Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Mengapa Gugus Tempur HMS "Queen Elisabeth" Inggris Tidak Berani Menerabas 12 Mil Laut Kepulauan LTS?

5 Agustus 2021   19:15 Diperbarui: 6 Agustus 2021   07:28 1778
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: mainichi.jpn
Sumber: mainichi.jpn

Sejak kapal induk Queen Elizabeth ini berangkat dari Inggris pada akhir Mei tahun ini, perjalanannya telah mengalami beberapa kesulitan. Pertama kali mengalami serangan pandemi Covid-19 saat dalam perlyaran dan mengalami gangguan kapal selama pelayarannya. Ada yang terpapar  COVID-19 baru-baru ini di HMS Queen Elizabeth, lebih dari 100 kasus, BBC melaporkan.

Kemudian di Laut Hitam Rusia, mendapatkan peringatan dari Armada Laut Rusia. Formasi gugus kapal induk Ratu Elizabeth ini tampil moderat dalam efektivitas tempurnya dan sulit untuk menghadapi AL-PLA. Meskipun gugus formasi kapal induk Inggris ini akhirnya masuk LTS, tapi dalam kondisi keterbatasan efektivitas tempur sebagai gugus tempur kapal induk.

Kali ini konfigurasi formasi kapal induk Inggris ini dapat digambarkan sebagai sepotong kue yang terpotong-potong. Kapal Perusak berpeluru kendali "Diamond" menarik diri dari formasi lebih awal karena kerusakan, dan beberapa kapal perang harus mundur di tengah jalan karena berbagai alasan.

Inggris awalnya meminta AS mengikut sertakan kapal perusak rudal kelas "Arleigh Burke" AS lain untuk mendukung momentum, tetapi alih-alih mengulurkan tangan membantu, AS mengambil kesempatan untuk meminta kapal perusak rudal "Sullivan"  yang tadinya dalam formasi gugus kapal induk Inggris ini untuk kembali.

Dengan demikian, hanya ada 1 kapal perusak berpeluru kendali Tipe 45 yang tersisa di formasi kapal induk Inggris ini, 2 frigat berpeluru kendali Tipe 23 dan 4 kapal perang dari fregat berpeluru kendali "Iverson" AL Belanda.

Kenyataan, HMS Queen Elizabeth dikawal oleh enam kapal Royal Navy, kapal selam Royal Navy, kapal perusak AL AS, dan fregat Belanda, dan membawa 8 jet tempur F-35B Lightning II, 4 helikopter serang maritim Wildcat, 7 Merlin Mk2 helikopter anti-kapal selam dan helikopter peringatan dini udara,  dan 3 helikopter komando Merlin Mk4 di dek.

Yang paling menjadi bahan tertawaan adalah bahkan jet tempur di kapal induk Inggris disewa dari AS. Panggung sebelum keberangkatan kapal induk Inggris terlalu besar. Sang Ratu secara pribadi datang ke tempat kejadian dan berpidato di atas kapal dan dengan jelas menyebutkan nama Tiongkok. 

Dia dengan bangga mengumumkan kepada dunia bahwa "Penempatan operasional pertama Gugus Kapal Induk Queen Elisabeth di Asia akan dikirim ke Tiongkok. Agar menunjukkan kepada negara-negara lain bahwa Inggris mempercayai pada hukum laut internasional"

Selain itu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace sebelumnya sesumbar mengklaim bahwa kapal induk Inggris Queen Elisabeth yang berlayar kali ini akan menerabas di "perairan yang disengketakan" di LTS. Dia juga secara terbuka menentang "sembilan garis putus" Tiongkok di LTS, sengaja menyebutkan dan mengkalim apa yang disebut keutusan "Arbitrase LTS".

Awal bulan ini, Inggris bahkan telah mengumumkan bahwa mereka akan secara permanen mengerahkan dua kapal perang AL Kerajaan Inggris di Asia setelah kapal induk HMS Queen Elizabeth tiba di Jepang pada bulan September.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun