Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Yang Perlu Diketahui tentang Perang Dagang China-AS

29 November 2018   11:28 Diperbarui: 29 November 2018   16:45 1177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jokowi coba mendamaikan AS dan Tiongkok yang berseteru di KTT Kerja Sama Ekonomi  APEC. Demikian ditulis dalam Harian Kompas 27 Novemper 2018.

Dikhawatirkan tidak bisa damainya AS dan Tiongkok akan mmebuat ekonomi dunia akan tetap dalam ketidak-pastian pad masa mendatang.

"Sepuluh hari yang lalu dari KTT ASEAN, saya hadir di KTT APEC di Port Moresby, Papua Niugini. Kami menyaksikan pimpinan negara dari dua pemimpin ekonomi nomor satu dan dua bersitegang, dan saya melihat sulit dipersatukan," kata Jokowi di hadapan para CEO yang hadir.

Sumber: Liputan6.com + Nasional Kompas
Sumber: Liputan6.com + Nasional Kompas
Konflik Tajam Tiongkok Dan AS Dalam KTT APEC Port Moresby, Papua

Tiongkok dan AS saling menghunuskan pedangnya pada hari Sabtu menjelang KTT APEC, berduel melawan proteksionisme, tarif perdagangan dan "checkbook diplomacy" ketika mereka menetapkan visi kontras tajam untuk kawasan Pasifik.

Dalam pidatonya kedua belah pihak yang agresif di sebuah forum bisnis yang diadakan di kapal pesiar raksasa yang ditambatkan di Port Moresby, Xi Jinping dan Wakil Presiden AS Mike Pence saling melepaskan beberapa pukulan.

Pertengkaran sengit itu meletakkan dasar bagi apa yang bisa menjadi pertemuan sengit antara pemimpin Tiongkok dan Presiden Donald Trump di G20 bulan depan di Argentina.

Xi mengecam proteksionisme perdagangan "America First" dan menekankan bahwa aturan perdagangan global seharusnya tidak diterapkan "dengan standar ganda atau agenda egois" - dalam ucapan terselubung tipis di Washington.

Dua ekonomi teratas dunia telah terlibat dalam perang perdagangan yang berputar-putar, memberlakukan balas-membalas perang tarif untuk barang satu sama lain dalam konfrontasi yang para ahli peringatkan dapat merusak ekonomi global.

Presiden Xi mendesak dunia untuk "mengatakan tidak untuk proteksionisme dan unilateralisme", memperingatkan itu adalah "pendekatan rabun dekat" yang "ditakdirkan gagal" (a "short-sighted approach" that was "doomed to failure").

Sementara itu, Pence bersumpah tarif AS akan tetap diberlakukan kecuali Beijing "mengubah cara-caranya".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun