Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Numerologi: Sejarah dan Evolusi

22 Desember 2019   16:16 Diperbarui: 11 Januari 2020   12:36 231
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seiring waktu berjalan, alfabet ini pun mengalami evolusi. Versi baru yang muncul sekitar abad kedua sesudah masehi mempunyai 24 abjad, yang terdiri dari 18 konsonan dan enam vokal (sama seperti abjad Yunani yang berada pada sekitar abad yang sama)

Sumber: Northmyth.com
Sumber: Northmyth.com

Numerologi Suku Maya

Suku Maya, ternyata merupakan bangsa yang telah menguasai matematika dengan sangat bagus dan mempunyai kepercayaan religi yang sangat kuat mengenai hubungan angka dan alam.

Kebudayaan mereka yang berlangsung dari tahun 250 sampai dengan 900, berkembang di daerah sekitar Meksiko tengah sampai Amerika tengah, yang pada jaman sekarang adalah daerah Belize, El Salvador, Gutamala, dan Honduras.

Suku Maya sangat ahli dalam pengamatan astronomi dan menggunakannya pada system kalender mereka. Sistem decimal suku Maya menggunakan system Vigesimal atau system yang berdasarkan 20 angka, yang menggunakan angka 1 sampai dengan 19, seperti yang terlihat di bawah ini :

Sumber: Britannica.com
Sumber: Britannica.com

Numerologi Modern

Adalah seorang wanita yang bernama L.Dow Balliett (1847-1929) atau juga dikenal sebagai Sarah Joanna Balliet yang pertama kali menerbitkan buku mengenai Numerologi yang dipublikasikan pada tahun 1917, dengan judul "The Philosophy of Numbers: Their Tone and Colors."

Buku yang dikarang oleh wanita dari Atlantic County, New Jersey, Amerika Serikat ini mengeksplorasi sisi spiritual simbolik angka, dan buku ini mengandung banyak sekali informasi mengenai Numerologi yang sampai saat ini masih menjadi dasar utama dalam praktek Numerologi di dunia modern.

Sumber: Scribd.com
Sumber: Scribd.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun