Mohon tunggu...
Kristianto Naku
Kristianto Naku Mohon Tunggu... Penulis - Analis

Mencurigai kemapanan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Makna Pernyataan "Jalan, Kebenaran, dan Hidup" untuk Orang Asia, Barat, dan Afrika

21 November 2020   07:20 Diperbarui: 21 November 2020   07:23 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Orang Asia dan Timur berlomba-lomba mencari jalan. Jalan itu kemudian diberi nama Buddhis, Hindu, Kristen, Yahudi, Islam, Konghucu. Di Eropa dan Barat umumnya, kebenaranlah yang dicari. Setelah didapat, kebenaran itu dikungkung dan sempat diberi nama Tuhan, pikiran, pengetahuan, sains, dan aku. Sedangkan, di Amerika Latin, Afrika, dan juga Asia Tenggara, kehidupanlah yang pertama-tama dicari. Hidup itu sempat diberi nama makan, pesta, dan santai.

Bagi orang Asia dan Timur, aspek spiritual sangat dibutuhkan. Orang Asia berlomba-lomba memperlihatkan beragam jalan yang kelak diadopsi semua orang. Dari Asia lahir agama-agama besar. Dan, kita tahu, kelima agama besar yang dianut oleh hampir seluruh penduduk bumi adalah jalan. Semua jalan ini diperoleh melalui kontemplasi, meditasi, dan bahkan perang. Inilah ciri khas orang Asia dan Timur. Mereka berusaha menemukan jalan. Upaya menemukan jalan, membuat orang Asia dan Timur menjadi pribadi yang tenang.

Lain halnya dengan di Asia dan Timur. Di Barat dan Eropa, kebenaran adalah objek utama yang terus dicari. Semua upaya pencarian kebenaran ini, dilakukan sekuat tenaga entah melalui penelitian, studi, uji lab, dan observasi. Dan bahkan untuk nilai sebuah kebenaran, nyawa dipertaruhkan. Untuk tahu anatomi tubuh manusia, tubuh manusia pun dibedah. Untuk menyepakati sebuah ide atau gagasan tertentu, nyawa tak segan-segan dikorban.

Ya, sekali lagi, demi sebuah kebenaran. Mula-mula, kebenaran yang dicapai itu diberi nama Tuhan. Tak lama kemudian berganti nama menjadi ilmu pengetahuan-sains, lalu berganti menjadi aku berpikir (cogito), dan terakhir bernama media. Upaya menemukan kebenaran, menjadikan orang Eropa dan Barat sebagai pribadi yang kaku, sibuk, dan cenderung serius.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang belahan bumi selatan, seperti Afrika, Amerika Latin, atau Asia Tenggara katakanlah? Jika disadap dengan pengelihatan, mereka ini pada dasarnya berusaha menemukan hidup - tepatnya mempertahankan hidup. Bagi mereka, yang terpenting adalah pemenuhan kebutuhan pokok. Salah satunya kebutuhan akan pangan-makanan. Mula-mula hidup itu diberi nama makan, lalu berubah nama menjadi kesehatan, dan yang terakhir hidup itu diberi nama pesta atau kebahagiaan.

Bagi orang Amerika Latin, Afrika, bahkan Asia Tenggara, kebenaran dan jalan itu nanti. Yang penting, pertama-tama kita hidup. Upaya menemukan hidup, membuat orang Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara sebagai pribadi yang bahagia, jingkrak-jingkrak, suka pesta, dan santai (fun).

Dalam Kitab Suci agama Katolik, Yesus menyebut diri-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan hidup. Kata Yesus kepada Tomas: "Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup" (Yoh 14:6).

Menarik karena Yesus menyebut diri-Nya sebagai subyek atau tujuan akhir dari pencarian masing-masing kelompok di atas, baik Asia-Timur, Eropa-Barat, dan Amerika Latin-Afrika. Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai jalan yang dikontemplasi orang Asia, sebagai kebenaran yang diperjuangkan orang Eropa dan Barat, dan sebagai hidup yang diperjuangkan oleh orang Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara.

Yesus bahkan memberi penegasan atas masing-masing tuntutan yang diperjuangkan. Dia katakan: "Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh 14:6b). Pernyataan ini menegaskan identitas Yesus sebagai "satu-satunya" jalan. Yesus berani menunjukkan diri-Nya sebagai jalan karena Ia ingin semua orang selamat. Bagi orang-orang Katolik dan Protestan, Yesus adalah jalan (way) sekaligus pintu (porta).

Kemudian Yesus melanjutkan perkataan-Nya: "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku" (Yoh 14:7). Dalam hal ini, Yesus tidak hanya menegaskan diri-Nya hanya dari satu sisi, yakni sebagai jalan. Akan tetapi, Ia juga menawarkan diri-Nya sebagai sumber pengetahuan untuk mengenal. Sebagai sumber kebenaran, Yesus menjawab kerinduan, kebutuhan, dan keinginan orang Eropa dan Barat. Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai sumber kebenaran.

Dan terakhir, Yesus memberi penegasan lagi: "Sekarang ini, kamu mengenal Dia, dan kamu telah melihat Dia" (Yoh 14:7b). Pada bagian ini, Yesus menjawab kebutuhan orang Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara. Dalam Yesus, yakni dengan melihat Dia, kalian memperoleh hidup. Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai sumber kehidupan, sebagai makanan, dan sebagai sumber kebahagiaan. Dari-Nya kita menimba air kehidupan. Bersama Dia, kita ikut bahagia. Dan, dari Dia kita memperoleh makanan untuk kehidupan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun