Mohon tunggu...
Leonardo Juan Ruiz Febrian
Leonardo Juan Ruiz Febrian Mohon Tunggu... Pelajar

Hanya orang biaya yang dipilih Tuhan untuk bercerita melalui tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Gaya Permainan Pemain Liga 1 Jelek Banget

19 April 2021   14:20 Diperbarui: 19 April 2021   14:21 40 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gaya Permainan Pemain Liga 1 Jelek Banget
( Foto : bola.kompas.com)

Selamat pagi, siang, dan malam. Hai semua, apa kabarnya ? Semoga kita selalu sehat dan bersyukur atas hidup ini. Selalu taati protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19.

Tadi malam Persija berhasil melaju ke babak final usai menaklukan PSM melalui babak adu penalti. Dan sekarang Persija sedang menanti lawan yang akan dihadapi di partai puncak nanti, Persija akan menunggu pertandingan antara PS Sleman melawan Persib Bandung, untuk saat ini Persib lah yang diunggulkan karena menang aggregat di leg-1 dan secara komposisi pemain juga lebih solid dibandingkan PS Sleman.

Diluar pertandingan dan apapun kita harus mengapresiasi semua pihak yang telah bertugas untuk menyelenggarakan Piala Menpora ini. Kita ketahui Piala Menpora ini diselenggarakan sebagai uji coba sebelum digelarnya liga 1 dan liga 2. 

Tetapi bagi saya pribadi diselenggarakannya Piala Menpora ini menjadi momentum untuk melihat bakat-bakat hebat yang ada di negeri ini. Sejauh ini kalau dilihat dari komposisi pemain yang ada, ini adalah format terbaik yang dimiliki liga Indonesia, karena banyak pemain lokal dan pemain asingnya tidak banyak.

Meskipun pertandingan sudah sampai laga semifinal, saya tetap kecewa dengan gaya permainan yang disajikan tim-tim yang bertanding di Piala Menpora ini. Gaya permainan yang cenderung sangat monoton dan membosankan untuk ditonton. Padahal ekspektasi saya ya ada lah perubahan meskipun sedikit.

Saya bingung, apakah memang semua tim disuruh untuk bermain secara direct play, atau bagaimana. Akurasi pemain di liga kita sendiri kalau boleh bilang ya jelek banget. Ada pemain yang larinya kenceng tapi akurasi passingnya jelek dan sebaliknya. Saya pun bisa memahami, efek dari off season akibat pandemi covid-19 menyebabkan kulaitas pemain menurun.

Permasalahannya ini tidak terjadi sekali dua kali melainkan selalu terjadi.  Jarak pemain antar lini ini sangat jauh sehingga pemain sering kehilangan bola, dan menyerang pun sering tidak berpola atau tidak memiliki shape yang jelas. Saya sendiri juga tidak terlalu berharap bahwa kualitas pemain kita bisa menyamai kualitas pemain liga eropa, tetapi setidaknya bisa lah menyamai Thailand atau pun Jepang dan Korea Selatan.

Memang sepak bola itu perlu progres, tetapi sampai kapan, saya juga merasa kecewa sebenarnya jika ada politik dicampurkan dengan olahraga. Sepak bola ditonton sebagai hiburan yang menarik dan edukasi, kalau gaya permainannya membosankan bagaimana bisa membuat penonton tertarik menonton.

VIDEO PILIHAN