Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kisah Pesugihan Waringin Kembar

6 Desember 2022   14:30 Diperbarui: 6 Desember 2022   15:23 630
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Pesugihan Waringin Kembar (gambar: youtube akun buzzfeed unsolved network)

Risha masih tak percaya dengan apa yang ia dengar. Satria meninggal ditabrak mobil. Kejadiannya baru semalam di seputaran Palmerah. Lokasi tempatnya magang di sebuah kantor berita.

Risha berusaha menahan emosinya, menggemgam erat cangkir cappuccino yang sudah mulai dingin. Meskipun Joan sahabatnya tahu, jika Risha tidak setegar itu.

“Bukan salahmu, Ris. Emang sudah ajalnya. Semoga almarhum khusnul khotimah,” begitu suara yang terdengar dari mulut Joan.

Joan salah, Risha bukannya sedih atau menyesal. Ia hanya teringat tampilan miscall pada layar gawainya. Pukul 05:27, Satria (miss call 1). Tampilan waktu yang tidak sinkron, karena Satria meninggal malam sebelumnya.

Bukan masalah serius. Bisa saja karena signal sehingga notifikasi telat masuk. Bukan juga perkara mengapa Satria menelpon Risha, ia memang sudah sering begitu.

“Eh, jelek…” begitulah cara Risha memanggil satria. Sahabat sekampusnya yang sudah ia kenal lama. Semenjak mereka berdua masih duduk di bangku Sekolah Dasar, hidup bertetangga.

“Eh, elu yang jelek, kayak wewe…” Satria balas memaki Risha. Membuat kedudukan mereka sama. Saling mengejek, menguji keakraban.

Keduanya sempat terpisah. Risha harus mengikuti ayahnya, ke tempat dinasnya yang baru. Di sana Risha menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat SMA.

Sewaktu kuliah mereka bertemu lagi. Di universitas negeri ternama di ibukota. Pertemuan yang tak terduga itu kembali menjalin persahabatan lama. Enam tahun terpisah, sudah begitu banyak perubahan.

Risha tidak lagi judes, meskipun matanya masih sering melotot, terutama bila sedang marah. Tapi, itu tidak masalah. Sama sekali tidak masalah bagi Satria yang sekarang juga sudah berubah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun