Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Jokowi Resmikan Bendungan Pertama dari 49 yang Direncanakan di Indonesia

9 Januari 2018   17:28 Diperbarui: 9 Januari 2018   17:34 579 0 0
Jokowi Resmikan Bendungan Pertama dari 49 yang Direncanakan di Indonesia
Presiden Jokowi saat berada di Bendungan Raknamo Kupang, NTT, Selasa (9/1/2017)

KUPANG, KOMPAS.com - Presiden  Joko Widodo meresmikan beroperasinya Bendungan Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/1/2018).

 "Dengan mengucap bismillahirrohmanirohim, dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Juga Penyayang, saya resmikan pengisian air di Bendungan Raknamo di NTT," ujar Jokowi.

 Sebagai simbolisasi beroperasinya bendungan ini, Jokowi bersama-sama Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menekan tombol sirine.

 Presiden mengapresiasi beroperasinya bendungan ini. Sebab, sebenarnya bendungan ini diprediksi bakal rampung 2019. Namun, rupanya dapat rampung lebih cepat dari perkiraan.

Baca juga : Jokowi Janji Bangun Bendungan Sejak Menjabat Gubernur DKI Jakarta

 "Saya titip Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota dan masyarakat sekitar waduk, mari kita bersama -sama menjaga merawat infrastruktur kita dengan baik," lanjut Jokowi.

 Bendungan Raknamo adalah bendungan pertama yang rampung dari sebanyak 49 bendungan yang direncanakan dibangun oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di Indonesia.

 Bendungan tersebut juga merupakan bendungan pertama yang dilakukan groundbreaking oleh Presiden Jokowi dari 49 bendungan tersebut, yakni 20 Desember 2014 silam.

Bahkan, Bendungan Raknamo ini  juga merupakan bendungan pertama yang selesai pengerjaannya dari tujuh bendungan yang dibangun pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla di NTT.

Bendungan Raknamo memiliki tinggi 37 meter dan memiliki kapasitas sebesar 14 juta meter kubik. Pembangunan bendungan yang juga dapat menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW itu menghabiskan anggaran Rp 760 miliar.