Mohon tunggu...
Lanjar Wahyudi
Lanjar Wahyudi Mohon Tunggu... Pemerhati SDM

Menulis itu mengalirkan gagasan dengan segala riak dan gelombangnya, sampai akhirnya menjadi lautan tulisan yang luas dan indah. Bisa hubungi saya di: lanjar.w77@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Mengulik Peningkatan Produktivitas Melalui Gaya Kepemimpinan dan Kepribadian Karyawan

26 Maret 2021   04:00 Diperbarui: 26 Maret 2021   17:00 239 16 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengulik Peningkatan Produktivitas Melalui Gaya Kepemimpinan dan Kepribadian Karyawan
Ilustrasi Desainer Produk Membuat Prototip. Sumber: casquette.co.uk

Produktivitas merupakan kunci dari keberlangsungan sebuah perusahaan, apalagi jika menyangkut perusahaan yang memproduksi barang, misalnya industri manufaktur.

Pada industri manufaktur produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari tingkat kerumitan proses manufaktur sampai dengan metode kerja yang belum tepat yang mengakibatkan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi hal ini, secara teknis bisa diselesaikan  dengan tersedianya peralatan  dan  teknologi  yang memadai, atau dengan melakukan perbaikan prosedur kerja, sehingga dapat menghilangkan pemborosan waktu kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Tata letak  peralatan atau keadaan ruang kerja yang kurang baik, merupakan penyebab lain terjadinya pemborosan yang mengurangi produktivitas, terutama akibat aliran proses kerja yang tidak lancar.

Selain faktor teknis tersebut, ada faktor non teknis yang turut mempengaruhi produktivitas ditilik dari sisi sumber daya manusianya, para pekerja yang mempunyai kepribadian kerja yang tidak adaptif terhadap nilai-nilai budaya kerja perusahaan juga merupakan unsur yang bisa memperlambat penyelesaian kerja, misalnya karena kurangnya disiplin, malas, kurangnya tanggung jawab, atau kurangnya gairah kerja akibat kurangnya motivasi kerja.

Kepribadian seseorang berperan penting bagi peningkatan produktivitas kerja, karena didalamnya terdapat unsur keyakinan terhadap nilai-nilai, sikap, etika dan kedisiplinan kerja.

Banyak hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa produktivitas sangat dipengaruhi oleh  faktor  knowledge, skills, abilities, attitudes, dan behavior dari para pekerja yang ada di dalam organisasi sehingga banyak program perbaikan produktivitas meletakkan hal-hal tersebut sebagai asumsi-asumsi dasarnya.  

Berbicara tentang kepribadian karyawan maka tidak lepas dari definisi kepribadian itu sendiri. Kepribadian adalah organisasi dinamis  dalam individu sebagai sistem psikofisis  yang menentukan caranya yang  khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Perilaku atau behaviors yang dimiliki pekerja merupakan hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam, mengingat bahwa setiap karyawan tentu saja memiliki kepribadian yang berbeda-beda, yang mendukung produktivitas kerjanya. Penekanan pada faktor manusia sebagai unsur penentu untuk kenaikan produktivitas dalam kondisi tertentu haruslah mendapatkan prioritas yang lebih tinggi dibandingkan faktor-faktor teknis.   

Kepribadian Tipe A

Salah satu hasil penelitian yang menguraikan kepribadian orang berdasarkan karakter perilaku tertentu adalah Dr. Meyer Friedman dan Dr. Ray H. Rosenman pada awal tahun 1970-an. Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, diperolehlah 2 (dua) tipe  kepribadian yaitu kepribadian  tipe A dan kepribadian tipe B. Mereka menyimpulkan bahwa orang yang mempunyai kepribadian tipe A memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Sangat kompetitif dan berorientasi pada pencapaian.
  • Merasa waktu selalu mendesak.
  • Sulit untuk bersantai.
  • Menjadi tidak sabar dan marah jika berhadapan dengan keterlambatan atau dengan orang yang dipandang tidak kompeten.

Walaupun tampak dari luar tipe A sebagai orang yang percaya diri, namun mereka cenderung mempunyai perasaan keraguan diri yang terus-menerus dan itu memaksa mereka untuk mencapai lebih banyak dan lebih banyak lagi dalam waktu yang lebih cepat. Sehingga mereka melakukan usaha-usaha berikut:

  • Memikirkan dan melakukan dua hal sekaligus.
  • Menjadwalkan semakin banyak aktivitas dalam waktu yang semakin sempit.
  • Menjadikan selalu datang tepat waktu sebagai prioritas.
  • Sulit untuk duduk saja tanpa melakukan apapun.
  • Menilai kesuksesan diri sendiri dan orang lain dengan membandingkan jumlah.
  • Tidak sabar melihat orang lain mengerjakan hal-hal yang menurutnya dapat dilakukan lebih cepat dan baik.

Keunggulan Kepribadian Tipe A

Robbins & Judge  menekankan bahwa orang dengan kepribadian Tipe A merupakan pekerja yang berfokus pada kuantitas dan kecepatan, serta menunjukkan daya saingnya dalam bentuk bekerja lebih lama. Hal ini senada dengan pendapat Frieldman dan Rosenman sebagaimana penjelasan sebelumnya. Dari kedua pendapat tersebut maka dapat diketahui adanya suatu potensi dimana orang-orang yang memiliki kepribadian tipe A merupakan pekerja yang produktif.

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Produktivitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN