Mohon tunggu...
La Himmah
La Himmah Mohon Tunggu... Penulis - Be

Positive

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kembara

26 Juli 2019   20:52 Diperbarui: 26 Juli 2019   20:55 29
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

" Mengapa ulahku? Kau sendiri yang merencanakan perjodohan dengan anak-anak raja negeri sebrang " 

" Jika dari kecil kau tak mendidiknya seperti anak laki-laki semua ini tidak akan terjadi, sekarang aku tak tau dia dimana, dimana putri kita?!! "

" Apa yang salah dari berkuda dan memanah? "

****************

" Tidak bersyukur sekali anak itu, sudah enak di istana dengan pelayan yang banyak, malah kabur dari sana " ujar kakek menyesalkan sikap sang putri

" Bagaimana jika memang bukan lingkungan seperti itu yang ia mau? Bagaimana jika apa yang ia cari berada di luar tembok-tembok istana? "

Angannya memutar kembali masa satu purnama yang lalu. Raden Sekar Ajeng mengumumkan mengenai pertemuan tujuh kerajaan membahas akulturasi kerajaan-kerajaan melalui putra putri mereka. 

" Kau tidak bisa pergi memanah dalam satu bulan ini "

" Mengapa bunda? "

" Kau harus mendapat pengajaran mengenai silsilah kerajaan, tata berjalan, tata makan "

" Itu membosankan "

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun