Mohon tunggu...
kristanto budiprabowo
kristanto budiprabowo Mohon Tunggu... Human Resources - Hidup berbasis nilai

Appreciator - Pendeta - Motivator

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kelas Pemikiran Gus Dur - Malang (Refleksi Fasilitator)

11 Oktober 2015   15:19 Diperbarui: 11 Oktober 2015   15:28 149
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Value-based Organisation

Informasi lengkap mengenai Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) dan jaringan komunitas-komunitas berbasis nilai-nilai yang diperjuangkan lewat karya kehidupan Abdurachman Wahid (Gus Dur) dapat dilihat di http://gusdurian.net/. Di Malang - Jawa Timur, salah satu komunitas berbasis nilai Gusdurian adalah http://gusdurian-malang.blogspot.co.id/.

Sebagai catatan perlu digarisbawahi bahwa nilai-nilai yang dimaksud adalah: 1/Ketauhidan. 2/Kemanusiaan. 3/Keadilan, 4/Kesetaraan, 5/Pembebasan, 6/Persaudaraan,  7/Kesederhanaan, 8/Sikap Ksatria, dan 9/Kearifan Tradisi.

Saya sendiri merasa sangat bersyukur dan bangga menjadi bagian dari persaudaraan Gusdurian yang didasari oleh nilai-nilai utama yang dihayati dan dikerjakan dalam laku hidup melampaui batasan-batasan identitas agama, ideologi, suku, ras, dan apalagi golongan.

Persaudaraan ini merupakan perjumpaan nilai-nilai paling bermakna yang menghidupi tiap orang - yang pada gilirannya menemukan bentuk bersama dalam minat-minat yang khas dan terfokus pada kehidupan kemanusiaan yang terbuka bagi keberagaman, kemerdekaan berekspresi, dan ketulusan terus menginovasi praktek belas kasihan dan cinta kasih.

Organisasi berbasis nilai-nilai mungkin tidak begitu populer di masyarakat Indonesia. Kebanyakan organisasi dan institusi yang ada di sekitar kita berbasis pada idiologi dan berorientasi pada hasil serta menekankan identitas sebagai pengikat.

Sementara itu organisasi berbasis nilai adalah kumpulan pribadi yang memiliki interpretasi yang berbeda terhadap nilai-nilai keutamaan hidup, yang dalam usahanya menghidupi kepercayaan pada interpretasinya itu bertemu dengan yang lain untuk membuka wawasan pikir, pengalaman, dan ketrampilan hidup, dan lantas menjadikannya sebagai landasan untuk menyadari bangunan persaudaraan yang tidak hanya terhubung secara fisik, namun juga pikiran, dan juga hati.

Kesadaran pada nilai-nilai itulah basisnya, pondasinya, yang dijadikan titik pijak dan arus utama untuk kemudian membuka diri keluar menjumpai dunia penuh dengan apresiasi, penghormatan, serta kesukacitaan sebagai cara yang dipilih untuk mewartakan perubahan sosial.

Dalam semangat gerak dalam organisasi berbasis nilai seperti ini setiap individu berharga dan memiliki peran penting bagi perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Partisipasi sepenuhnya dari tiap orang dihormati sebagai bagian dinamis sejak dari diskusi ide, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi-refleksi seperti yang sedang saya tuliskan ini. Demikianlah KPG di Malang dilaksanakan dalam cara dan citarasa interpretasi baru terhadap apa yang biasa disebut sebagai gerakan perubahan sosial.

Kelas Pemikiran = Ruang Berpikir Bersama

Sekalipun tegas yang dijadikan thema adalah pemikiran-pemikiran Gus Dur (tertuang dalam sub-thema tentang Biografi dan Filosofi, KeIslaman, Demokrasi, Kebudayaan, Gerakan Sosial, dan Jaringan Gusdurian) namun dari sejak awal KPG ini dilakukan dengan keleluasaan tak terbatas bagi tiap peserta untuk berpikir sendiri, mengemukakan gagasan-gagasan terbaiknya, lantas berdialog dengan laku karya yang telah dihidupi oleh Gus Dur, untuk selanjutnya menggambarkan sendiri dengan kreatif nilai-nilai tersebut bagi transformasi diri dan lingkungan di sekitarnya.

Narasumber dimaknai sebagai informan, sebagai agen, sebagai pemberi klarifikasi, dan bagian dari proses berpikir bersama dalam kelas. Dia berfungsi sebagai teman seperjalanan dalam pengembaraan rasa dan pikir bersama-sama seluruh peserta kelas berjumpa dengan pemikiran-pemikiran Gus Dur baik yang sudah teridentifikasi dalam otak masing-masing maupun yang kemudian diketemukan bersama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun