Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Anime Porno, Fenomena Lolicon, dan Kewarasan Nijikon

28 Maret 2021   07:13 Diperbarui: 28 Maret 2021   07:18 9418
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ggwp.id
ggwp.id
Kasus pertama Nijikon telah muncul di era 80an. Saat itu muncul majalah-majalah yang khusus membahas mengenai Lolicon. Salah satu yang paling terkenal adalah Manga Burriko.

Suatu waktu majalah tersebut menyajikan gambar gadis yang mengenakan kostum Lolicon di halaman depannya. Ternyata muncul banyak komplain terhadap gambar tersebut. Mereka mengatakan bahwa gambar gadis sebenarnya telah merusak rasa citra para karakter Lolicon.

Penulis sendiri berpikir bahwa kecintaan terhadap karakter Lolicon tidak hanya datang begitu saja. Sebagai lelaki normal, tentunya seks merupakan salah satu daya tarik utama.

Karakter Lolicon yang imut dan menggemaskan memiliki daya tarik seksual bagi para fansnya. Bahkan sebagian masyarakat menganggapnya sebagai pornografi terselubung.

youtube.com
youtube.com
Guardian memberitakan bahwa PBB telah meminta pemerintah Jepang melarang gambar berkonten kekerasan seksual pada manga dan anime.

Situs humantrafficking.org bahkan lebih keras lagi. Mereka menyatakan bahwa Jepang adalah pusat produksi dan distribusi gambar kekerasan seksual pada anak. Manga dan anime telah membantu menyuburkan hasrat para pedofilia untuk bercinta dengan wanita berseragam sekolah.

Namun, para kreator manga dan anime memprotes hal tersebut. Menurut mereka, takada unsur pornografi anak sama sekali dalam karya mereka. Mereka berargumen bahwa pornografi anak adalah adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam proses produksi. Sementara karakter Lolicon hanya mewakili sifat kekanak-kanakan.

Mereka bahkan menuduh PBB ingin mengakomodir kepentingan Barat yang ingin menghentikan kesuksesan anime di seluruh dunia.

youtube.com
youtube.com
Patrick W. Galbraith dalam bukunya; "Lolicon: The Reality of Virtual Child Pornography in Japan" menjelaskan bahwa meski ada fungsi dan efek pornografi, pengertian Lolicon sudah lebih luas dari batasan khusus tentang gadis kecil.

"Hasrat terhadap gambar dua dimensi tak hanya untuk gadis itu saja. Namun, juga untuk kualitas kegadisan yang disimbolkan lewat keimutan (Kawai)."

Nyatanya pornografi anak memang tumbuh subur di Jepang. Meskipun ada larangan umur minimal sebagai artis film porno, tidak jarang tema Kawai menjadi subjek dari para pembuat film porno.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun