Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kisah Tragis Kusni Kasdut, Robin Hood Indonesia yang Dieksekusi Mati

13 Maret 2021   15:56 Diperbarui: 13 Maret 2021   18:01 3721
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Operasi Penumpasan Permesta (sumber: soeharto.co)

Lersel yang melihat kemampuan Kusni kemudian mendatangkan sejumlah orang yang ahli di bidangnya. Karya seninya dijual untuk sesuatu yang bermanfaat.

Kusni Kasdut di penjara (sumber: megapolitan.kompas.com)
Kusni Kasdut di penjara (sumber: megapolitan.kompas.com)

"Pak Kusni, ada yang datang membesuk." Ujar sipir penjara di suatu hari.

Kusni terkejut. Sudah lama tidak orang yang peduli dengannya. Masih terheran-heran dan mencoba menduga-duga. Kusni tidak pernah membayangkan siapa yang akan datang menjumpainya.

Seorang gadis cantik rupawan berdiri di hadapannya. Wajahnya sangat familiar. Mirip mantan istrinya yang telah pergi meninggalkannya.

"Ayah..!" ucap gadis itu berlumuran air mata.

"Ayah, saya Ninik, Ayah," ucapnya lagi.

Kusni terpaku. Ia merasa kotor. Jijik melihat dirinya. Ia tidak pantas menerima air mata gadis yang kini memeluknya itu.

Kusni meragu. Ia tidak pernah menangis. Bahkan ketika bundanya pergi menjauh. Ia tidak pantas menunjukkan air matanya di depan sang gadis.

Namun, Kusni juga manusia. Air mata tak terbendung. Kusni menangis sekeras-kerasnya. Atas sisa masa lalu yang masih beradab. Hidup penuh kekotoran lenyap diseka kesucian. Ia mencium pipi putrinya. Tuhan memang ada!

Buku Kusni Kasdut terbitan Gramedia (sumber: goodreads.com)
Buku Kusni Kasdut terbitan Gramedia (sumber: goodreads.com)
Hari-hari selanjutnya Kusni menjalani hidup dengan lebih semangat. Ninik mengunjunginya seminggu sekali. Setiap kali membawakan aneka masakan kesenangannya. Dari sate hingga soto.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun