Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar Seumur Hidup

Nomine Best in Opinion 2021 dan 2022 | Penulis amatir yang tertarik pada isu sosial-budaya, lingkungan dan gender | Kontak : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Ada Privilese di Balik Kesuksesan

29 April 2021   20:06 Diperbarui: 1 Mei 2021   09:25 1413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Padahal apa gunanya meromantisisasi sesuatu jika hanya membuat kita buta pada realitas di lapangan?

Salahkah Jika Seseorang Sukses Karena Privilese?

Ketika membicarakan kisah sukses tokoh-tokoh ternama, kadang cerita itu diromantisisasi sedemikian rupa.

Bill Gates, misalnya.

Kita lupa bahwa pendiri Microsoft ini bukan dari keluarga biasa-biasa saja.

Ibu Bill Gates, Mary Gates, adalah salah satu direktur di perusahaan IBM. Ayahnya adalah seorang pengacara.

Awal perusahaan Microsoft baru berdiri, IBM memberi kesempatan untuk mengembangkan sistem operasi untuk komputer personal pertamanya. Dan itu tidak lepas dari bantuan sang ibu yang mendiskusikan perihal pendirian Microsoft kepada CEO IBM saat itu, John R Opel.

Kesuksesan seorang Putri Tanjung, CEO Creativepreneur dan Stafsus Kepresidenan, tentu tidak lepas dari privilesenya sebagai putri konglomerat, Chairul Tanjung.

Dan jangan lupakan bisnis kuliner Sang Pisang milik Kaesang Pangarep serta Markobar milik Gibran Rakabuming Raka. Di mana-mana yang namanya anak kepala negara pasti punya privilese lebih dibanding rakyat jelata.

Apakah mereka salah jika memanfaatkan privilese untuk mencapai kesuksesan?

Tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun