Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Ahli Gizi

Lecturer at Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik ❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Jangan Bertahan pada Sebuah Hubungan hanya karena Kasihan

4 Maret 2019   23:19 Diperbarui: 4 Juli 2021   04:59 1303
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jangan Bertahan pada Sebuah Hubungan hanya karena Kasihan (Ilustrasi Thinkstock | lifestyle.kompas.com)

"Jadi selama ini kamu beneran cinta atau kasihan aja?"

Lalu seseorang dihadapan saya terdiam. Entah sedang berpikir untuk mengaku atau berkhayal untuk mengarang jawaban sebijak-bijaknya.

"Aelah kelamaan!", batin saya saja

***
Mari mempersempit bahasan. Soal hubungan yang akan diceritakan disini adalah mengenai pertalian dua insan yang belum resmi dihadapan negara ataupun agama. 

Bahasan soal hubungan yang bernama pacaran atau yang masih menuju, pendekatan. Hubungan yang katanya dibangun untuk meyakinkan satu sama lain sebelum melangkah menuju jenjang yang lebih serius lagi, pernikahan.

Baca juga : Strategi Keluarga Hubungan Jarak Jauh dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Bicara soal hubungan pacaran selalu saja menjadi asyik meski ceritanya tidak selalu mulus dan penuh gejolak. Mulai dari cerita indah masa-masa pada awalnya, keributan yang terjadi ditengah-tengah saat ada yang ketahuan tidak setia dan patah hati terhebat ketika tiba-tiba ia memutuskan tanpa kamu tahu alasannya. Ya, namanya juga masa-masa penjajakan, banyak dugaan yang meleset jadi wajar. Jangan banyak berharap.

Namun ceritanya akan jadi rumit dan bebannya terasa lebih lagi ketika sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu yang tak sebentar. Menjaga hubungan yang sudah lama dipertahankan rasanya memang akan sayang jika harus diputuskan. Namun apakah sebenarnya hubungan yang lama selalu pantas untuk dipertahankan terus menerus, tidak boleh putus?

Baca juga : Memperkuat Hubungan Keluarga Era Revolusi Industri 4.0

Jangan Bertahan hanya karena Kasihan

Ternyata banyaknya waktu yang kita habiskan dengan seseorang tidak menjamin bahwa cinta akan terus berada pada jalurnya. Seiring berjalan bersama, salah satu dari kalian -atau keduanya hanya tak ingin mengaku- merasa ada yang hilang, ada yang jadi hambar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun