Mohon tunggu...
Usman Kusmana
Usman Kusmana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Seorang Lelaki Biasa Dan Pegiat Sosial Politik

Menulis itu kerja pikiran, yang keluar dari hati. Jika tanpa berpadu keduanya, Hanya umpatan dan caci maki. Menulis juga merangkai mozaik sejarah hidup, merekam hikmah dari pendengaran dan penglihatan. Menulis mempengaruhi dan dipengaruhi sudut pandang, selain ketajaman olah fikir dan rasa. Menulis Memberi manfaat, paling tidak untuk mengekspresikan kegalauan hati dan fikir. Menulis membuat mata dan hati senantiasa terjaga, selain itu memaksa jemari untuk terus bergerak lincah. Menari. Segemulainya ide yang terus meliuk dalam setiap tarikan nafas. Menulis, Membuat sejarah. Yang kelak akan dibaca, Oleh siapapun yang nanti masih menikmati hidup. Hingga akhirnya Bumi tak lagi berkenan untuk ditinggali....

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Arteria Dahlan dan Ketersinggungan Masyarakat Sunda

22 Januari 2022   14:28 Diperbarui: 22 Januari 2022   14:38 464
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernyataan Arteria Dahlan Selaku Anggota DPR RI dalam rapat kerja bersama Kejaksaan Agung yang meminta Kepala Kejagung untuk memecat Kejati Jawa Barat hanya Karena Berbicara Bahasa Sunda telah Menyinggung Perasaan Urang Sunda

Eskalasi sosial masyarakat Sunda di Jawa Barat menggeliat. Media sosial penuh dengan postingan yang bernada protes, marah, kecewa dan meminta DPP PDIP dan MKD DPR RI untuk memberikan sanksi pemecatan.

Begitupula dengan geliat beberapa elemen komunitas adat budaya Kasunda an mulai bergerak menggelar aksi protes dengan berdemonstrasi ke lembaga DPRD dan kantor kejaksaan dan kepolisian di Kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya dan lainnya. Mereka mengekspresikan rasa kecewa dan kekesalan ya terhadap pernyataan dan arogansi Arteria Dahlan yang notabene adalah wakil rakyat di DPR RI.

Ketika Kang Emil (Ridwan Kamil) selaku gubernur Jawa Barat memberikan pernyataan agar searifnya Arteria Dahlan meminta maaf sama warga masyarakat Sunda di Jawa Barat, Arteria malah menunjukan arogansinya dengan cara menantamg untuk melakporkan dirinya kepada Mahkamah Kehormatan Dewan.

Hal itu tentu semakin menambah rasa kesal urang sunda di Jawa Barat, karena betapa arogannya seorang wakil rakyat dari PDIP tersebut. Meskipun ketika di minta Klarifikasi oleh Fraksi PDIP DPR RI juga Sekjen Hasto Kristiyanto, Arteria akhirnya Menyampaikan permintaan maaf kepada warga Masyarakat Jawa Barat atas pernyataannya tersebut di forum rapat DPR.

Jika melihat apa yang dilakukan oleh Arteria Dahlan tersebut, Sebagai Wakil Rakyat harusnya paham bahwa NKRI ini spiritnya adalah Kebhinekaan dalam Ke-Ika- an. Sehingga bahasa, budaya dan adat daerah menjadi kesempurnaan dan kekayaan Nusantara.

Bahasa Sunda itu bagian dari kekayaan yang dimiliki Bangsa Ini, selain ragam suku, budaya, adat, agama, bahasa lainnya. Yang harus di jaga dan di apresiasi serta di lestarikan.  Urang Sunda juga warga Negara Indonesia yang ikut bayar pajak dan bayar gaji dan segala fasilitas pejabat negara seperti Arteria Dahlan ini.

Seharusnya kritisisme Arteria Dahlan selaku wakil rakyat itu fokus saja pada urusan kinerja Mitra Kerja kementerian dan lembaga yang ada. Yaitu mereka yang juga bekerja dengan menggunakan uang rakyat. Supaya mereka bekerja benar-benar demi kepentingan rakyat. Demi mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Arteria Dahlan sebagai politisi PDIP seharusnya paham bahwa partainya ini partai nasionalis yang juga menghargai pluralitas rakyat dan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, sudah sepantasnyalah kita dan masyarakat Sunda pada umumnya meminta Arteria Dahlan meminta maaf dan meminta MKD DPR RI memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dan PDIP juga memberikan sanksi pada  Arteria Dahlan untuk di pecat saja dari anggota DPR RI.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun