Kristal Pancarwengi
Kristal Pancarwengi Editor

Sebab selalu ada sakit yang sembuh ketika kau menulis...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kartini Day vs Kartini’s Day.. yang Betul yang Mana Yaaa?

22 April 2015   12:17 Diperbarui: 21 April 2016   08:56 10905 0 0
Kartini Day vs Kartini’s Day.. yang Betul yang Mana Yaaa?
14296798021868235058

Tepat pada tanggal 21 April, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini.

Seperti sudah banyak dikenal, Raden Ajeng Kartini adalah pelopor emansipasi wanita yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Kebiasaannya berkorespondensi dengan sahabat penanya dari luar negeri membuat tulisan-tulisannya dikumpulkan dalam bentuk buku yang kini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang.

Untuk memperingati hari lahirnya yang jatuh pada 21 April kemarin, banyak tulisan dan artikel yang mengupas tentang sosok Kartini. Tak terkecuali artikel yang saya temukan di The Jakarta Post. Artikel yang ditulis oleh Vissia Ita Yulianto, ─mahasiswi doktoral di Jerman─ itu berjudul: Is Celebrating Kartini’s Day Still Relevant Today?

[caption id="attachment_411775" align="aligncenter" width="150" caption="sumber: the jakarta post"][/caption]

Bukan, bukan isi artikelnya yang hendak saya komentari. Artikel ini sudah sangat bagus mengupas tentang peringatan Hari Kartini. Saya hanya ingin membahas tentang bahasa, khususnya frasa yang digunakan dalam artikel ini. Sebagai insan yang cukup peduli dengan bahasa (hahaa), saya merasa gelisah. Sebenarnya, mana yang tepat, Kartini day atau Kartini’s day?

Pertanyaan yang terus nggantung di otak saya adalah, manakah yang benar? Kartini yang diikuti apostrof ‘s atau yang tidak? Merasa ‘terganggu’ dan penasaran, saya pun berusaha mencari beberapa referensi di internet. Telusur punya telusur. Akhirnya daku pun sampai ke pada satu kesimpulan.

----------

Dalam bahasa Inggris, apostrof yang ditambahkan dengan huruf S (selanjutnya ‘s) digunakan untuk menyatakan kepemilikan. Misalnya:

• Buku milik Andi = Andi’s book

• Rumah milik Nana = Nana’s house

Sebagai pengecualian, huruf S setelah apostrof bisa dihilangkan jika nama subjek memakai huruf belakang S. sebagai contoh:

Uangnya Lilis, akan jadi Lilis’ money, BUKAN Lilis’s money. Meskipun beberapa orang cenderung tetap menggunakan ‘s, namun pola seperti ini tidak lazim digunakan.

----------

Nah kita kembali ke Ibu Kartini lagi yuukk.. Banyak dari kita, termasuk saya sendiri, yang masih menulis Hari Kartini dalam bahasa Inggris dengan Kartini day. Poin yang perlu diperhatikan di sini adalah, apakah kata day di situ mengacu pada kepemilikan atau hanya menerangkan?

Ternyata, kata day di sini mengacu pada hari lahir RA Kartini, atau jika dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Kartini’s birthday. Untuk menyingkat pemakaian kata, maka dipilihlah kata day yang dianggap cukup mewakili pemakaian birthday. Seperti halnya Mother’s day, Valentine’s day, dan International Women’s day, penggunaan apostrof plus S pada kata Kartini’s day mutlak diperlukan.

Lalu bagaimana dengan hari-hari lain yang diperingati sebagai hari besar, seperti World Book Day, World Autism Day, Friendship Day, dan day-day yang lainnya? Mengapa kita tak meletakkan apostrof plus S di situ?

Baiklah, mari kita perhatikan subjeknya. Mother, Valentine, Women, dan Kartini adalah bentuk subjek yang dianggap bisa mewakili manusia. Subjek-subjek seperti ini dianggap ‘mampu’ untuk memiliki sesuatu, seperti dalam kasus ini, ulang tahunnya RA Kartini, sehingga kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan menjadi Kartini’s birthday, atau jika disingkat menjadi Kartini’s day.

Masih ada yang protes nih.. Lha, itu World Book day kenapa nggak pake ‘s juga, kan menyatakan perayaan alias ulang tahun? Pertayaan yang sangat bagus! Hehee.. Jadi gini, om, tante, ‘s kan dipake buat subjek yang dianggap ‘mampu’ memiliki sesuatu, seperti pada Kartini’s birthday dan Mother’s birthday.

Jadi, kita tidak bisa menggunakan apostrof S pada kata World Book Day atau World Autism Day, karena kata book dan autism di sini dianggap tidak bisa dikasih beban untuk memiliki sesuatu. Gampangnya, day di sini bukan merujuk pada ulang tahunnya si buku atau ulang tahunnya si penyakit autis. Gitu lhoo. Kesimpulannya, penggunaan frasa Kartini’s day akan lebih tepat dibandingkan dengan Kartini day. Dan artikel yang ditulis oleh Mbak Vissia Ita Yulianto sudah cukup tepat. Hehe toss mbak!

Artikel ini masuk ke kategori Bahasa, dan ditulis untuk ikut menyambut hari Kartini. Happy Kartini’s day, dan teruslah berkarya, wanita Indonesia!


P.S: Baru bisa upload karena semalaman depressed Kompasiana lg maintenance