Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Malaikat, Lily, Cattleya] ART Paling Beruntung

17 September 2019   06:00 Diperbarui: 17 September 2019   06:56 371
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Bukan, saya penulis." tutur Tuan Calvin, tersenyum ramah.

"Bohong ketang. Tuan Calvin teh pengusaha sukses. Mobilnya empat, rumahnya banyak, restorannya ada tiga, supermarketnya ada dua, punya stasiun tipi sendiri! Kurang sukses apa coba?" ceplos saya.

"Minah, saya biasa aja..."

Si Esih duduk di depan meja. Ada tujuh macam buah segar buat rujak kanistren: bengkoang, jeruk, belimbing, mentimun, jambu biji, apel, dan apel. Lagak Esih kayak penjual rujak aja. Itu rujaknya saya yang siapin loh sama sesepuh yang lain. Semua buah-buahan dibeli pakai uang dari Tuan Calvin. Tuan berkeras mau bantu. Tuh kan, Tuan baik banget.

**   

Walaupun Tuan Calvin baiknya setengah mati, saya teh heran. Kok istrinya gitu amat ya? Kalau kata Esih, Nyonya Sivia itu julid.

Sering saya lihat Nyonya Sivia cakar tangan Tuan Calvin pakai kukunya yang panjang berkuteks. Saya juga pernah lihat Nyonya Sivia gigit lengan Tuan. Gemes saya. Memangnya lengan Tuan Calvin itu roti, pakai digigit-gigit?

Malam itu, Nyonya Sivia pulang telat. Saya belum tidur, keasyikan nonton sinetron. Buru-buru saya sambut Nyonya Sivia pakai segelas teh kesukaannya.

"Calvin mana?" Nyonya Sivia bertanya ketus.

"Udah tidur, Nyonya. Tuan keliatan capek banget."

Nyonya Sivia mendengus. Dia balik kanan, naik ke lantai atas, terus masuk ke kamar utama. Kamar tidur utama mewah pisan. Ruangannya full AC, Tvnya 55 inchi, kamar mandinya ada shower lapis emas, dan ranjangnya besaaaaaar pisan. Ada sofa plus grand piano plus home theatre.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun