Mohon tunggu...
elde
elde Mohon Tunggu... Administrasi - penggembira

penggembira....

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

Karena Gagal Paham, Prabowo Marah-marah

31 Maret 2019   14:54 Diperbarui: 31 Maret 2019   14:59 835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dari debat capres-cawapres yang sudah berlangsung empat kali khususnya yang mempertemukan kandidat capres, telah menunjukkan bagaimana penampilan Jokowi susah untuk diprediksi lawan. Ketika tampil pada debat pertama dan kedua, Jokowi dinilai agresif dan banyak menyerang. Bahkan dikatakan seolah petahana tapi rasa penantang. Kubu Prabowo pun kalang kabut karena jagoannya dipecundangi. Isu Jokowi dapat bocoran pertanyaan hingga pakai earpiece pun dihembuskan untuk menutupi ketidakmampuan Prabowo mengimbangi Jokowi.

Pembisik-pembisik dibelakang Prabowo terus mendesak agar dia juga menggunakan strategi menyerang dan berharap bisa mempermalukan Jokowi. Kali ini Prabowo mengamini apa yang dibisikkan oleh lingkaran dekat orang-orang sekitarnya. Setelah kegagalan Sandi Uno yang diperkirakan akan mudah melibas Ma`ruf Amin di debat ketiga, tapi ternyata tidak terduga cawapres paslon 01 malah tampil begitu mengejutkan. Maka debat keempat yang mempertemukan antar capres adalah harapan tersisa untuk mendapatkan kemenangan.

Namun lagi-lagi kubu Prabowo dibuat melongo. Perkiraan bahwa Jokowi akan kembali tampil agresif dan debat menjadi seru karena saling serang, tidak terjadi. Capres 01 lebih banyak bertahan dengan memaparkan pencapaian prestasi kerjanya dan program yang akan dilakukan kedepan. Kemampuan meng-kick balik setiap pertanyaan Prabowo juga dilakukan dengan santun tapi mematikan lawan.

Ketika Prabowo curhat soal adanya tudingan dari pendukung Jokowi dikatakan bahwa dia pembela khilafah, dengan sabar dan adem dijawab Jokowi. Selama 4.5 tahun sebagai Presiden fitnah dan tuduhan soal PKI telah menyerangnya. Namun dia anggap hal biasa dan tidak pernah ditanggapi. Ibarat seorang bapak yang lagi ngemong dan sedang menasehati anaknya agar tidak perlu galau dan cengeng.

Kepiawaian Jokowi dalam menerapkan strategi debat terlihat nyata. Bagaimana dia bisa mempermainkan sisi kejiwaan lawan debatnya dengan penampilan berbeda dan tidak disangka yang membuat Prabowo kebingungan. Akhirnya capres 02 inipun menunjukkan karakter aslinya di forum resmi dengan tidak bisa mengontrol emosi. Marah-marah!

Peristiwa memalukan terjadi saat debat semalam muncul suara tawa di tengah-tengah paparan Prabowo mengenai pertahanan negara. Prabowo heran ada yang tertawa ketika dia memaparkan rapuhnya pertahanan negara.

Awalnya, Prabowo menjelaskan soal adanya hal yang dianggap salah dalam paparan Jokowi mengenai teknologi pertahanan. Prabowo menyatakan ada yang salah, sekalipun itu bukan Jokowi yang salah.

"Saya bukan menyalahkan, saya berpendapat. Kekuatan pertahanan kita masih rapuh. Salah siapa? Salah nggak tahu saya (lalu terdengar suara tertawa) elite...", kata Prabowo.

Prabowo pun bereaksi. Dia mempertanyakan suara tawa itu. "Jangan ketawa. Kenapa kalian ketawa? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa. Lucu ya? Kok lucu," kata Prabowo.   

Wujud asli Prabowo telah dipertontonkan. New Prabowo yang diharapkan oleh pendukungnya dengan segala cara memoles untuk pencitraan bahwa Prabowo yang dikenal suka marah itu tidak benar, berakhir gagal total. Jutaan pasang mata rakyat Indonesia menjadi saksi semalam bagaimana mantan mantu Soeharto ini grusa-grusu dan memang lemah mengendalikan emosi. Wataknya yang meledak-ledak lebih didahulukan sebelum mencerna dengan baik persoalan. Sudah gagal paham malah marah-marah!

Bila dilihat lebih cermat dan Prabowo bisa berpikir tenang dan jernih, ketawa penonton itu tidak menganggap lucu soal kekuatan pertahanan Indonesia yang masih rapuh seperti yang dia pikir. Tapi spontanitas tertawaan muncul karena Prabowo sudah menuding pertahanan lemah dan tidak menyalahkan Jokowi tapi malah balik bertanya salah siapa, lalu dia jawab sendiri tidak tahu.

Disitulah poin utama munculnya spontanitas tertawa penonton. Dan memang wajar jadi ketawaan karena lucu melihat ekspresi Prabowo yang berapi-api menuding kekuatan pertahanan Indonesia lemah tapi tidak bisa menunjuk itu salah siapa atau kesalahannya dimana. Persis seperti yang dikampanyekan selama ini bersama Sandi. Mau menurunkan harga kebutuhan pokok, listrik dan sejenisnya tapi di lain sisi ingin menjanjikan menaikkan pendapatan petani, peternak, nelayan dan ASN segala macam tapi tidak tahu cara apa yang akan dilakukan.

Sebenarnya bukan kali pertama Prabowo menunjukkan kemarahan di depan publik. Sudah sering terdengar bagaimana saat memarahi pendukungnya sendiri maupun wartawan. Bahkan ada cerita sempat menggebrak meja sampai 5 kali di depan kumpulan ulama. Namun kejadian semalam sangat memalukan karena di forum resmi dan akibat gagal paham.

Dalam closing statement, Jokowi menunjukkan kenegarawanan dengan mengibaratkan secara singkat kegemarannya naik sepeda dan rantainya sering putus. Walaupun kadang berbeda pendapat dengan Prabowo namun persahabatan mereka tidak akan pernah berhenti dan tetap akan disambung terus. Teladan yang patut dicontoh oleh kedua kubu pendukungnya.

Secara keseluruhan debat, publik bisa menilai keduanya memang nasionalis dan Pancasilais. Kelebihan sosok Jokowi sebagai pemimpin lebih realistis dan visioner. Sedang Prabowo terlihat memiliki ambisi besar tentang negara ini tapi cenderung utopis tanpa melihat realitas di lapangan dan dipikirnya semua masalah dapat diselesaikan secara instan.

Sumber.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun