Mohon tunggu...
Luca Cada Lora
Luca Cada Lora Mohon Tunggu... Mahasiswa/Pelajar -

Entrepreneur, vegan & energy enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Metana : Gas Penghancur Perisai Bumi dan Pemanfaatannya sebagai Energi Terbarukan #2

19 Agustus 2017   21:23 Diperbarui: 24 Agustus 2017   11:46 2497
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Negara-negara di Eropa merupakan pelopor dari pemanfaatan energi terbarukan ini. Dilansir dari European Biogas Association(EBA), pada tahun 2015 telah terdapat 17.376 plant atau industri pengolahan biogas di dataran Eropa. Angka ini akan terus tumbuh, terbukti pada tahun sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 3 persen. Dengan jumlah plantsebanyak itu, mampu menyuplai energi listrik lebih dari 13,9 juta kepala keluarga di Eropa atau setara dengan 60,6 juta terawatt hour.

Sumber : EBA

Kehadiran industri energi dengan output energi terbarukan seperti biogas bukan hanya memberikan nilai tambah di bidang ketahanan energi melainkan juga membantu menekan laju pemanasan global. Metana sebagai gas rumah kaca sudah semestinya dihentikan pertumbuhannya ke atmosfer, sehingga pemanfaatannya tidak hanya fokus pada sektor bisnis energi. Maksudnya adalah, untuk mengurangi laju pertumbuhan metana terutama oleh sektor industri agrikultur atau peternakan, tidak harus menunggu dibangunnya pabrik atau plant pengolahan limbah sektor tersebut. Semua dapat dilakukan melalui komunitas-komunitas di sekitar masyarakat dengan skala kecil, minimal dapat memenuhi kebutuhan energi mereka sendiri

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016 terdapat 16 juta sapi potong dan 500 ribu sapi perah dengan pertumbuhan terhadap tahun 2015 sebesar 4%. Artinya, sektor bisnis agrikultur akan terus bertambah dan limbahnya akan bertambah pula. Emisi karbon tidak hanya berasal dari sektor peternakan, melainkan limbah-limbah rumah tangga dengan jumlah 200 ribu ton per hari, kumulatif mulai dari sampah organik maupun anorganik. Data dari website www.esdm.go.id di artikel energi baru terbarukan pada tahyun 2011 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi bioenergi sebesar 49.810 MW sedangkan pemanfaatannya baru 3,2% dari angka tersebut.

Pemerintah tidak harus bekerja sendiri. Perguruan Tinggi sebagai pencetak aset bangsa dapat turun tangan melalui pengabdian masyarakat yang menurunkan keilmuannya di berbagai bidang terutama energi baru terbarukan.

Bersambung..

Sumber :

Motivasi : https://www.esdm.go.id/id/
https://www.esdm.go.id/id/page/kompetisi-15-hari-bercerita-energi

BPS, 2016, Populasi dan Produksi Peternakan di Indonesia
Diunduh di website bps.go.id

www.mnn.com Diakses pada : 18 Agustus 2017 pukul 15:32

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun