pada empat tahun berikutnya, upaya Tiongkok untuk “bom dan rudal”  telah melakukan terobosan dengan banyak rintangan. Rudal Dongfeng 1 dan 2 serta bom atom berhasil dikembangkan satu demi satu.

Pada bulan Desember 1964, ahli geofisika terkenal Tiongkok Zhao Jiuzhang (赵九章) menyampaikan surat kepada PM Zhou Enlai saat menghadiri Kongres Nasional Tiongkok. Surat ini menjadi titik balik yang signifikan yang melahirkan satelit Tiongkok.

Zhao Jiuzhang yang telah terlibat dan memimpin pekerjaan persiapan pengembangan satelit, menyarankan dengan sunguh-sungguh dalam suratnya: “Usahakan untuk meluncurkan satelit buatan manusia pertama sebelum ulang tahun ke-20 RRT dan mendorong ilmu pengetahuan dan teknologi maju di negara kita (Tiongkok. ).”

Sepuluh hari kemudian, Qian Xuesen juga menyarankan ke pusat untuk memasukkan pengembangan satelit buatan manusia dalam program nasional seawal mungkin.

Pekerjaan penelitian dan pengembangan satelit yang telah ditangguhkan selama lima tahun, akhirnya mendapat peluang.

Pan Houren menceritakan: Zhao Jiuzhang menilpon saya untuk datang ke rumahnya pada malam hari. Dengan bersepeda saya datang ke rumah Zhao Jiuzhang. pada 22 April 1965. Dia mengatakan: “Sekarang pemerintah telah memutuskan untuk meluncurkan satelit. Yang sudah kita tunggu selama tujuh tahun.”

Pada tahun 1965, Komite Sentral CPC memutuskan untuk melanjutkan proyek satelit buatan manusia tersebut, dengan kode “Proyek 651” Dan pada bulan Oktober tahun itu, diputuskan untuk mengadakan pertemuan diskusi skema nasional.

Pertemuan ini akhirnya berlansung hingga 42 hari. Setelah diskusi yang memanas dan mendengarkan berbagai pihak, prototipe satelit Tiongkok pertama Dong Fang Hong I setahap demi setahap mulai menjadi jelas.

Sementara pertemuan ini berlangsung dengan diskusi hangat, datang kabar bahwa Prancis berhasil meluncurkan satelit. Jepang mulai mempercepat perkembangan satelitnya dan sudah mempersiapkan untuk diluncurkan.

Menurut keputusan pusat, Tiongkok akan meluncurkan satelit pada tahun 1970. Ini berarti bahwa proyek pengembangan satelit hanya memiliki waktu paling lama empat tahun.

Li Yili menceritakan: Kami harus mencoba semua cara yang mungkin untuk mejamin pelaksanaan rencana dari semua simpul-simpul yang ada. Tapi waktunya sangat ketat. Setelah pertemuan “651” berakhir, segara sudah mendekati tahun 1966. Berarti waktunya hanya 4 tahun lebih. Jadi waktu sungguh ketat, jadi kami merasa berada dibawah tekanan besar.

Di bawah kepemimpinan Zhao Jiuzhang , Qian Ji (钱驥) dan lainnya, CAS menyusun serangkaian “Ide Umum untuk Rencana Satelit” (Garis Besar Rencana Satelit) Atas dasar skema ini, pengembangan satelit DFH I bisa menyebar dengan baik.

Tetapi tidak lama kemudian meletus gerakan Revolusi Kebudayaan menyapu seluruh negeri. Zhao Jiuzhang dan sejumlah ahli terpaksa menyingkir. Dibawah perlindungan Zhou Enlai yang sunguh-sungguh, perkembangan satelit terus berlanjut, namun teka-teki design dan pengembangan yang berat jatuh di pundak para peneliti generasi muda.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Pada bulan Juli 1967, sementara itu Sun Jiadong (孙家栋) yang baru lulus Akademi Teknik Angkatan Udara Zhukovsky di Uni Soviet yang sedang mengubur dirinya (menekuni) dalam design rudal, tiba-tiba datang perintah yang menginstruksikan untuk segera beralih design untuk mengembangkan DFH I. Nasib dari insinyur muda ini selanjutnya terkait erat dengan Satelit sejak itu.

young-generation-satellite-group-5919a0fe9a9373f123f2f56d.png
young-generation-satellite-group-5919a0fe9a9373f123f2f56d.png

Sun Jiadong menceritakan: “Selama Revolusi Kebudayaan, kepemimpinan di tempat-tempat yang berbeda tidak dapat berfungsi secara normal. Mereka mendatangi saya sendiri tanpa melalui kepemimpinan, atau departemen Akademi Teknologi Kendaraan Peluncuran dan memberi tahu saya tentang masalah ini. Mereka mengatakan bahwa Komandan Nie telah mengorganisir Akademi Penelitian No.5 untuk menyelengarakan satelit tersebut. Mereka berharap bisa ikut dalam pekerjaan itu. Orang-orang umumnya sangat sederhana pada waktu itu. Kepemimpinan telah meminta saya untuk kesana, jadi saya pergi kesana. Saya masih ingat dengan jelas saat itu tanggal 29 Juli 1967.” Kemudian Sun Jiadong baru mengetahui orang menaruh harapan tinggi padanya adalah Qian Xuesen.

Pada awal tahun 1968, badan khusus yang bertanggung jawab atas keseluruhan pengembangan satelit yang diberi nama ““China Academy of Space Technology (CAST)” (中国空间技术研究院/ Akademi Teknologi Antariksa Tiogkok) dirikan oleh Qian Xuesen sebagai presiden pertama CAST.

Sun Jiadong menjabat sebagai Direktur General Kantor Design. Qi Fanren (戚发轫) dan 18 orang yang terdiri dari berbagai profesi menjadi tulang punggung juga dipindahkan ke CAST. Pada saat itu orang menjuluki mereka “Delapan Belasan Pendekar Antariksa/ Eighteen Warrior of the Space” (航天十八勇士) .”

Qi Faren mengatakan: Orang-orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan design, pengujian, berbagai majemen, bahkan untuk pencapaian dan penjadwalan, semua ditangani 18 orang ini dengan membentuk badan umum  Akademi Penelitian No.5 . Itu sebabnya maka 18 orang berkumpul.

Misi pertama Sun Jiadong memulai dari perspektif keseluruhan design hingga tugas dan fungsi penelitian satelit.

Qi Faren mengatakan: Apa yang menjadi kontribusi besar dari Sun Jiadong? Sebagai designer papan atas, ia menyederhanakan satelit yang sangat canggih dan rumit yang dibuat oleh para ilmuwan pada saat itu untuk memenuhi persyaratan pada masa itu. Apa persyaratannya? Pusat membuat arahan cukup jelas. Itu adalah untuk bisa “dilangitkan, terlacak, terlihat dan terdengar.”

“Dilangitkan” tergantung pada peluncur. Tapi “untuk terlacak, terdengar, terlihat” menjadi tiga kesulitan yang telah dipaparkan sebelumnya oleh peneliti untuk pengembangan badan satelit.

“Terlacak” untuk dapat setiap waktu dengan tepat dilacak posisi satelit di ruang angkasa melalui komunikasi radio. Titik kunci sebenarnya adalah menghitung jarak antara satelit dan bumi.

Alat komputasi untuk personil peneliti ilmiah saat itu hanya sejumlah besar kalkulator manual. Data orbit biasanya memakan waktu beberapa hari untuk menghitungnya.

Li Yili menceritakan: Apa yang kita gunakan pada waktu itu adalah kalkulator listrik, dan kebanyakan dari alat-alat ini semi otomatis yang cukup merepotkan. Misalnya, jika kita ingin menghitung 88 dikalikan 99, kita bisa menekan 88, tapi 99 harus mendegarkan suaranya da da da....hingga 9 kali klik, dan melepaskan tangan kita dengan cepat untuk mendapatkan 9. Dan itu harus dilakukan tepat waktunya. Jika terlalu cepat melepas bisa menjadi 8, jika terlambat bisa menjadi 10. Jadi untuk menghitung perkalian bisa memakan waktu lama.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Apogee Dong Fang Hong I lebih dari 2.000 kilo meter dari bumi. Untuk mencegah agar satelit tidak melayang-layang seperti layang-layang putus tali di ruang angkasa, maka di wilayah yang luas masih dalam teritori Tiongkok segera dibangun stasiun darat di Weinan, Jiuquan, Hunan Barat, Naning, Kunming, Hainan, Jiaodong dan Kashi.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Ini untuk pertama kalinya Tiongkok menggunakan teknologi “Doppler” yang saat itu hanya dikuasai AS dan Uni Soviet untuk menerima data telemetri dari satelit untuk melacak jalur penerbangan satelit.

Pan Houren menuturkan: Saat itu, “Doppler Positioning” baru saja dimulai di mancanegara. Dasar apa yang kita miliki? Untuk teori, metode perhitungan orbit, termasuk alat pelacak, apakah kita punya dasar pengetahuan dan alat ini atau tidak masih diragukan banyak orang luar.

Sebagai satelit pertama Tiongkok, kepentingan politik DFH I tidak kalah pentingnya dan signifikan dari ilmiahnya saat itu. Satu-satunya hanya agar orang luar bisa  melihat dengan mata telanjang bahwa Tiongkok telah berhasil meluncurkan satelit.

Bagaimana agar bisa terlihat? Hal itu membuat para peneliti bingun untuk sementara waktu itu. Shen Zuwei (沈祖 炜) yang bertanggung jawab terhadap tugas tersebut masih ingat berhari-hari siang dan malam tidak berdaya pada tahun itu.

Shen Zuwei menceritakan: Setelah mendapatkan pekerjaan/tugas yang sebenarnya, kita mendapati tekanan sangat hebat dan tidak main-main. Kita hanya terus bekerja mengejarkan programnya. Satu demi satu dibuat dan gagal. Sedang waktu terus berjalan dari hari ke hari. Dan karena kita menerima tugas itu, kita tidak bisa hanya menerima begitu saja. Proyek satelit ini telah mempekerjakan banyak tenaga kerja dan menghabiskan banyak sumber material seluruh bangsa, pengaruhnya sangat besar. Dan kita mengemban tanggung jawab besar sejak Tiongkok membuat satelit.

Dong Fang Hong I (DFH I) adalah polyhedron dengan 72 permukaan dengan diameter 1 meter. Cahaya reflektifnya di angkasa tidak mungkin terlihat langsung dari bumi.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Tiba-tiba, “payung lipat” yang sedang populer yang dijual di toserba pada saat itu membangkitkkan inspirasi. Sebuah program yang disebut “to night the star with arrows” (借箭显星)” (malam bintang dengan panah)” mulai ditayangkan.

Shen Zuwei menceritakan: Saat itu kami bergaji rendah. Payung lipat mungkin harganya setengah dari gaji kami sekitar 20 yaun. Jadi sedikit yang membeli payung lipat. Kami pergi ke toserba untuk melihat dan meminta melihat-lihat untuk mempelajari cara kerjanya payung lipat dan payung-payung lain, untuk menemukan asas kerja dari payung tersebut.

Ide berani ini ditambahkan pada “bola observasi” pada tahap ketiga peluncur (roket). Setelah memasuki orbit, ia akan mekar dengan gaya sentrifugal rotasi roket dan memantulkan sinar matahari di area yang luas.

satelit-dong-fang-hong-5919a1c9317a61ea1bb6ae5f.png
satelit-dong-fang-hong-5919a1c9317a61ea1bb6ae5f.png

Dalam kenyataannya, orang-orang yang mengamati DFH I kemudian sebenarnya adalah roket tahap ketiga yang mengikuti satelit di orbit yang sama.

Dalam memori beberapa generasi Orang Tiongkok, melodi dan ritme Dong Fang Hong ini hampir menjadi sinonim dengan DFH I. Musik aslinya dipancarkan dari kotak logam kecil.

Bagaimana membuat satelit di ruang angkasa mengeluarkan melodi yang sangat akrab dengan orang-orang Tiongkok dan bagaimana mentransmitkan kembali ke bumi dengan jelas dan stabil, sehingga setiap orang di dunia bisa mendengar adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dipecahkan, berdasarkan teknologi ruang angkasa pada waktu itu.

Qi Faren menceritakan: Ketika saya melapor kepada PM Zhou Enlai, dia bertanya kepada saya, “Setelah satelit I memasuki ruang angkasa, akankah melodi “The East is Red” lagu dan tonenya tidak berubah dan nyanyiannya tidak jadi berantakan? Dapatkah Anda menjaminnya?”  Saya menjawab: “Saya telah melakukan semua tes dengan dasar yang dapat saya pikirkan dan lakukan. Tidak ada masalah. Satu-satunya masalah bahwa itu tidak pernah dicoba di ruang angkasa.”

Designer memeras otak mereka untuk menemukan solusinya dalam waktu lama. Seorang ahli bernama Liu Chengxi (刘成熙) terinspirasi dari bel yang berdentang selama berjam-jam pada konstruksi Beijing. Setelah diadakan berulang-ulang percobaan dengan pengalaman trials and errors, dia akhirnya mengadopsi “electronic circuit to stimulate the glockenspiel” dengan memainkan melodi “The East is Red.”

Sinyal musik ditransmisikan langsung ke Radio Nasional Tiongkok dan disiarkan ke seluruh dunia dari Beijing.

Saat ini, bengkel tua Pabrik Manufaktur Satelit Beijing yang pernah mengemban tugas memproduksi satelit. Setelah berjalannya waktu lebih dari 40 tahn, sulit untuk melihat lagi bahwa tempat ini dulu adalah tempat penemuan dan general assembly dari Satelit Dong Fang Hong I , yang melakukan misi top secret pada waktu itu.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
General assembly atau perakitan umum adalah kunci untuk mengintegrasikan berbagai komponen ke dalam satelit lengkap. Setiap kesalahna kecil akan menyebabkan operasi satelit menjadi tidak normal setelah memasuki ruang angkasa. Ada persyaratan ketat untuk pekerjaan perakitan ini dengan teknik yang canggih. Di pabrik yang tanpa perlengkapan AC dan pemurnian udara, banyak ahli dan peninjau dari dunia luar tidak percaya di tempat ini telah melahirkan satelit bumi buatan manusia.

Setelah mendekati hari peluncuran, banyak timbul pertanyaan apakah peluncur pertama Tiongkok “Long March 1” pada akhirnya dapat mendorong satelit ke ruang angkasa pada orbit yang telah ditentukan, pertanyaan tentang hal ini menjadi kunci keberhasilan atau sebaliknya proyek “651” ini akan gagal.

Di bawah kepemimpinan Qian Xuesen, program pengembangan satelit Tiongkok yang dimulai tahun 1965, maka diskusi program roket juga dimulai.

Gambar berharga ini secara khusus digambar oleh staf designer roket pada saat melaporkan gagasan design peluncur satelit kepada PM. Zhou Enlai.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Wei Houjian menceritakan: “Dongfeng 4” itu asalnya adalah rudal atau senjata. Tapi sekarang hulu ledaknya dilepas dari kepala roket tahap ketiga, yang biasa disebut payload, sebagai pengganti dari hulu ledak menjadi payload, dan menjadi peluncur.

Fang Xinhu (方心虎), sebagai perancang peluncur roket Long March 1, kini sebagai salah satu designer roket Long March, menceritakan: Roket peluncur terintegrasi. Bukannya roket tahap pertama dan kedua terbang sendiri. Tahap pertama dan tahap kedua terbang beserta tahap ketiga.

Wei Houjian mengatakan: Karena roket itu sendiri memiliki dua tahap, tapi masih belum mencukupi untuk mencapai ketinggian orbit untuk mendorong satelit keluar, maka tahap ketiga ditambahkan.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Atas dasar rudal jarak jauh “Dongfeng 4” , peluncur meroket satelit dan roket ketiga untuk fairing. Ketika roket pertama dan kedua melakukan relay flight dan mencapai jarak orbit terakhir, roket kecil tahap ketiga dinyalakan secara otomatis, dan mendorong satelit pertama tersebut dengan kecapatan kosmis untuk mencapai orbit.

Sumber: CCTV China
Sumber: CCTV China
Nama roket “Long March 1” (CZ  1/Changzheng 1) dikemudian hari menjadi simbol serial kendaraan/roket peluncur Tiongkok.

Pada April 1970, satelit dan roket dibawa ke lokasi peluncuran Jiuquan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Pada saat itu, Uni Soviet, AS, Prancis dan Jepang semuanya telah berhasil meluncurkan satelit. Tapi massa DFH I hampir 30 kg lebih daripada total massa satelit keempat negara terdahulu.

Pada 15 April 1970, PM Zhou Enlai menelpon dari Beijing, meminta diberitakan dan dilaporkan dari hari ke hari situasi dan kemajuan dari perkembangan satelit ke Kantor Perdama Menteri setiap hari.

Mungkinkah satelit secara akurat dapat masuk dalam orbit? Apakah Tiongkok bisa menangkap untuk pertama kalinya dan memimpin untuk meramalkan dunia? Sistem pengukuran dan pengendalian dihadapkan pada tantangan besar.

Sun Jiadong mengatakan: Saat itu line komunikasi masih menggunakan kawat telanjang. Maksud saya, kawat komunikasi telegrafi dipasang di tiang-tiang sepanjang rel kereta api untuk mendukung kabel terbuka. Semua data diamati, dari selatan ke utara, dari timur ke barat dikirim ke Pusat Xi’an untuk diproses.

Saat itu hanya ada 10 jalur komunikasi dari Beijing ke Provinsi barat laut, untuk stasiun darat di seluruh negeri Tiongkok, komando dan komunikasi dan transmisi data mereka terutama bergantung pada kawat terbuka ini dari satu pole tiang ke tiang pole lainnya.

Jika terjadi kesalahan dari salah satu kabel listrik tunggal akan mengganggu semua komnunikasi. Untuk keamanan tujuan ini, dikerahkan ratusan ribu milisi yang dimobilisasi di seluruh negeri untuk memastikan bahwa setiap tiang telegrafi dijaga. Dalam keseluruhan proses peluncuran, 60% sistem komunikasi digunakan untuk memastikan komunikasi pengukuran dan kontrol yang aman.

Pada 24 April 1970, di malam hari, peluncuran sudah memasuki hitungan mundur. Namun tentara yang berpatroli di lapangan tiba-tiba melaporkan kejadian yang menakutkan setelah kejadian tersebut.

Wei Houjian menceritakan: Kita meluncurkan pada jam 20:30.  Pada jam 18:30 situasi terjadi di sideline. Suara dubbing terdengar. Dari atas roket terdengar dubbing dari atas ke bawah. Beberapa di antaranya menemukan ring baut berdiameter 8 mm. Itu sangat berbahaya setelah pengisian. Jadi saat saya memanjat menara, ya, Anda tahu, saya benar-benar sangat gugup. Kemudian ketika saya ditanya. Itu benar-benar ada sesuatu. Seorang pekerja dan saya naik. Yah saya bisa merasakan hati saya berdebar-debar kencang. Saya benar-benar gugup saat itu. Tapi setelah saya bereskan, kami melaporkan kepada komandan dan yang bertanggung jawab mengatakan bahwa hal itu tidak masalah. Barulah kami merasa lega.

Setelah konfirmasi, redundansi dihapus. Maka menara komando menyerukan. Fire. Api menggelegar jam 21:35 waktu setempat Peluncur “Long March 1” yang membawa satelit Dong Fang Hong I melesat ke angaksa dengan ekor api besar. 15 meneit kemdian. Stasiun Bumi Kahsi menangkap data satelit.

Radio nasional Tiongkok menerima melodi “The East is Red” yang dikirim dari satelit. Tiongkok menjadi negara kelima yang mampu meluncurkan satelit bumi buatan manusia secara mandiri.

PM Zhou Enlai dengan resmi mengumumkan: “ Semalam kita telah berhasil meluncurkan satelit buatan manusia pertema ke obit luar angkasa.”

Pada 2 Mei 1979, “Liberation Army Daily” menerbitkan daftar undangan khusus. Beberapa personil ilmiah yang terlibat dalam “Proyek 651” diundang ke Rostrum Tian’anmen dalam perayaan tersebut. Mao Zedong sengaja berjabatan tangan saru per satu dengan mereka untuk mengucapkan terima kasih. Seluruh rakyat Tiongkok merasa gembira dan bangga dengan berhasilnya diluncurkannya Satelit Dong Fang Hong I.

Qi Faren menceritakan: Kata PM Zhou Enlai, “Orang-orang ini adalah pahlawan satelit.” Jadi Ketua Mao berjabatan tangan dengan kita masing-masing. Saya kira itu adalah sebuah kehormatan dalam hidup saya.

Saat itu Qian Xuesen sudah berumur 59 tahun. Pada tahun1991, Qian Xusesen dianugerahi gelar “National Outstanding Contribution Scientist.”  (国家杰出贡献科学家) Tiongkok. Sampai saat ini, Qian Xuesen adalah satu-satunya yang mendapatkan kehormatan istimewa ini.

Dalam acara grand awarding Tiongkok. Qian Xuesen mengatakan: “Hari ini, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi orang-orang untuk mengetahui obyektif dunia dan mengubah dunia obyektif. Kita bisa membangun dan memanfaatkan dengan baik dalam membangun sosialis Tiongkok. Saya akan menghabiskan hidup saya untuk mempromosikan hal ini.”

Bangunan berbata merah yang terletak di sebelah barat Kota Beijing terlihat tidak menyolok dalam kosmospolitan yang penuh sesak dengan gedung-gedung pencakar langit. Banyak orang tidak mengenal penghuni masa lalu dan kejadian yang lalu. Tempat ini adalah tempat tinggal ilmuwan besar Qian Xuesen dan para ilmuwan berdiskusi.

Sumber: CCTV China + https://wcm.bjd.com.cn.8080
Sumber: CCTV China + https://wcm.bjd.com.cn.8080
Yi Jingyuan menuturkan: Saya pikir Qian adalah seorang ilmuwan dan pemikir besar dalam sejarah modern Tiongkok. Dia adalah master ilmu pengetahuan dan otoritas ilmu pengetahuan terkemuka. Dia adalah ilmuwan strategis dengan visi dan wawasan yang hebat. Singkat kata: “Dia adalah master dari satu generasi yang hanya ada dalam satu abad ini.”

Qian Xuesen di tahun-tahun masa senjanya, menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tempat tidur. Tapi pemikirannya masih berjalan sangat dalam. Keinginan yang sangat besar adalah menerapkan gagasan rekayasa system seumur hidupnya yang diperoleh dari industri eksplorasi dan praktik ke ruang angkasa dan waktu yang lebih luas, dan terus menafsirkan janjinya lebih dari 60 tahun yang lalu ketika dia kembali ke tanah airnya Tiongkok untuk “Membangun negaranya menuju kebahagiaan dan bermartabat.”

Xue Huifeng mengatakan: Saat dia mengucapkan kata “bermartabat,” dia menekankan nada suaranya. Kita bisa melihat perasaannya untuk orang-orang yang mendengarnya. Jadi Qian Xuesen adalah seorang pemikir, seorang ilmuwan strategis yang tak tergantikan untuk peran utamanya pada saat bangsa dalam keadaan kritis.

Saat ini, Dong Fang Hong I masih terbang dengan luwes di orbitnya. Tidak perduli berapa banyak waktu yang telah dilalui, kita harus ingat bahwa kita pernah memiliki Master of Science yang begitu terkenal sangat cinta dan penuh pengorbanan untuk generasinya. Karya perintis mereka telah membeku dan membingkai titk awal yang mulia dari rakyatnya---Tiongkok untuk terus maju menuju alam semesta yang luas.

Sumber: Media TV dan Tulisan Luar Negeri

CCTV China 国家记忆

https://news.xinhuanet.com/2017-04/24/c_1120865740.htm

https://www.chinadaily.com.cn/china/2011tiangong/2011-09/27/content_13798685.htm

https://www.spacedaily.com/news/china-00u.html

https://www.spacedaily.com/news/china-00r.html

https://www.cctv.com/english/special/60anni/20090907/110323.shtml