Syasya_mam
Syasya_mam Ibu Rumah Tangga

Annyeonghaseo ^_^

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sedekah Laut yang Mengusik Hatiku

12 Oktober 2018   21:48 Diperbarui: 12 Oktober 2018   22:01 885 9 4
Sedekah Laut yang Mengusik Hatiku
Iring iringan sedekah laut. Dokpri

"Mba mumpung lagi di Indonesia hayuuuk lihat acara sedekah laut dikampung saya?"ucap seorang kerabat dekat.

"Sebenernya saya gak tega lihat acara sedekah laut, jujur hati saya pingin nangis "ucap saya menjelaskan. Saya lihat kerabat terkejut mendengar ucapan saya yang serius.

"Lho kok?"

"Yang perlu disedekahin tuh anak yatim piatu kaya saya ini lho? Laut kan  sudah kaya. Kita ambil tiap hari sampai berjuta ton aja isi laut masih banyak aja. Kalau saya diambil seratus ribu aja udah habis isi dompet"sambil becanda bermaksud biar gak tersinggung. Karena buat saya ini ranah sebuah keyakinan.

"Wahaha bisa aja mba. Inikan tradisi turun temurun mba." Ucapnya lagi

"Iya tradisi yang bikin Indonesia itu beragam." Ucap saya lagi.

-Beberapa hari kemudian-

Pagi pagi kerabat sudah datang kerumah. Hayuuuk lihat sedekah laut biar jadi tau, sedekah laut itu seperti apa.

Sebenarnya gak mau lihat, tapi bikin senang kerabat yang ngajak  apa salahnya. Semoga ada pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari acara tersebut. 

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Tepat dihari ini tanggal 12.10.2018 pukul 8 saya lihat iring iringan sedekah laut. Lokasinya berada dipesisir kota Cilacap. 

Kebetulah hajatan sedekah laut emang diselenggarakan tiap tahun dibeberapa wilayah pesisir di kota Cilacap. Berapa titik wilayah yang mengadakan acara sedekah laut, adalah di daerah menganti, lengkong, tegalasri, tegalkamulya,  telukpenyu dan beberapa tempat lagi. Kebetulan saya lihatnya di daerah Lengkong.

Menurut keterangan kerabat dana bikin acara sedekah laut tidak lah sedikit bisa mencapai 200 juta lebih. Waduhhh akehe pol ya? Bisa bikin bangun rumah. 

Dari mana kah dana tersebut didapat? Dari seponsor kah? Atau dari dana desa?

Menurut penuturan msyarakat lengkong dana tersebut didapat dari para nelayan dan para juragan kapal. Setiap kali nelayan melaut maka TPI  ( tempat pelelangan ikan) menarik uang iuran sebesar 6.000 rupiah per kapal yang pergi melaut. Kekuranganya ditariki dari para juragan sebesar 500 ribu dan 200 ribu dari yang punya kapal. 

Acara sedekat laut diarak dari kelurahan dan dilarung kelaut lepas. Malam sebelum sedekah laut para nelayan mengadakan slematan yang disebut kepungan. Kepungan tersebut dimaksud semoga acara sedekah laut berjalan dengan baik. Malam haripun nanggep wayang semalam suntuk. 

Tepat jam 8 pagi acara sudah dimulai. Rumah rumahan yang telah dihias dan diisi pernak pernik berbagai makanan minuman hasil laut dan hasil bumi berupa sayur mayur dan buah buahan turut serta didalam rumah rumahan yang akan dilarung.

Rumah rumahan yang diarak tersebut diiringi oleh para nelayan, para ibu ibu ikut serta di dalam truk sambil menumbuk padi ada juga kuda lumping. Iring iringan tersebut berakhir ditepi pantai. Ada sebuah rumah rumahan yg sudah menunggu di dekat pantai. Rumah rumahan tersebut lebih besar dan disebut rumah pokok.

Penasaran ingin tahu apa aja isinya? Menurut masyarakat lengkong isinya ada emas juga lho? Weeee emas boongan kali? Sayang banget emas kok dibuang kelaut. Mending buat saya hehe. Atau jangan jangan emas plasu ya? 

Ternyata emas bukan sembarang emas. Emasnya juga emas khusus berupa sepasang giwang yang biasa dipakai ibu ibu jaman dulu yang banyak mata matanya. Giwangnya harus model begitu, gak boleh model lain. Wkwk kok gak giwang bentuk hati aja chi biar keren hehehe. 

Di dalam rumah rumahan ada juga jarit lurik lurik dan kebaya berwarna hijau. Kebaya gak boleh warna pink apa lagi warna merah. Warna wajib hijau. Jarit juga gak boleh yang corak bunga bunga. Sendal juga harus yang slop beludru. Ada juga konde beserta tusuknya. Ada bedak dan pernak pernik dandanan. 

 Ada sebuah kepala kambing, berbagai jenis minuman, berbagai nasi, berbagai buah buahan, berbagai sayur sayuran dan berbagai jenis ikan. Serta bunga bungaan dan juga ada kemenyan yang dibakar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2