Mohon tunggu...
Mahir Martin
Mahir Martin Mohon Tunggu... Guru - Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Penulis: Satu Tahun Pembelajaran Daring, Dirayakan atau Disesali? (Penerbit Deepublish, 2021); Hikmah Pandemi Covid-19 Relevan Sepanjang Masa (Guepedia, 2021); Catatan dari Balik Gerbang Sekolah untuk Para Guru (Guepedia, 2022); Motto: Reflection Notes: Ambil hikmahnya...

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menyambut Hari Guru Nasional

24 November 2020   20:57 Diperbarui: 24 November 2020   21:03 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dirjen GTK menggelar Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar yang dilaksanakan secara daring (DOK GTK via kompas.com)

Pembelajaran daring memang solusi terbaik, tetapi bukan berarti tanpa masalah. Tidak sedikit siswa yang mengalami kendala dan masalah. Masalah ancaman putus sekolah, kendala tumbuh kembang, dan tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi bumbu pembelajaran daring. Belum lagi kendala infrastruktur teknologi yang kurang memadai.

Di saat kondisi darurat seperti ini, guru dituntut untuk dinamis, terus bergerak, terus maju untuk menjaga keseimbangan. 

Di beberapa daerah terpencil, karena keterbatasan infrastruktur, pembelajaran daring tak bisa berjalan mulus. Akhirnya, guru harus datang menghampiri siswanya satu persatu, berjalan dari rumah ke rumah. Belum lagi masalah akses ke rumah siswa, yang belum tentu semuanya mudah dijangkau.

Guru yang di kota, tak kalah sulit perjuangannya. Memang, infrastruktur di kota sudah lebih baik dari daerah terpencil, tetapi hal itu tak menjamin pembelajaran daring bisa berjalan mulus. Permasalahan screen time, tidak maksimalnya tatap muka, interaksi yang minim dengan siswa, membuat guru harus berpikir keras bagaimana meramu pembelajaran yang akan dilakukan agar bisa efektif.

Ya, jika siswanya tidak berlaku macam-macam mungkin pembelajaran bisa berjalan baik. Bagaimana jika siswanya tertekan, stress, dan tidak termotivasi untuk belajar daring? Itu semua semakin menambah beban guru dalam mengajar daring. Di satu sisi mengurus persiapan mengajar daring, di sisi lain memikirkan permasalahan siswa.

Ditengah berbagai macam problematika yang harus dihadapi, guru harus tetap tegar, tahan, dan bersemangat dalam mengajar. Dukungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menjaga motivasi guru dalam menghadapi semua ini. Kiranya itulah mungkin makna tema dari peringatan HGN tahun ini yang berbunyi, "Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar".

Ilustrasi logo Hari Guru Nasional (HGN) 2020(Kemendikbud)
Ilustrasi logo Hari Guru Nasional (HGN) 2020(Kemendikbud)

Logo peringatan HGN tahun ini pun begitu bermakna. Logo berbentuk hati dengan warna ungu, biru, merah muda, orange, biru laut, hijau, merah, dan hijau muda mengilustrasikan empat anak yang sedang bersorak gembira seolah menggambarkan kondisi guru saat ini. Guru yang sedang berjuang untuk membuka hati siswanya untuk bergembira menghadapi keadaan pandemi yang tak pasti arahnya.

Ya, beginilah seorang guru seharusnya menyambut HGN, dengan menjaga kedinamisan dan terus bergerak mendidik anak negeri. Bukankah menyambut adalah memang kegiatan dinamis? Bukankah menyambut berarti terus memberikan pelayanan terbaik yang dimiliki? Bukankah menyambut berarti menjadi garda terdepan menghadapi pandemi ini?

Alhasil, kedinamisan guru terkadang memang tak terlihat oleh kasat mata. Laksana pergerakan partikel pada sistem kesetimbangan yang tak bisa dilihat perubahannya. 

Guru memang melakukannya bukan untuk dilihat, tetapi guru melakukannya karena panggilan hati. Panggilan hati untuk mendidik generasi, agar tidak kalah melawan pandemi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun