Mohon tunggu...
Kusmirahayu Ira
Kusmirahayu Ira Mohon Tunggu... -

keep spirit !!! :D

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Berbagai Gejala yang Ada Kaitannya dengan Bakat, Intelegensi dan Belajar

6 Desember 2010   06:12 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:58 742
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Gejala Kognisi

Pernahkah kalian mendengar istilah kognisi ????

Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir.

Kognisi merupakan proses mental yang mencerminkan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses berpikir manusia.

Gejala kognisi meliputi :

·Pengamatan

Adapunproses-proses pengamatan adalah sebagai berikut:
Penglihatan,Pendengaran,Rabaan,Pembauan,dan pengecapan.

Agar orientasi pengamatan dapat berhasil dengan baik, diperlukan aspek pengaturan terhadap objek yang diamati, yaitu:

a.Aspek ruang : Kalo tidak ada pengaturan dari segi ruang, maka orientasi pengamatan individu tidak akan sempurna.

b.Aspek waktu : dunia dilukiskan dalam pengertian masa lampou, masa kini, dan masa yang akan datang.

c.Aspek gestal. Menurut sudut pandang gestal, objek yang kita amati diartikan sebagai suatu kesatuan yang utuh bukan sebagai bagian yang terpisah.

d.Aspek arti. misal; sebuah pabrik dan sekolah, dari segi bangunan banyak memiliki persamaan tetapi dipandang dari segi arti menunjukan hal yang sangat berbeda.

·Tanggapan

Yaitu suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan.
Tanggapan dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
a.Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
b.Tanggapan masa datang atau tanggapan mengantisipasikan
c. Tanggapan masa kini atau tanggapan representative (mengimajinasikan)

Perbedaan Pengamatan dan Tanggapan

a.Pengamatan terikat pada tampat dan waktu, sedang pada tanggapan tidak terikat pada waktu dan tempat.

b.Objek pengamatan sempurna dan mendetail, sedangkan obyek tanggapan tidak mendetail dan kabur.

c.Pengamatan memerlukan stinulis, sedang tanggapan tidak perlu.

d.Pengamatan bersifat sensoris, sedangkan tanggapan bersifat imajenir

Persamaan Pengamatan dan Tanggapan

a.Sama-sama menggunakan pancaindra

b.Sama-sama bersifat individualism

·Ingatan

Ingatan adalah ketika kita menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. ingatan dapat dibagi pada dua kategori yaitu ingatan eksplisit dan implisit.

Ingatan eksplisit

Ingatan eksplisit meliputi penginderaan, semantik, episodik, naratif, dan ingatan otobiografi. Kegunaan dari ingatan eksplisit adalah untuk informasisosial dan identitas, penggambaran otobiografi, aturan sosial, norma, harapan. Beberapa ciri dari ingatan eksplisit adalah :

a.Berkembang belakangan / bias kortikal

b.Bias hemisferkiri

c.Hippocampal / dorsallateral

d.Memiliki konteks atau sumber ingatan yang jelas

Ingatan implisit

Ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi, ingatan prosedural, pengkondisianrangsang - respon. Kegunaan dari ingatan implisit adalah tempat skema kelekatan, transference, dan super ego. Beberapa ciri dari ingatan implisit adalah :

a.Berkembang lebih awal / bias subkortikal

b.Bias hemisferkanan

c.Berpusat pada Amigdala

d.Bebas dari konteks atau tidak memiliki sumber atribusi atau pelabelan

Pembentukan Ingatan

Tahapan utama dalam pembentuk dan pengambilan ingatan adalah:

a.Encoding: proses dan penggabungan informasi yang diterima

b.Penyimpanan: penciptaan catatan permanen dari informasi yang telah di- encode

c.Pengambilan: memanggil kembali informasi yang telah disimpan untuk digunakan dalam suatu proses atau aktivitas.

1.Fantasi

Fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalam alam imajinasi melampaui dunia riil.
Secara garis besar fantasi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Fantasi tidak sadar (tidak disengaja)
b.Fantasi disadari (disengaja)

2.Berpikir

Berfikir, yaitu merupakan proses dinamis yang dapat dilukiskan dengan proses atau jalannya. Proses jalannya berfikir itu pada pokoknya ada empat langkah, yaitu:
a.Pembentukan pengertian
b.Pembentukan pendapat dan
c.Penarikan kesimpulan
d.Psikologi Fikir

3.Intuisi

Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.

Gejala Perasaan atau Emosi

Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif. Unsur-unsur perasaan adalah sebagai berikut :

1.Bersifat subyektif daripada gejala mengenal.

2.Bersangkut paut dengan gejala mengenal.

3.Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang, yang tingkatannya tidak sama.

