Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerita Malam Jumat untuk Kamu yang Masih Terjaga

8 Oktober 2020   17:58 Diperbarui: 8 Oktober 2020   22:04 466 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Malam Jumat untuk Kamu yang Masih Terjaga
ilustrasi: ruangan kosong. (sumber: pixabay/MichaelGaida)

Sebelum memulai semua cerita ini, kami ingin membawa kalian pada satu tempat dengan ruang paling gelap dan pengap. Di sana akan kalian temukan sebuah kotak berkarat, terkunci rapat.

Angkat, kemudian raba bagian bawah kotak tersebut. Ada lobang kecil yang hanya muat dengan satu jari. Jika ada suara lolong anjing memekik telinga dari dalam kotak itu, artinya kalian sudah dianggap siap memulai semua permainan ini.

Ada 5 tahap pada tiap babak permaianan ini: dari dalam hutan, jembatan angker, malam-malam purnama tanpa akhir, siluman cicak, hingga masuk pada babak akhir: mesti ada yang mati di antara kalian.

Apakah sudah siap memulai semua cerita dalam 5 babak permainan ini?

1. Hutan Larangan

Seorang Pria paling malam sedunia mengisahkan mengenai hutan terkutuk itu. Bagi siapapun yang berani mendekati, apalagi memasuki hutan tersebut, maka akan disambut ratusan cahaya kuning kehijauan yang mengerikan.

"Cahaya itu adalah kunang-kunang jelmaan kuku-kuku iblis," ujar Pria paling malam sedunia itu.

Bertahun-tahun lalu, beberapa warga desa nekat memasuki hutan larangan, berharap menemukan sumber pangan. Kemarau panjang telah menyurutkan hasil sawah ladang.

Tetapi mereka pulang tanpa nama, kecuali seorang pria yang kembali dalam keadaan lemah. Pada kulitya menggeliat lintah akibat menerobos semak-semak lembab. Dialah Pria paling malang sedunia itu. (Baca selengkapnya)

2. Bin Kohar Melawan Hantu Jembatan Kapuas

Pokoknya setiap kali kalian lewat jembatan itu mesti membawa batu kerikil sebesar kelereng. Tidak perlu banyak-banyak, paling tidak lima hingga sepuluh butir sudah cukup.

Hal itu didapat bermula kala Bin Kohar, pada tengah malam, seorang diri mengendarai mobil melintas jembatan Sungai Kapuas.

Tiba-tiba saja, pada puncak jembatan itu, Bin Kohar melihat sesosok penampakan makhluk besar. Mobil yang ia bawa hampir menabrak tiang pembatas jembatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x