Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Artikel Utama

AUKUS: Tantangan "Strategic Hedging" dalam Sikap Hati-Hati Indonesia

22 September 2021   19:20 Diperbarui: 27 September 2021   17:51 459 28 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
AUKUS: Tantangan "Strategic Hedging" dalam Sikap Hati-Hati Indonesia
AUKUS berarti Australia dan AS akan bekerja sama secara erat dalam operasi laut di masa depan. (ROYAL AUSTRALIAN NAVY via BBC INDONESIA)

Lingkungan strategis yang berubah menuntut sikap yang jelas dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sikap sebuah negara akan menunjukkan sejauh mana kebijakan atau politik luar negeri dari negara itu menegaskan sikapnya terhadap perubahan struktur global. 

Struktur keamanan global tiba-tiba harus didefinisikan ulang ketika Amerika Serikat (AS) mengumumkan pembentukan Pakta Pertahanan Segitiga bersama Australia dan Inggris. 

Konsekuensinya adalah tentu saja berbagai negara, termasuk Indonesia, harus merespon aliansi pertahanan AUKUS itu. Respon tersebut sebagai bentuk nyata dari politik luar negeri Indonesia.

Sikap kehati-hatian Indonesia telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia. Seperti dilansir beriasatu.com (22/09/2021), pada forum virtual Asia Society kemarin, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mewakili pemerintah Indonesia mencatat bebagai komitmen Australia berkaitan dengan AUKUS. Komitmen itu meliputi janji Canberra untuk tetap menghormati prinsip non-proliferasi nuklir dan hukum internasional. 

Menlu Retno juga mengkhawatirkan kemungkinan peningkatan perlombaan senjata dan unjuk kekuatan di kawasan, yang selanjutnya berpotensi mengancam stabilitas keamanan kawasan.

Pernyataan itu sebenarnya merupakan respon wajar sebagai wujud dari sikap hati-hati pemerintah Indonesia. Sikap ini juga muncul dalam merespon perkembangan di Afghanistan. 

Namun demikian, sikap Indonesia masih menimbulkan pertanyaan besar. Apakah Indonesia akan berpihak kepada AUKUS atau netral (tidak memihak AUKUS dan tidak menolak China?0 Atau adakah kemungkinan pilihan kebijakan luar negeri lain yang akan diambil pemerintah Indonesia?

.jakpost.net
.jakpost.net

Doktrin Bebas dan Aktif

Sikap hati-hati Indonesia terhadap pembentukan pakta pertahanan AUKUS sebenarnya dapat dipahami. Kehati-hatian tersebut berkaitan erat dengan doktrin politik luar negeri (PLN) Indonesia, yaitu bebas dan aktif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan