Mohon tunggu...
Mahestha Rastha A
Mahestha Rastha A Mohon Tunggu... Writer - Teacher - Motivator - Public Speaker - Content Creator - Businessman

Nama Lengkap: Mahestha Rastha Andaara, S.Pd | Aktivitas saat ini mengajar IPA di SMPIT AR-RAHMAN, mengajar di Bimbel MATRIKS, mengurus komunitas menulis @sekolahmenulisindonesia, mengurus penerbitan @penerbitsmi, menulis buku, membaca literatur, dakwah, dan mengurus akun YouTube Mahestha Rastha.| Berikut beberapa buku saya yang sudah terbit: 1. Untukmu Para Pejuang Mimpi (2017) 2. Stop Talking and Start Hijrah (2018) 3. Tak Kenal, maka Tak Dakwah (2019) 4. Stop Talking and Start Hijrah International Version (2019) 5. Menjadi Umat Islam Abad 21 (2020) Buku bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia. Selain itu, bisa juga hubungi penulis langsung untuk mendapatkan buku + TTD + Quotes

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Nilai Siswa Menurun Selama PJJ, Guru yang Disalahkan?

13 Maret 2021   17:02 Diperbarui: 15 Maret 2021   15:23 691 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nilai Siswa Menurun Selama PJJ, Guru yang Disalahkan?
Ilustrasi: Guru kelas sedang mempersiapkan rapor siswa dalam bentuk PDF yang akan dibagikan di SDN 026 Bojongloa, Jalan Cibaduyut Raya, Kota Bandung, Jumat (18/12/2020). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Pembahasan yang cukup menarik. Tulisan ini saya buat karena salah satu teman request membahas masalah ini. Kebetulan beliau juga seorang guru seperti saya. Oke, mari kita bahas. 

Apakah prestasi siswa yang menurun selama PJJ adalah kesalahan guru yang tidak becus mendidik secara online? Silakan disimak.

Kalau dihitung sampai detik ini, pandemi di negara kita sudah setahun lebih. Berbagai sektor bidang terpengaruh dengan adanya Covid-19 yang penularannya sungguh tak bisa dikontrol oleh manusia. 

Salah satunya adalah sektor pendidikan. Negara kita bisa dibilang salah satu negara yang pendidikannya perlu banyak revisi dan evaluasi. 

Pemerintah pasti selalu mengupayakan yang terbaik demi berkembangnya pendidikan di Indonesia. Namun karena pandemi, rencana itu terhambat. Sangat terhambat.

Indonesia yang menginginkan pendidikannya bisa menyusul negara lain, harus menelan pil pahit karena harus menunggu sampai kondisi kembali normal. Baru setelah itu bisa menjalankan berbagai planning pendidikan untuk masa depan. 

Berbicara pandemi, saya yakin semuanya kaget. Bukan hanya bidang pendidikan, bahkan dunia bisnis pun sangat terpengaruh.

Saya yakin banyak restoran yang tutup karena peraturan dan sedikitnya pembeli yang datang. Begitu pun lembaga pendidikan swasta seperti bimbel yang banyak sekali cabang-cabangnya yang tutup karena siswa-siswi tidak diperbolehkan berkerumun dan keluar rumah. 

Alhasil, semuanya harus survive dengan keadaan yang ada sekarang. Begitu pun dengan guru.

Kami semua terkejut dengan adanya pandemi seperti ini. Memangnya, ada guru di negara ini yang sudah ahli mengajar secara online

Pelatihan yang guru terima selama ini-sebelum covid-adalah pelatihan yang memang untuk diterapkan dalam pembelajaran tatap muka, bukan untuk pembelajaran online. Akhirnya, pandemi ini membuat banyak guru yang kebingungan bagaimana cara terbaik dalam mendidik anak secara online.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x