Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menelisik Kebijakan Luar Negeri AS dan Geopolitik untuk Sekutu AS

12 Maret 2017   19:30 Diperbarui: 6 Mei 2017   07:54 1462
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Outside The Beltway

Dunia politik Eropa saat ini secara bertahap telah mencapai konsensus bahwa kemitraan trans-Atlantic tidak dapat memberikan jaminan abadi bagi kerja-sama Eropa-AS, dan penguatan pembangunan kekuatan Eropa sendiri yang memiliki strategis yang penting bagi pembangunan Uni Eropa di masa depan.

Seperti apa yang dikatakan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, Uni Eropa mengalami kesulitan untuk menjaga integritasnya sendiri, sementara situasi di sekitarnya bergolak, apabila juga mencoba untuk mengandalkan harapan kepada pihak luar untuk menyelesaikan masalah keamanan adalah tidak praktis.

AS tidak menginginkan Eropa menjadi mitra yang statusnya sama dengan mereka. Dalam hal ini Eropa boleh menjadi mitra yang lebih rendah, tetapi jika Uni Eropa menjadi badan politik yang komprehensif, tubuh militernya bersatu, setelah memiliki kekuatan lebih, maka AS mungkin tidak dapat lagi membuat keputusan-keputusan untuk masalah dunia.

Sudah dalam jangka waktu yang lama, salah satu alasan yang paling penting bagi negara-negara Eropa menerima untuk dikontrol Amerika adalah karena mereka sangat kuat di-indentifikasi AS. Bahkan meskipun mereka adalah sekutu yang di-indefikasi dengan baik satu sama lain, tapi di AS masih menempati mereka pada tingkat yang berbeda.

Pengungkapan Tingkat Sekutu Dalam Dokumen NSA-AS

Ilustradi dari youtube.com/CCTVChina
Ilustradi dari youtube.com/CCTVChina
Pada Juni 2013, Edward Snowden mengungkapkan progam dari “PRISM,” yang menyebabkan terjadi gelombang protes keras dari opini publik. Sekutu AS-Eropa terkejut dengan mengetahui sementara AS melakukan pengintaian terhadap musuh, tapi sebenarnya juga telah melakukan pengawasan terhadap diri mereka sendiri.

AS bahkan membagi sekutu mereka ke dalam beberapa tingkatan, dari Jerman dan Prancis yang ditempatkan berada di pengawasan berat, sebenarnya dinilai sebagai sekutu “tingkat prioritas ke tiga” dalam pikiran AS.

Sekutu AS benar-benar memiliki tingkatan dalam sistem sekutu AS. Negara-negara yang berbahasa Inggris merupakan sekutu prioritas tingkat satu, kemudian ada pimpinan regional dan negara-negara dengan kekuatan nasional yang luas dan kuat, seperti Jepang dan Jerman, kemduian neara-negara lainnya.

Dalam dokumen NSA-AS menunjukkan bahwa AS membagi kredibilitas sekutunya berdasarkan skala pertukaran informasi mereka dengan AS.

Dari jumlah tesebut, tingkat prioritas satu adalah negara AS sendiri. Prioritas kedua: Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Sementara Jerman dan Prancis tercatat sebagai tingkat ke-tiga dan disebut sebagai “mitra paling kredibel,” dimana tingkat untuk diawasi sama seperti Irak dan Arab Saudi.

Dalam dokumen NSA dituliskan secara terus terang: “Kita (AS) bisa menyerang mayoritas dari telekomunikasi mitra tengkat tiga, dan kini juga sedang melakukannya.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun