Mohon tunggu...
Lesterina Purba
Lesterina Purba Mohon Tunggu... Penulis

Hidup hanya sebentar perbanyaklah kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

"Amelia" Penunggu Rumah

29 Oktober 2020   07:43 Diperbarui: 29 Oktober 2020   07:47 35 16 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Amelia" Penunggu Rumah
Dok. pribadi

Novel berjudul Amelia karya Tere Liye.

Ada empat buku novel Tere Liye yang berhubungan satu sama lain.

Cerita di novel ini berkisah tentang keluarga Syahdan yang memiliki anak 4 orang. Dua perempuan dan dua laki-laki. Berikut nama anak-anak mereka sekaligus dijadikan novel setiap nama.
 1. Eliana kakak paling tua atau si sulung
 2. Burlian
 3. Pukat
 4. Amelia si bungsu

Novel Amelia karya Tere Liye tentang seorang anak perempuan pemberani dan perhatian penuh kepada keluarga serta desanya. Amelia sering diejek saudaranya Pukat dan Burlian menjadi penunggu rumah. Kebiasaan di kampung mereka si bungsu tidak boleh jauh-jauh karena harus menjadi penunggu rumah menemani masa tua orang tuanya.

Novel Amelia latarnya ada di lembah Bukit Barisan yang memiliki penghasilan dari kebun kopi dan karet. Tetapi karena cara mereka masih menggunakan warisan nenek moyang. Sehingga bila tiba masa panen tidak banyak menghasilkan buah.
Tokoh Amelia yang biasa dipanggil Amel berperan penting di dalam novel ini padahal dia masih kelas 4 SD.

Amelia mirip seperti perangai ibunya peduli dan teguh pada pendiriannya. Bila sudah dipikirkannya dia masih resah bagaimana caranya mengatasi solusinya. Amelia memiliki ayah yang sangat bijak mau memberikan waktu luang bertukar pikiran dengannya.

Amelia pernah iri sama kakaknya Eliana karena dia selalu bisa menjadi andalan Emak. Mengatur semua adik-adiknya sehingga pekerjaan rumah beres. Amelia tidak terima Eliana menyuruh- nyuruh dan sering memarahi karena kesalahannya.

Amelia peduli juga kepada teman sekelasnya yang sering bolos sehingga dia disuruh Pak Bin guru mereka yang paling bijak karena saat itu hanya pak Bin yang mengajar mereka dari kelas 3 sampai 6.

Amelia suka membaca buku cerita sehingga banyak ilmu yang didapatnya. Suatu hari ketika paman Unus datang dari kota seperti biasa setiap bulan pasti mengajak mereka berpetualang ke hutan. Di sini awalnya Amelia bersama temannya Maya menemukan pohon kopi liar sangat besar dan berbuah lebat. Kopi ini cocok dijadikan sebagai pembibitan. Mereka memanennya dan membawanya pulang.

Berawal dari bibit kopi super yang ditemukan di tengah hutan, Amelia punya gagasan agar bibit itu dijadikan benih dan kopi yang lama segera diganti. Banyak rintangan atas ide Amelia. Bahkan bibit itu berhasil tumbuh hingga ditanam di lahan percobaan masih dilanda bencana banjir bandang. Tapi semenjak itu prinsip pertanian di kampung mereka lebih maju. Amelia melanglang buana sambil menimba ilmu sampai ke luar negeri. Tetapi keberhasilannya dalam hidup tidak membuatnya lupa kampung halaman. Amelia tetap kembali ke kampung halaman setelah dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.

Demikian kisah Novel Amelia, kisahnya sungguh luar biasa padahal sesuainya belum tentu memikirkan kampung halamannya.

Sampai jumpa lagi, sobat kompasianer. Demikian dulu ya. Sampai jumpa lagi di tulisan selanjutnya. Terima kasih.

VIDEO PILIHAN