Mohon tunggu...
Lolita Loli
Lolita Loli Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Baca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Efektivitas Kebijakan Moneter dan Pasar Uang Bank Indonesia

30 November 2022   14:11 Diperbarui: 30 November 2022   14:24 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bang indonesia terus mempercepat program perkembangan pasar uang untuk menjawab tuntutan global, tantangan peningkatan tren digitalisasi transaksi, dan inovasi keuangan yang terus berkembang. Untuk membangun pasar uang modern dan maju, kebijakan Bl belum di arahkan pada tiga hal yaitu, mendorong digitalisasi dan penguatan infrastruktur pasar keuangan, meningkatkan efektifitas transaksi kebijakan moneter, dan mengembangkan sumber pembiayaan ekonomi dan pengelolaan resiko.

Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang (free floating ). Namun kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Bank indonesia sejak sejak 1 juli 2005 menetapkan kerangka kebijakan moneter inflation targenting framework (ITF).

Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, bank indonesia melakukan pengendalian moneter melalui pasar uang baik rupian mapun valuta asing. Untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran dan pengolahan uang domestik yang efisien, likuid dan dalam.

Efektiifitas kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah tetapi juga memberikan fleksibelitas bagi pelaku pasar dalam langka pengelolaan dana, baik untuk kegiatan pendanaan, investasi maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Pengaturanpasar uang juga di lakukan dengan memperhatikan praturan perundang -- undangan mengenai pembendaharaan negara terkait penggunaan instrumen surat utang negara sebagai instrumen moneter melalui oprasi moneter yang di lakukan antara lain dengan transaksi repurchase agregaement ( refo). Pengaturan pasar uang di maksutkan untuk memberikan landasan hukum sehingga dapat menjadi pedoman dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku pasar dalam bertransaksi di pasar uang.

Kode etik pasar adalah norma moral profesional tentang perbuatan yang 

harus di lakukan dan yang harus di hindari yang menjadi pedoman berperilaku di pasar uang dan pasar valuta asing beserta derifatifnya. Sebagai acuan pasar dalam menetapkan etika tersebut telah di terbitkan Market code of conduct: Guedeline to Marked Pracitices in the Financial Market.

 Untuk memperkuat serta membangun pasar uang moderen dn maju, kebijakan Bl diarahkan ada tiga yaitu, mendorong digitalisasi dan menggunakan infrastruktur pasar keuangan, meningkatkan efektifitas transmisi, kebijakan moneter dan mengembangkan sumber pembiayaan ekonomi, pengelolaan ekonomi dan pengelolaan resiko.Pasar uang semakin moderen di mana koutasi harga dapat di akses oleh pelaku pasar uang lain nya. 

Dalam ranngka memperkuat efektifitas tranmisi kebijakan moneter, pada 19 Agustus 2016 Bank indonesia menetabkan Bl 7-day (Reverse) Repo Rate (Bl 7DPR) sebagai suku bunga kebijakan yang mempresentasikan sinyal respons kebijakan moneter moneter dalam mengendalikan inflasi sesuai sasaran. Pengunaan Bl 7DPR sebagai suku bunga acuan merupakan bagian dari reformulasi kebijakan moneter yang di lakukan oleh Bank indonesia.Dengan ETP Multimatching sistem,adalah sistem yang bermanfaant untuk mendukung terciptanya pooling likuiditas dan pembentukan harga yang efisien dan trasparan sehingga dapat di harapkan mendukung pengembangan trans saksi Repo, DNDF, dan trassaksi di pasar uang lainnya. 

Bank indonesia telah mempersiapkan reformasi regulasi pengaturan pasar uang.Repormasi ini akan mencakup penguatan penguatan regulasi yang ada saat ini atas strategi pengembangan, perizinan, dan pengawasan di pasar uang, serta pengaturan melalui pelaporan dan pengelolaan data dan informasi pasar uang. Pelaku pasar dalam melakukan kegiatan di pasar uang, implementasi BPPU dilakukan melalui penguatan produk, partisipan harga dan infrastruktur yang akan membantu proses percepatan pasar uang yang likuid, dalam efisien dan aman untuk mendukung pencapayan stabilitas harga, stabilitas sistem keuangan, pertumbuhan ekonomi serta inklusifitas UMKM.

Penulis : Lolita

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Palangkaraya

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun