Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Enterpreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bedah Buku Primbon, Mimpi Buruk Belum Tentu Buruk

5 November 2021   04:03 Diperbarui: 5 November 2021   04:06 412 14 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bedah Buku Primbon, Mimpi Buruk Belum Tentu Buruk (sumber gambar: fatherly.com)

Kata orang, firasat seringkali hadir dalam bentuk mimpi. Ketika sesuatu hal benar-benar kejadian, kita pun dengan mudah menghubungkannya dengan arti dari mimpi.

Dalam istilah sains, ada namanya mimpi prekognisi. Atau mimpi yang benar-benar menjadi kenyataan. Konon sekitar 9% dari mimpi kita memang mengartikan yang sebenarnya.

Hal ini telah lama menjadi perdebatan. Sebagian menghubungkannya dengan efek psikologi. Menurut mereka, mimpi adalah lanjutan dari aktivitas dari pagi hingga sore hari.

Baca juga: Serba Serba Mimpi, Dari Prekognisi, Deja Reve, hingga Primbon

Lupakan ucapan Sigmund Freud tentang perwujudan dari keinginan kita. Lupakan pula teori Carl Jung bahwa mimpi adalah kenyataan kolektif. Mau dibagaimanakan juga, paradigma mimpi telah ada sejak zaman manusia pertama di bumi ini.

Orang Yunani menganggap bahwa mimpi adalah prediksi masa depan. Sementara orang Mesir kuno menganggap mimpi adalah pesan dari para dewa. Dalam kultur Indonesia pun ada buku yang dikenal untuk menafsir mimpi. Primbon namanya.

Dengan begitu, apakah mimpi buruk berarti buruk? Oh, belum tentu sobat. Arti dari buku primbon bisa saja berbeda dari kenyataan sebenarnya.

Karena pada dasarnya, mimpi bukanlah keinginan dan bukan pula kenyataan. Dalam hal ini, menurut saya primbonlah yang paling benar. Jadi ketika sedang bermimpi, tidak usah repot-repot. Bukalah buku primbon dan baca artinya.

Jadi bagi kalian yang sering mimpi buruk, Janganlah risau, karena kenyataan yang sebenarnya tidak seseram dengan faktanya.

Mimpi Digigit Ular

Siapa yang mau digigit ular. Amit-amit jabang bayi. Kalaupun tidak beracun, rasanya itu gimana lho.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan