Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Ketum PPP: Jokowi dan Prabowo Sepakat "Rematch" di Pilpres 2019

13 Maret 2018   18:01 Diperbarui: 13 Maret 2018   18:45 154 0 0
Ketum PPP: Jokowi dan Prabowo Sepakat "Rematch" di Pilpres 2019
Ketua Umum PPP Romahurmuziy usai membuka Mukernas di Hotel Mercure Ancol

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau akrab disapa Romi berpendapat bahwa hanya akan ada dua poros yang berkontestasi pada Pilpres 2019.

Menurut Romi, Presiden Joko Widodo akan kembali berhadapan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

 Berdasarkan info yang ia terima, Jokowi dan Prabowo sudah bersepakat untuk maju bersama-sama sebagai capres di Pilpres 2019.

 "Yang saya terima infonya Jokowi sudah bersepakat untuk maju bersama-sama Prabowo. Ini ibarat rematch. 'Kita jumpa lagi ya'," ujar Romi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Zulkifli Hasan: Perlu Keajaiban untuk Munculkan Poros Ketiga

 Romi menilai wacana pembentukan poros ketiga selain poros pendukung Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 tak akan terbentuk.

Ia mengatakan, munculnya wacana poros ketiga merupakan bagian dari basa-basi politik.

Poros ketiga, lanjut Romi, hanya bisa terbentuk jika Gerindra dan PKS sepakat untuk berkoalisi. Sementara tiga partai lainnya berkoalisi membentuk poros baru atau poros ketiga mengusung calon lain.

Namun, jika dilihat dari sikap Partai Demokrat, ia meyakini poros ketiga tidak akan terbentuk.

 Baca juga :SBY: Jika Ditakdirkan, Demokrat Senang Bisa Berjuang Bersama Jokowi

Rapimnas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018) lalu,Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, Romi tidak melihat ada aktor politik selain Jokowi dan Prabowo yang dianggap mampu dicalonkan sebagai calon presiden.

 "Aktor politik 2014 dan 2019 masih sama saja. Artinya sikap-sikap partai sudah terbaca dari sikap partai di 2014. Jadi hanya akan dua poros," tuturnya.