Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Rudy Kurniawan, Pemalsu Wine Internasional, Ponakan Eddy Tansil

19 April 2021   19:58 Diperbarui: 19 April 2021   20:20 3026
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rudy Kurniawan di persidangan (bbc.com)

Film Dokumenter The Sour Grapes (themmacommunity.com)
Film Dokumenter The Sour Grapes (themmacommunity.com)
Aksi Rudy menghebohkan dunia. Ia adalah orang pertama yang diadili dan dihukum karena menjual wine palsu di AS. Aksinya sangat rapih, sehingga balai lelang sekelas Christie pun sempat ketar-ketir.

Targetnya juga tidak main-main. Orang-orang tajir sedunia. Pengusaha dan investor anggur ternama, William Koch, bahkan turut bersaksi di pengadilan Rudy Kurniawan.

Ia telah ditipu sebanyak 219 botol anggur palsu yang bernilai total setara dengan 30 miliar rupiah.

Atas aksinya yang mencengankan ini, Rudy diganjar tayangan dokumenter Netflix yang berjudul Sour Grapes (2016). Kisahnya juga masuk dalam serial The Con oleh ABC.

Rantai Aksi Keluarga Tansil

Eddy Tansil, paman Rudy Kurniawan (kompas.com)
Eddy Tansil, paman Rudy Kurniawan (kompas.com)
Dalam tayangan tersebut, hubungannya dengan Eddy Tansil, koruptor legendaris di Indonesia mencuat. Bukan hanya hubungan darah, sejumlah kecurigaan terhadap keterlibatan Eddy dalam kasus penipuan ini juga turut diselidiki.

Tidak ada yang tahu di mana Eddy berada sekarang. Namun, sejumlah media sempat menyebut penampakannya di China pada tahun 2013.

Tayangan tersebut juga mengisahkan hubungan Rudy Kurniawan, Eddy Tansil, dan Hendra Rahardja.

Hendra yang merupakan kakak kandung Eddy adalah mantan koruptor kasus BLBI yang merugikan negara 1,9 triliun. Ia ditangkap di Australia dan meninggal di penjara pada tahun 2003 silam.

Ibu Rudy, Lenywati bersaudara dengan Hendra dan Eddy. Ayahnya bernama Harry Tansil, juga pernah terlibat dalam kasus kejahatan perbankan di era Soekarno.

Yang Harry lakukan adalah membagi-bagi cek kosong pada tahun 1963-1964. Memanfaatkan kondisi politik dan ekonomi Indonesia yang carut-marut kala itu. Negara dibuat rugi hingga ratusan juta rupiah.

Bank Benteng Republik Indonesia. Milik Harry Tansil menjadi pengedar cek kosong. Harry dijatuhi hukuman penjara 9 bulan lamanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun