Leya Cattleya
Leya Cattleya Asisten Pribadi

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Vanilla, Sang Anggrek Komoditas Seksi yang Tak Terawat

16 Mei 2019   07:05 Diperbarui: 16 Mei 2019   18:46 732 33 19
Vanilla, Sang Anggrek Komoditas Seksi yang Tak Terawat
Ellevation Coffee Traders (Sumber: www.monadnockoilandvinegar.com)

Vanila Sang Anggrek dengan Harga Menjulang

Belum lama ini saya menyaksikan video dari saluran the Economist "Why Vanilla is so expensive". Saya merasa malu betapa pengetahuan saya akan tanaman ini terbatas.

Film yang berdurasi 5 menit 19 detik ini memberi gambaran tentang tanaman vanilla yang tumbuh subur di Madagaskar sebagai produsen utama dunia. Harga vanilla juga membuat mata saya terbelalak, sebab per kilogram vanilla dihargai senilai 500 US Dollar. Harga ini dinilai lebih mahal dari harga perak untuk berat yang sama. 

Ice Cream Vanilla (planetminecraft.com)
Ice Cream Vanilla (planetminecraft.com)
Harga vanilla terus meningkat tinggi. Selain permintaan meningkat, juga pasokan tidak stabil. Satu hal, persoalan benalu adalah salah satu pengganggu tanaman. Juga produksi vanilla mengalami gangguan karena rusaknya keragaman hayati hutan. Ini kita pahami dalam konteks Indonesia karena pada umumnya vanilla berada di hutan rakyat. 

Dengan adanya iklim dan cuaca yang ekstrim, kerusakan vanilla juga jadi persoalan. Karena persoalan ini, pasokan terbatas dan harga vanilla tidak pernah turun. 

Perubahan iklim salah satu ancaman bagi vanilla untuk berbunga. Hal ini dapat memuat petani harus menunggu sekitar 5 tahun untuk dapat memperoleh pohon vanilla yang siap panen. Padahal permintaan akan vanilla selalu meningkat.

Karena persoalan keterbatasan pasokan vanilla, maka beberapa perusahaan seperti perusahaan Haggen Dazz bekerja sama dengan petani agar pasokan lebih stabil. Film juga menyebut bahwa di samping Madagaskar, Indonesia dan Uganda adalah pemasok vanilla dunia. 

Aerin Lauder, Minyak Wangi Vanilla Termahal (Estee Lauder.com)
Aerin Lauder, Minyak Wangi Vanilla Termahal (Estee Lauder.com)
Di sini saya terhenyak. Wow....Indonesia rupanya adalah salah satu pemasok utama vanilla dunia. Masuknya swasta dalam rantai nilsi Vanilla mengganggu pikiran saya. Di satu sisi ini akan mengamankan produksi, di sisi lain tentu muncul pertanyaan siapa penguasa rantai nilai vanilla? Apakah petani rakyat untung dari bisnisnya?

Mengapa untuk tanaman seseksi ini kita tidak terlalu kenal tanaman vanilla. Juga, saya tidak pernah mendengar secara memadai keberpihakan pemerintah pada produksi vanilla. Saya memang pernah mendengar di suatu tahun adanya informasi terkait meningkatnya status vanilla dalam pertanian kita. Tetapi, apa selanjutnya? 

Rasanya ingin saya mengetuk pintu rumah pak Menteri Pertanian pagi ini dan mengajukan beberapa pertanyaan soal pentingnya vanilla sebagai komoditas strategis, serta apa rencananya untuk vanilla? Apa yang sudah dilakukan untuk petani vanilla? Seberapa upaya kementrian untuk mendorong produksi vanilla dan kesejahteraan petaninya?

Ternyata vanilla adalah Anggrek

Vanilla (Photo: Dan Sams/Getty Images)
Vanilla (Photo: Dan Sams/Getty Images)
Vanilla ternyata dari keluarga anggrek 'Orchidaceae' yang memiliki 110 jenis spesies. Adalah bangsa Aztek di Meksiko yang menemukan vanilla. Uniknya, bangsa Aztek pula yang menemukan coklat (cacao). Dari situlah, vanilla dikenal sebagai tanaman komersial.

Vanilla sendiri berasal dari kata "Vina" dalam bahasa Spanyol yang berarti cangkang kecil. Vanilla bisa dikatakan sebagai satu satunya anggrek yang dimanfaatkan oleh berbagai industri. Bagian dari tanaman yang dipergunakan adalah bijinya. Sebut saja industri makanan, minuman, ice cream, coklat, kosmetik dan parfum. Vanilla memang merupakan rasa favorit dalam rangkaian makanan dan minuman kita.

Uniknya, hanya proses pemanenan vanilla yang tepat berikut proses fermentasi yang memunculkan aroma vanilla.

Vanilla ditemukan di daerah tropis, baik di Amerika, Asia maupun Afrika. Genus vanilla yang kita temukan dalam perkebunan atau hutan untuk dikonsumsi merupakan genus yang ditemukan oleh Plumier pada tahun 1754.

Karena merupakan keluarga anggrek, vanilla hidup sebagai epifit menumpang pada tanaman induk tanpa menyerap nutrisi atau menggagu kehidupan pohon yang ia tumpangi.

Dalam satu pohon vanilla yang merambat ke atas, satu batang vanilla akan terdapat satu sampau dua puluh empat (24) biji Dalam satu pohon yang sehat biasanya dedapatkan sekitar beberapa ratus biji. 

Dan, tentu saja karena ia adalah anggrek, ia tidak mudah tumbuh begitu saja. Ia memerlukan penanganan dan pemeliharaan yang baik. Ia perlu sinar matahari cukup serta kelembaban yang memadai. Ini tentu menjawab pertanyaan tentang rentannya tanaman vanilla.

Karena berupa anggrek pula, saat ini terdapat tren untuk memelihara vanilla sebagai tanaman hias.

Indonesia Sebagai Salah Satu Produsen vanilla Terbesar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2