Aspek-aspek emosi meliputi :Stimulus,Perasaan,Respons- respons internal,Pola- pola tingkah laku

Menurut Coleman dan Hammen, setidaknya ada 4 fungsi emosi yaitu :

1.Emosi merupakan pembangkit energy ( energiser )

2.Emosi adalah pembawa informasi ( messenger )

3.Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal.

4.Emosi juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita.

Watson mengemukakan 3 emosi dasar pada manusia yaitu :

1.Fear, yang nantinya bisa berkembang menjadi anxiety ( cemas ).

2.Rage, yang akan berkembang menjadi anger ( marah ).

3.Love, yang akan berkembang menjadi simpati.

Descartes mengemukakan 6 emosi dasar pada manusia yaitu :

Desire ( keinginan ),Hate ( benci ),Wonder ( kagum ),Sorrow ( kesedihan ),Love ( cinta ),Joy ( kegembiraan )

Dalam kehidupan sehari-hari sering didengar adanya perasaan yang tinggi dan perasaan yang rendah. Keadaan ini menunjukkan adanya suatu klasifikasi dari perasaan. Max Scheler mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam perasaan, yaitu:

1.Perasaan tingkat sensoris

Perasaan ini merupakan perasaan yang berdasarkan atas kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian, misalnya rasa sakit, panas, dingin. Perasaan ini bergantung kapada keadaan jasmani seluruhnya, misalnya rasa segar, lelah dan sebagainya.

2.Perasaan kejiwaan

Perasaan ini merupakan perasaan saperti rasa gembira, susah, takut.

3.Perasaan kepribadian

Perasaan ini merupakan perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi, misalnya perasaan harga diri prasaan putus asa , perasaan puas (Bigot, Kohstamm, palland, 1950).

Terdapat berbagai macam teori untuk menjelaskan sebab- musabab gangguan emosi antara lain :

1.Teori Lingkungan

Teori ini menganggap bahwa penyakit mental diakibatkan oleh berbagai kejadian yang menyebabkan timbulnya stress.

2.Teori Afektif

Lingkungan bukanlah faktor yang mempenimbulkan gangguan tetapi perasaan bawah sadar si anak yang mempengaruhi.

3.Teori Kognitif

Penderitaan mental tidak disebabkan langsung oleh masalah kita / perasaan bawah sadar kita, tetapi dari pendapat yang salah dan irasional yang disadari maupun tidak disadari mengenai masalah yang kita hadapi.

Simpati ialah sesuatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain.

Empati ialah sesuatu kecenderungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut

Gejala Konasi (Kehendak)

Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan dari dalam dan tampak dari luar sebagai gerak-gerik. Untuk mempermudah mempelajarinya maka gejala kemauan dibagi atas dorongan, keinginan, hasrat, kecenderungan dan hawa nafsu.

1.Dorongan . Dorongan ini dibedakan menjadi 2 golongan yakni :

a.Dorongan nafsu :

b.Dorongan rohaniah :

2.Keinginan

Yaitu nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu.

3.Hasrat, ialah suatu keinginan tertentu yang dapat diulang-ulang. Adapun ciri-ciri Hasrat adalah sebagai berikut :

a.Hasrat merupakan “motor” penggerak perbuatan dan kelakuan manusia.

b.Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik positif maupun negatif.

c.hasrat tidak dapat dipisah-pisahkan dengan pekerjaan jiwa yang lain.

d.Hasrat di arahkan kepada penyelenggaraan suatu tujuan

Perbedaan antara Instink yang dimiliki binatang dan manusia, binatang semata-mata hidupnya dikuasai oleh dorongan nafsu sedangkan manusia tidak dikuasai nafsusemata, manusia mempunyai kesadaran, daya pikir, perasaan, mempunyai bermacam-macam pertimbangan seperti: baik-buruk, hina-mulia, benar-salah, luhur-rendah dll.

1)Automatisme adalah gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak yang terselenggara dengan sendirinya.

2)Kebiasaan

Kebiasaan adalah tingkah laku yang sudah distabilkan, yang mana kebutuhan-kebutuhan tertentu mendapat kepuasan karenanya

3)Nafsu adalah dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu. Nafsu terdiri atas 2 jenis yaitu :

·Nafsu Individual (perseorangan

·Nafsu Sosial (kemasyarakatan)

Sedangkan hawa nafsu adalah kenderungan atau keinginan sangat kuat dan mendesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang. Dengan timbulnya hawa nafsu seakan-akan keinginan-kainginan yang lain dikesampingkan, sehingga tinggal satu keinginan saja yang berkuasa dan bergerak dalam kesadaran.

4)Kecenderungan dapat dibedakan menjadi beberapa golongan:

·Kecenderungan vital (hayat), misalnya: lahap, gemar, makan, gemar minuman keras dan sebagainya.

·Kecenderungan perseorangan, menimbulkan sifat-sifat loba, tamak, kikir, egoistis.

·Kecenderungan sosial, misalnya: persahabatan, persaudaraan, berbuat amal dan sebagainya.

·Kecenderungan abstrak, yang positif misalnya: taat pada Tuhan, jujur, patuh, bertanggung jawab, dan sebagainya sedangkan yang negatif misalnya: dusta, bohong dan sebagainya.

Diantara keputusan-keputusan dan perbuatan terdapat satu waktu, (bisa pendek, dapat pula agak lama) yang disebut sebagai Tendens Determinative. Ini akan menjadi semakin kuat, apabila keputusan menjadi semakin tegas dan jelas dalam pusat kesadaran.

Hal-hal yang mempengaruhi kemauan:

1.Keadaan Fisik: adalah pengaruh yang berhubungan dengan kondisi jasmani, yakni; sanggup tidaknya, kuat tidaknya untuk melaksankan keputusan kemauan.

2.Keadaan materi: yaitu bahan-bahan, syarat-syarat dan alat-alat yang digunakan untuk melaksankn keputusan kemauan.

3.Keadaan Milieu (lingkungan), apakah lingkungan itu sesuai untuk melakukan kemauan itu.

4.Kata Hati adalah pemegang peranan samangat penting dalam melaksankan kemauan, karena keputusan hati dapat mengalahkan pertimbangan-pertimbangan yang lain.

Gejala Campuran

Gejala campuran meliputi perhatian, kelelahan dan sugesti

1.Perhatian adalah reaksi umum yang menyebabkan bertambahnya aktifitas daya konsentrasi dan fokus terhadap satu objek.

Faktor Yang Mempengaruhi Intensitas Perhatian :

a.Faktor Eksternal

1)Benda benda yang berhubungan dengan kebutuhan dasar individu

2)Stimulus

b.Faktor Internal

1)Minat dan Keingina

2)Perasan

3)Kebiasaan

2.Kelelahan adalah isyarat bahwa energi tubuh kita menyusut dan menurun. Teori kelelahan :

a.Teori Inteksinasi : Racun dalam tubuh

b.Teori Biologis : Kekurangan energy

3.Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan psikis dan segenap perbuatan kita baik perasaan, pikiran maupun kemauan kita yang dapat menggerakkan/menguatkan fikiran. Beberapa istilah tentang sugesti :

a.Sugesti adalah orang mudah terkena sugesti

b.Sugestif adalah orang yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain

c.Otosugesti adalah sugesti yang keluar dari diri sendiri

d.Heterogesti adalah yang muncul dari orang

Bakat Intelegensi

Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bisa bersifat umum. Bakat khusus disebut juga talent.

Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. Sebaliknya, belum tentu orang yang berbakat akan selalu mencapai prestasi tinggi. Ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan sejauh mana bakat sesorang dapat terwujud. Faktor itu sebagian ditentukan oleh keadaan lingkungan seseorang, seperti kesempatan, sarana dan prasarana yang tersedia, dukungan dan dorongan orang tua, taraf sosial ekonomi orang tua, tempat tinggal, didaerah perkotaan atau pedesaan dan sebagainya. Sebagian faktor ditentukan oleh keadaan dalam di orang itu sendiri, seperti minatnya terhadap suatu bidang, keinginannya untuk berprestasi, dan keuletannya untuk mengatasi kesulitan atau rintangan yang mungkin timbul. Sejauh mana seseorang dapat mencapai prestasi banyak tergantung pada motivasinya untuk berprestasi disamping bakat bawaannya. Keunggulan dalam salah satu bidang merupakan hasil interaksi dari bakat pembawaan dan faktor lingkungan yang menunjang termasuk minat dan dorongan pribadi.

Dalam upaya mengidentifikasi keberbakatan seseorang, Renzulli menyarankan beberapa cara berikut :

·Pendekatan Psikometri

·Hal-hal yang terlihat dalam perkembangan

·Penampilan yang meliputi prestasi dan perilaku

·Pendekatan sosiometri

Jenis-jenis bakat berdasarkan fungsi atau aspek jiwa raga yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, bakat dibedakan menjadi :

·Bakat yang lebih berdasarkan psikofisik

·Bakat kejiwaan yang bersifat umum

Yang dimaksud jenis bakat ini ialah kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan inteligensi.

·Bakat-bakat kejiwaan yang khas dan majemuk.

Intelegensi dan IQ

Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

Intelegensi dan Bakat

Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui dengan tes intelegensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory.
Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun