Mohon tunggu...
Lanjar Wahyudi
Lanjar Wahyudi Mohon Tunggu... Human Resources - Pemerhati SDM

Menulis itu mengalirkan gagasan untuk berbagi, itu saja. Email: lanjar.w77@gmail.com 081328214756

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kekuatan Visualisasi Echa

11 November 2022   12:14 Diperbarui: 11 November 2022   13:25 200
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi kungfu woman (profesorchikungytaichi.com)

Tiap hari suami sedapat mungkin cari info dari koran, dari teman, makelar, dan siapapun. Sambil menggendong si kecil saya melihat suami menuliskan daftar mobil, tahun pembuatannya dan harga yang ditawarkan. Seperti Daihatsu Charade tahun 85 dengan harga 14 juta rupiah, Toyota Corolla DX tahun 84 dengan harga 20 juta rupiah, Suzuki Carry tahun 90 dengan harga 25 juta rupiah, dan lain-lain.

Singkat cerita setelah hampir 6 bulan berusaha mencari mobil, dan juga dananya, akhirnya kami sepakat membeli sebuah mobil sedan tua berusia 20 tahun, Mazda Interply buatan tahun 90 dengan harga 30 juta rupiah. Dan kami sangat bersyukur dan bahagia saat itu. Sebuah pencapaian yang besar untuk ukuran keluarga kami pada masa itu. 

"Berjalan dengan waktu akhirnya kami bisa mengganti mobil kami dengan mobil baru, Suzuki Ertiga GX  keluaran dari dealer, empat tahun kemudian. Kisah mendapatkannyapun hampir mirip. Sebuah anugerah yang luar biasa.", tutur Echa mengakhiri ceritanya.

*

Kisah Echa diatas dimulai dengan sebuah kondisi pada keluarga barunya dengan segala keterbatasan, kemudian muncullah sebuah keinginan untuk memperbaiki kondisi yang kurang nyaman agar menjadi lebih nyaman, lebih baik. Dari keinginan itu ia dan suaminya mencoba membayangkan kondisi ideal yang ingin mereka capai, rasa bahagia yang muncul, dan berbagai kenikmatan yang bisa mereka rasakan untuk keluarga sendiri maupun orang tua. 

Ini mengingatkan saya pada Buku Besar Peminum Kopi karya Andrea Hirata ketika Maryamah Karpov alias Nong sedang terdesak dalam pertandingan catur melawan master catur di kampungnya, "Jika teknik tak mampu, gunakan imajinasi", katanya. Nong akhirnya menang, sama seperti  Echa bertutur. Dan kisah ini ditutup dengan indah, keinginan menjadi kenyataan.

Apa yang dilakukan Echa dan suaminya walaupun mungkin tanpa sadar dan mengerti teorinya, adalah visualisasi dan afirmasi diri. Sebuah metode untuk memotivasi diri dalam rangka mencapai tujuan yang sangat diinginkan agar menjadi kenyataan. Teknik ini pada intinya adalah menciptakan sebuah imajinasi di dalam pikiran bawah sadar kita, yang akan menjadi peta jalan bagi pikiran sadar kita malakukan langkah-langkah riil untuk mewujudkannya menjadi kenyataan, semacam aplikasi google map atau waze yang bisa menuntun kita tiba di lokasi tujuan.

Inilah teknik visualisasi yang bisa anda coba:

Ambillah contoh tentang keinginan memiliki rumah. Anda bisa melakukan teknik visualisasi ini setiap hari, misal setiap malam hari sebelum tidur dirangkai dengan doa malam anda.

Pejamkanlah mata, atur nafas. Bayangkan sebuah rumah sesuai yang anda inginkan, mulai pagar, halaman depan, teras, garasi, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, toilet, dapur, ruang laundry, sampai halaman belakang. Bayangkan warna dindingnya, bunga-bunga yang warna-warni yang anda letakkan ditempatnya, rumput hijau yang indah, dan furnitur yang anda posisikan dengan bagus di setiap ruangan.

Nikmatilah anda sedang makan bersama dengan pasangan, dan anak-anak di ruang makan. Kemudian bercanda bersama sambil menonton TV di ruang keluarga, anak-anak berlarian dari halaman belakang melintas di ruang tengah menuju halaman depan.

Tersenyumlah bahwa anda yakin akan memiliki semua itu dalam sekian waktu yang anda tetapkan. Yakinilah bahwa Tuhan membantu anda untuk mewujudkan semua gambaran itu, DIA bekerja sama dengan anda, bahkan bekerjasama dengan semua orang disekitar anda, untuk mewujudkan harapan anda. Tutuplah dengan doa dan  ucapan syukur, untuk memantapkan semua yang anda visualisasikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun