Mohon tunggu...
elde
elde Mohon Tunggu... Administrasi - penggembira

penggembira....

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

"Warung Anjing" di Taman Kota Terbesar Dunia

29 Desember 2015   17:35 Diperbarui: 30 Desember 2015   00:29 893
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

[caption caption="foto: kareth.de"][/caption]Bisa dibilang tahun ini musim dingin begitu ekstrem. Biasanya bulan desember cuaca begitu dingin menyelimuti München dan sekitarnya. Namun hingga sekarang belum nampak adanya tanda-tanda hujan salju akan turun. Sinar matahari hampir muncul tiap hari dan temperatur pun kadang lebih dari 10 derajat. Tanaman dengan jenis bunga-bunga tertentu bahkan ada yang mulai menampakkan wujudnya. Seakan berada pada musim semi.

Kekecewaan dirasakan oleh mereka yang memiliki hobi bermain ski. Di saat liburan biasanya akan mendatangi tempat-tempat yang menyediakan untuk berselancar, tapi tidak ditemukan adanya salju. Orang pun harus ekstra menempuh perjalanan lebih jauh di pegunungan Alpen dan berada minimal diatas ketinggian lebih dari 1.500 meter. Itupun salju tidak sebanyak seperti musim dingin tahun lalu.

[caption caption="sungai nan jernih dipinggir jalan..dok.elde"]

[/caption]

Minggu kemarin, cuaca hangat menyelimuti kota München dengan temperatur berkisar 14 derajat. Saat tepat untuk menikmati sinar matahari dengan berjalan-jalan. Englischer Garten menjadi pilihan karena letaknya tidak jauh dari rumah dan suasananya yang alami. Sepi dari hiruk pikuk suara bising mobil. Hanya sepeda dan kadang kereta kuda yang mengangkut wisatawan berkeliling.

[caption caption="dimusim panas buat jemur diri dan mandi...muenchenblogger.de"]

[/caption]

Taman kota yang lebih mirip hutan kecil tersebut memiliki luas sekitar 417 ha dan tercatat sebagai yang terbesar di dunia. Keberadaan taman yang sudah sejak tahun 1789 ini tiap tahunnya dikunjungi lebih dari 3.5 juta orang. Selain sebagai tempat wisata juga surga bagi penyuka olahraga ringan. Bersepeda, jalan kaki, bermain sepakbola maupun jogging. 

[caption caption="surfing dibawah jembatan...dok.elde"]

[/caption]

Sungai besar dan kecil yang melintasi taman bisa digunakan untuk bermain kayak maupun surfing. Selain itu pada musim panas, ramai orang mandi dan berjemur diri sambil membuat grill di pinggiran sungai. Danau-danau kecil menambah suasana alamiah dengan hijaunya pemandangan sekitar. Di tempat tertentu dan terbuka bagi pecinta FKK (Freikörperkultur), budaya telanjang bulat, bisa mengekspresikan kegemarannya. Menjadi sebuah pemandangan menarik tersendiri bagi yang suka lirak-lirik. Bermacam restauran hingga kios juga bertebaran disini. Satu yang yang terkenal dan wajib dikunjungi adalah rumah makan ala Bayern dan juga dilengkapi Bier Garten sebagai ciri khas daerah ini, Chinesischer Turm atau Menara Cina.

[caption caption="Menara China...image.fotocommunity.de"]

[/caption]

 

Dari sekian banyak restauran ada satu yang menarik dan untuk kedua kalinya kami mampir di tempat ini. Walaupun tergolong tidak murah harganya, tapi masakan yang disajikan cocok untuk lidah kami karena terasa enak dengan porsi besar. Tempat yang lebih pantas disebut warung karena hanya rumah kecil dengan tenda-tenda diluar. Selain menu tetap yang disediakan dan kebanyakan masakan tradisional, juga ada penawaran menu yang tiap hari berbeda. Waktu itu ada curry ala India dengan daging kalkun dan nasi brasmati rasa pedas. Cocok banget!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun