Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dollar Surga dalam Rekening Kebajikan

14 Januari 2020   12:46 Diperbarui: 14 Januari 2020   12:54 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Melihat buku rekening tabungan sama seperti membaca novel drama thriller. Perasaan bahagia dan kecewa muncul bercampur menjadi satu. Angka pada kolom kredit yang mewakili pemasukan diharapkan dapat terus bertambah, namun sayangnya hanya masuk secara gelondongan dalam jumlah yang besar pada setiap akhir bulan.

Angka pada kolom debit yang mewakili pengeluaran, diharapkan tidak terlalu sering muncul, namun apa daya, selalu datang baris berbaris bagaikan semut merah yang memenuhi tembok rumah.

Sebagai akibatnya, kolom saldo, akan cenderung menurun, bahkan tidak tertutup kemungkinan mencapai nilai 0.

Alangkah indahnya, jika setiap hari rekening tabungan kita terisi dengan angka angka yang besar. Alangkah indahnya jika rekening tabungan kita tidak pernah mendapatkan nilai merah. Alangkah indahnya jika setiap hari angka pada rekening kita selalu bertambah. Namun sayangnya, hal tersebut agak sulit dilakukan (meskipun tidak mustahil).

Buku Rekening Tabungan melambangkan usaha yang kita lakukan dalam pencarian nafkah. Sangat dibutuhkan untuk menyokong kehidupan pribadi dan juga keluarga. Angka angka yang tertera didalam buku mewakili jumlah kekayaan, dan tentunya sangat penting dalam kehidupan duniawi.

Namun seringkali kita juga mendengar bahwa keinginan duniawi dan keseimbangan spiritual harus dilakukan. Timbul pertanyaan, jika buku rekening tabungan adalah standar bagi usaha kita di dunia fana, adakah sebuah buku penilaian yang mewakili usaha spiritual kita?

Nah melalui artikel ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk membuka sebuah buku rekening yang mungkin dapat mewakili hal ini. Tentunya buku ini tidak akan menjadi patokan kelulusan kita untuk masuk ke Surga, namun cukup bagus bagi kita untuk menilai seberapa mapan kehidupan spiritual yang telah dijalani.

Rekening ini bernama Rekening Kebajikan.

Cara kerjanya mirip dengan rekening tabungan, namun dengan isi yang sedikit berbeda. Isi dari rekening kebajikan ini adalah nilai nilai kebajikan dan perbuatan buruk yang telah kita buat selama ini.

Pembaca dapat membuat catatan sederhana yang menyerupai buku rekening tabungan dengan kolom keterangan, debit, kredit, dan saldo. Catatan dapat dibuat pada buku tulis, atau format ecxell di laptop masing masing. Bisa juga menggunakan beberapa pilihan program buku rekening yang dapat diunduh dari toko aplikasi pada smartphone.

Aturan mainnya cukup sederhana. Untuk setiap kebajikan yang dibuat, maka kita berhak untuk menambah rekening kredit, sementara untuk setiap keburukan yang kita buat, maka dengan sadar akan mengisi kolom debit. Saldo pada ujung paling kanan adalah merupakan nilai dari total kebajikan minus total keburukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun