Mohon tunggu...
mariana lusia resubun
mariana lusia resubun Mohon Tunggu... -

seorang mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mangga Apel "Si Cantik yang Kecut"

15 Januari 2017   16:03 Diperbarui: 15 Januari 2017   18:10 2152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Kata lokal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti: 1) n ruang yang luas, 2) a terjadi (berlaku, ada, dan sebagainya) di satu tempat, tidak merata; setempat, 3) a di suatu tempat (tentang pembuatan, produksi, tumbuh, hidup, dan sebagainya); setempat. Kata lokal dalam konteks kalimat "buah lokal" mengacu pada pengertian nomor 3. Buah lokal disini berarti buah asli Indonesia.

Naturalisasi adalah proses perubahan status dari penduduk asing menjadi warga negara suatu negara. Proses ini harus terlebih dahulu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan dalam peraturan kewarganegaraan negara yang bersangkutan (wikipedia Indonesia). Buah naturalisasi disini berarti buah yang berasal dari luar Indonesia, namun telah lama dibudidayakan di Indonesia dan juga merupakan komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke luar negri.

Mangga Apel (Mangifera indica L) adalah salah satu varietas dari tanaman mangga, buahnya menyerupai buah apel. Warnanya begitu menggoda, hijau kekuningan dengan semburat merah. Buahnya mengingatkan saya akan seorang gadis yang pipinya merona merah tersipu malu. Ketika saya menanyakan asal buah tersebut kepada si penjual, bapaknya berkata mungkin buah mangga ini merupakan perkawinan silang antara mangga dengan apel (Malus domestica). Saya penasaran mengenai si mangga apel ini dan mencari informasi dari mesin pencari Google, ternyata mangga ini berasal dari negara tetangga Singapura namun telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Walaupun secara tampilan luar begitu menggoda, namun ternyata daging buah berwarna kuning pucat (apa mungkin karena mangga "karbitan" atau matang sebelum waktunya). Rasanya pun sangat masam, namun setidaknya mengurangi rasa penasaran saya. Saya pun mengklasifikasikan buah mangga apel sebagai buah naturalisasi.

Pepaya (Carica papaya L), siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Buah ini berasal dari tanaman pepaya, buah mengkalnya dijadikan sebagai rujak, buah yang matang dijadikan sebagai buah potong, buah yang masih muda dijadikan sebagai sayur. Rasa buahnya apabila matang di pohon dan bukan karbitan, sangat manis dan segar. Tidak ada rasa kecut pada buah pepaya, buah yang kurang manis biasanya terasa hambar atau tawar. Bunga pepaya dan daun pepaya yang walaupun rasanya pahit, merupakan sayur favorit bagi kami yang berasal dari kawasan Indonesia Timur. Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis (wikipedia Indonesia). Saya mengklasifikasikan buah pepaya sebagai buah naturalisasi.

Salak (Salacca zalacca) dalam bahasa Inggris disebut snake fruitatau buah ular, karena kulitnya yang bersisik. Salah adalah buah dengan kulit yang bersisik dan berduri, jari saya seringkali terluka dan berdarah ketika mengupas buah ini. Walaupun kulit luarnya berwarna coklat hingga kehitaman, bersisik dan kadang berduri, namun isi buahnya berwarna putih mulus. Rasa buah salak perpaduan antara rasa manis, asam dan sepat, teksturnya ada yang garing dan renyah di mulut. Namun ada varietas tertentu misalnya salak pondoh yang rasanya sangatmanis. Salak yang asam lebih cocok dijadikan sebagai manisan atau asinan buah. Salak ditemukan tumbuh liar di alam di Jawa bagian barat daya dan Sumatra bagian selatan. Akan tetapi asal usul salak yang pasti belum diketahui. Salak dibudidayakan di Thailand, Malaysia dan Indonesia, ke timur sampai Maluku. Salak juga telah diintroduksi ke Filipina, Papua Nugini, Queensland dan juga Fiji (wikipedia Indonesia). Saya mengklasifikasikan buah salak sebagai buah lokal Indonesia.

Belimbing (Averrhoa carambola) atau belimbing manis atau star fruit (merujuk kepada bentuknya yang menyerupai bintang) dalam bahasa Inggris. Buah ini rasanya manis apabila matang sempurna, adapula yang rasanya asam, sedikit asam dan hambar. Tanaman Belimbing berasal dari Indonesia, India, dan Sri Langka. Saat ini, belimbing telah tersebar ke penjuru Asia Tenggara, Republik Dominika, Brasil, Peru, Ghana, Guyana, Tonga, dan Polinesia. Usaha penanaman secara komersial dilakukan di Amerika Serikat, yaitu di Florida Selatan dan Hawaii. Di Indonesia, buah ini menjadi ikon kota Depok, Jawa Barat, sejak tahun 2007 (wikipedia Indonesia). Saya mengklasifikasikan belimbing sebagai buah lokal Indonesia.

Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) rasa buahnya manis, asam dan segar. Apabila dijadikan buah potong biasanya dicampur dengan garam, sehingga memberikan rasa manis, asam dan asin. Pemberiaan garam juga berfungsi untuk menghilangkan rasa gatal di lidah akibat memakan buah tersebut. Nenas adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay.
 Saya mengklasifikasikan buah nenas sebagai buah naturalisasi.

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah  ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Buah ini banyak dibudidayakan di Indonesia, bahkan di Merauke daerah asal saya di tanah Papua juga ada petani yang membudidayakannya. Rasa buah naga tidak terlalu manis dan cenderung tawar, rasanya dilidah akan terasa nikmat apabila dicampur dengan buah-buahan lain, atau dijadikan jus dan puding dengan penambahan susu dan gula. Memang buah naga tidak terlalu manis, namun warnanya yang merah keunguan sangat menarik orang untuk mencicipinya. Buah naga adalah pewarna makanan alami. Apabila disandingkan dengan buah-buahan lain, warna daging buah naga sangat mencolok akan "mengundang" orang untuk menikmatinya. Saya mengklasifikasikan buah naga sebagai buah naturalisasi.

Pisang (Musa paradisiaca) adalah tumbuhan yang multifungsi, buah dan bunga pisang (jantung pisang) dapat dimakan. Daun dan batang pisang juga dapat digunakan sebagai bungkus makanan ataupun untuk kerajinan tangan, bahkan inti (bagian dalam batang pisang) ada yang dijadikan sayur. Pusat keragaman utama tanaman pisang terletak di daerah Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika. Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang (wikipedia Indonesia). Saya mengklasifikasikan buah pisang sebagai buah lokal.

Jambu biji/jambu batu (Psidium guajava) adalah buah dengan rasa manis dan asam, buah yang masih muda terasa sepat di lidah. Daun jambu biiji dipercaya sebagai obat herbal, terutama obat untuk masalah pencernaan. Jambu batu atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Saya mengklasifikasikan buah jambu biji sebagai buah naturalisasi.

 Buah pepaya, buah mangga apel, buah jambu biji, buah naga, buah pisang, buah salak dan buah nanas di piring saya, adalah hasil kehendak saya untuk membeli dan memakan buah-buahan tersebut dan menyajikannya di piring yang sama. Buah-buahan tersebut tidak memilih untuk "tercipta" sebagai buah naga yang rasanya tergolong hambar, namun mampu memberikan warna segar dengan kehadirannya di piring saya yang putih. Si mangga apel, tidak pernah memilih tercipta sebagai mangga apel, yang cantik dari luar namun rasanya masam dan berwarna kuning pucat. Si mangga apel yang kecut ketika saya makan bersama dengan buah-buahan yang lain, rasanya menjadi nikmat, asam, manis dan segar. Saya menikmati rasa dari campuran buah-buahan tersebut, dibanding saya harus makan buah mangga apel saja. Saya tidak sanggup memakannya karena rasanya yang sangat asam. Buah-buahan tersebut tidak pernah memilih "tercipta" sebagai buah lokal asli Indonesia atau buah naturalisasi.

Aneka buah-buahan segar di piring saya yang putih, seperti halnya saya dan kamu. Piring yang putih ibarat negara ini yang menyatukan kita sebagai warga negara Indonesia. Kita tidak pernah memilih untuk terlahir sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bangsa, agama dan bahasa namun menjadi satu atas nama Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi satu).  Namun Tuhan berkendak untuk itu, aku dan kamu diciptakan di tengah keragaman untuk saling melengkapi, saling memberi warna dan rasa, bukan untuk saling mendominasi bahkan saling mengintimidasi. Kita diciptakan untuk saling berbagi, memberikan warna-warni yang harmonis dan rasa yang lezat karena perpaduan rasa yang ditimbulkan dari perbedaan yang ada.

 Septinus George Saa adalah putra asli Papua dengan kulit hitam dan rambut keritingnya. Dia adalah salah seorang putra terbaik Papua yang membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional. Dia berhasil memenangkan First Step to Nobel Prize in Physic, dengan meyisihkan saingan dari berbagai penjuru dunia. Septinus George Saa adalah seorang jenius fisika dari tanah Papua.

Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti, keduanya adalah peraih medali emas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Sepasang suami istri ini, mengharumkan nama Indonesia dari cabang olah raga bulu tangkis. Apabila dilihat dari fisik, keduanya memiliki fisik berkulit putih, berambut lurus dan bermata sipit, mewakili karakteristik orang Indonesia keturunan China (Tionghoa). Apakah mereka membela China di olimpiade tersebut? Tidak mereka membawa nama Indonesia. Tangis haru dan sukacita mereka keluar, ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan di tengah podium dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Mereka membawa harum nama Indonesia.

 Apakah orang Indonesia asli hanya mereka yang berasal dari ras Melayu? Lalu kami yang berasal dari ras Melanesia (kulit hitam dan rambut keriting) dan keturunan Tionghoa (kulit putih dan bermata sipit) bukan Indonesia? Tolong jangan ada perbedaan dan jurang pemisah yang mengkotak-kotakkan sesama anak bangsa, hanya karena warna kulit, bentuk rambut dan agama. Tolong jaga persatuan dan kesatuan kalau ingin Indonesia maju dan sejahtera.

 Bukankah lebih indah apabila hidup berwarna-warni daripada sekedar hitam dan putih?

 <> Kamu tidak bisa memilih ketika terlahir berkulit putih dan berambut lurus. Kamu juga tidak bisa memilih ketika terlahir berkulit hitam dan berambut keriting.

 <> Kamu tidak bisa memilih mengapa kamu terlahir sebagai keturunan Kei-Maluku Tenggara yang menjadi Kelapa (Kei lahir Papua).

 <> Kamu tidak bisa memilih ketika kamu terlahir sebagai Pujakesuma (Putra Jawa kelahiran Sumatera).

 <> Kamu tidak bisa memilih ketika terlahir sebagai anak perkawinan campur, bapakmu pria bule berkulit putih dan ibumu wanita Indonesia.

 <> Kamu tidak bisa memilih ketika kamu dilahirkan dari perkawinan campur, bapakmu lelaki Papua berkulit hitam dan berambut keriting dan ibumu wanita Jawa berambut lurus serta berkulit putih.

 <> Kamu hanya bisa memilih berbuat baik atau berbuat jahat kepada sesamamu manusia.

 <> Kamu hanya bisa memilih memajukan bangsamu, memajukan dirimu sendiri lewat prestasi atau sensasi. Pilihan ada di tangan kamu dan saya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun