Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

IKN, Tantangan Pertahanan dan Keamanan Baru?

11 Februari 2022   21:06 Diperbarui: 16 Februari 2022   04:46 2375
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Desain IKN baru.| Sumber: Youtube Presiden Joko Widodo via Kompas.com

Selain hankam, beberapa faktor lain juga perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pemindahan ibu kota, misalnya faktor lingkungan, geografis, ekonomi, dan faktor sosial-budaya.

Dari segi geografis, posisi Jakarta memang dipandang strategis. Salah satu alasannya adalah kemudahan akses dan telah menjadi pusat dari berbagai aktivitas ekonomi dan politik, serta menjadi daya tarik utama bagi setiap orang Indonesia. 

Jakarta tidak dapat disangkal telah menjadi pusat perputaran uang mencapai 70 persen dari jumlah perputaran uang di tingkat nasional. Kondisi tersebut tentu tidak lepas dari peran Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan sekaligus pusat bisnis di negeri ini.

Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tentu saja akan mengalihkan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara. Sementara itu, Jakarta dapat tetap mempertahankan posisi strategisnya sebagai pusar perdagangan atau keuangan di Indonesia.

Dengan IKN baru Indonesia di Nusantara, maka beberapa faktor hankam di bawah ini perlu mendapat perhatian. Pertama, lokasi IKN Nusantara secara geografis berdekatan dengan wilayah konflik internasional di Laut Cina Selatan (LCS). 

Seperti diketahui bersama, China telah mengklaim wilayah perairan strategis itu melalui nine-dashed lines yang menyebabkannya berkonflik dengan 4 negara di Asia Tenggara. Walaupun Indonesia merupakan non-claimant state, namun sikap provokatif China terhadap eksplorasi gas di perairan Laut Natuna Utara perlu menjadi pertimbangan strategis bagi hankam di IKN baru.

Kedua, lokasi ibu kota negara berdekatan dengan perbatasan darat ke Malaysia sepanjang 2.062 km. Posisi ini merupakan pintu strategis bagi ancaman pertahanan dan gangguan keamanan Indonesia. 

Dibandingkan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste dan Indonesia dengan Papua Nugini, Indonesia cenderung lebih sensitif dalam isu-isu perbatasan dengan Malaysia. Walaupun pemerintah telah berusaha membangun kawasan-kawasan perbatasan negara, namun keberadaan IKN memerlukan kesiapan stakeholders hankam.

Ketiga, lokasi IKN ternyata bersebelahan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan choke point atau titik sempit dunia. Sementara itu, kawasan udara dari lokasi IKN berdekatan dengan Flight Information Region (FIR) milik negara tetangga, seperti Singapura (yang telah diserahkan kepada Indonesia), Kinabalu Malaysia, dan Manila Filipina. 

Yang perlu menjadi pertimbangan sangat serius adalah kenyataan bahwa ibu kota negara baru berada di dalam radius jelajah ICBM (intercontinental ballistic missile) dan rudal hypersonic negara tertentu.

Faktor keempat adalah ancaman strategis bahwa pulau Kalimantan merupakan lokasi dan jalur transnational crime bagi penyelundupan orang, narkoba, dan sebagainya. IKN juga merupakan terrorist transit triangle di Sulu, Sabah, dan Poso. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun