Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Saya seorang pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Dari Kerusuhan Charlottesville, Virginia-Menguak Perpolitikan AS

13 September 2017   14:34 Diperbarui: 14 September 2017   06:49 0 2 1 Mohon Tunggu...
Dari Kerusuhan Charlottesville, Virginia-Menguak Perpolitikan AS
Sumber: www.aljazeera.com

Pada 12 Agustus 2017, terjadi bentrok antara supremasis (supremacists) dengan kontra-demontran, dan sebuah mobil yang dikemudikan oleh seorang pemuda ultra kanan menumbruk kerumunan demontran anti-rasis dan anti-fasis.

Peritiwanya terjadi di Charlottesville, kota di Virginia, AS. Dua jam setelah protester dari nasionalis dan kontra-demontran terjadi saling menyerang, dengan botol air, pukulan, dan semprotan air lada, kemudian sebuah mobil yang dikendari seorang muda ultra kanan menabrakan ke kerumunan demontran. Yang mengakibat seorang wanita umur 32 tewas dan 19 orang lainnya luka-luka.

Sumber: www.aljazeera.com
Sumber: www.aljazeera.com
Pada hari Jumat 11 Agustus 2017, ratusan orang berjalan melalui Universitas Virginia untuk memprotes penghancuran patung pro-perbudakan Konfederasi Robert E. Lee dari sebuah taman. Sebenarnya ini bukanlah protes yang pertama kalinya terjadi.

Setelah DPRD Charlottesville menyetujui pembongkaran patung tersebut pada awal tahun ini, pemimpin nasionalis kulit putih telah memprotes keputusan tersebut beberapa kali. Pada bulan Mei, pemimpin nasionalis kulit putih Richard Spencer tiba di patung tersebut untuk melakukan demonstrasi malam hari dengan para pendukungnya. Sebulan kemudian, hampir 50 anggota kelompok Ku Klux Klan yang berbasis di North Carolina melakukan perjalanan ke Charlottesville untuk sebuah demonstrasi, di mana mereka disambut oleh ratusan pemrotes.

Tapi apa yang berbeda kali ini dari demonstrasi sebelumnya adalah banyaknya jumlah pemrotes dan propaganda Nazi yang terbuka. Pada Jumat malam, para pemrotes yang membawa obor dapat mendengar teriakan slogan seperti " blood and soil/darah dan tanah", "Anda tidak akan menggantikan kita," dan "Yahudi tidak akan menggantikan kita." Ideologi Nazi "Blut und Boden (blood and soil/darah dan tanah)" berarti bahwa identitas etnis hanya didasarkan pada garis darah dan wilayah di mana seseorang tinggal, yang telah menjadi titik temu bagi kaum nasionalis kulit putih yang takut akan adanya "pembersihan etnis Amerika".

Parade 'Sayap Kanan Bersatu' Pada Hari Sabtu

Protes hari Jumat menjadi pendahuluan untuk demonstrasi "Sayap Kanan Bersatu" pada hari Sabtu di kaum nasionalis kulit putih turun ke jalan-jalan Charlottesville untuk tidak hanya melakukan demonstrasi menentang pembongkaran patung tersebut tetapi juga mendorong kembali "iklim anti-kulit putih". Richard Spencer mengatakan kepada AP bahwa Monumen Konfederasi adalah "sebuah metafora untuk sesuatu yang jauh lebih besar, dan itu adalah pewarisan kaum kulit putih dan de-legitimasi orang kulit putih di negara ini dan di seluruh dunia."

Di antara para pemrotes, beberapa di antaranya mempersenjatai diri dengan senjata berat dan membawa bendera Nazi. Banyak peserta terlihat membawa senjata api, tongkat dan perisai dan beberapa memakai helm. Para pemrotes juga melengkapi diri dengan tongkat, helm dan perisai.

Dua jam kemudian, pemrotes nasionalis dan kontra-demonstran saling menyerang. Kemudian, sebuah mobil menabrak pemrotes dan menewaskan seorang wanita berusia 32 tahun dan melukai setidaknya 20 lainnya. Visual dari adegan menunjukkan mayat yang terlempar ke udara saat kendaraan tersebut menabrak ke kerumunan orang. Tersangka berusia 20 tahun, James Alex Fields, ditangkap dan dikenai tuduhan pembunuhan tingkat dua, tiga tuduhan melukai, dan satu hit-and-run.

Trump memberi reaksi atas peristiwa ini dengan menyatakan: "Kami mengutuk dengan cara yang paling keras dari tampilan mengerikan dari kebencian, kefanatikan dan kekerasan di banyak sisi, di banyak sisi. Sudah lama sekali di negara kita. Bukan Donald Trump, bukan Barack Obama, ini sudah berlangsung lama sekali."

David Duke, Mantan pemimpin  KKK (Ku Klux Klan) memberi pernyataan: "Kami bertekad untuk membawa negara kami kembali. Kami akan memenuhi janji Donald Trump, dan karena itulah kami memilih Donald Trump, karena dia bilang dia akan membawa negara kami kembali."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
KONTEN MENARIK LAINNYA
x