William Giovanni
William Giovanni Freelancer

Blogger Keuangan dan Teknologi. Pemilik blog www.kokogiovanni.com.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Jelajah Wisata Sejarah "Senandung Ibu Pertiwi" Lewat Indahnya Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan

12 September 2017   12:37 Diperbarui: 12 September 2017   13:07 350 2 1
Jelajah Wisata Sejarah "Senandung Ibu Pertiwi" Lewat Indahnya Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan
dokumentasi pribadi

Berwisata biasa dilalukan di tempat wisata untuk rekreasi, tetapi kali ini saya mencoba berwisata untuk belajar sejarah lewat lukisan-lukisan koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional Indonesia. Berlangsung sejak 10-30 Agustus lalu masyarakat umum bisa menikmati keindahan berbagai lukisan.

Saya menyempatkan datang ke Galeri Nasional Indonesia, tempat berlangsungnya acara pameran. Sebelum pukul 10.00 sudah nampak banyak pengunjung, menunggu pintu pendaftaran kunjungan dibuka. Tepat pukul 10.00 pintu dibuka oleh petugas, pengujung dipersilahkan mengambil nomor antrian ( satu nomor antrian, maksimal untuk lima orang).

Setelah nomor antrian dipanggil, petugas mempersilahkan kami menitipkan barang bawaan di tempat yang disediakan dan mengisi data-data pengujung. Tangan kami diberikan cap dan diarahkan menuju ke pintu masuk pameran lukisan. Saat masuk dilakukan pemeriksanaan, hanya dompet dan handphone yang diijinkan untuk dibawa masuk. Untuk mengambil foto hanya diperkenankan dengan handphone tanpa blitz, memotret dengan kamera tidak diijinkan.

1. Belajar Sejarah dan Keindahan Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan

Saat melewati proses pemeriksaan, terlihat sebuah lukisan  besar yang ternyata hanyalah LED proyektor. Ada beberapa koleksi lukisan di Istana Kepresidenan tidak memungkinkan untuk dibawa karena ukuran yang besar dan lukisan yang rentan. 

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Syukurlah ada 48 lukisan koleksi Istana Kepresidenan hasil karya 41 seniman yang dikurasi oleh tim kurator. Mulai dari keragaman alam, dinamika keseharian, tradisi dan identitas, serta khidmat dalam kepercayaan dan iman yang bisa dinikmati karyanya. Inilah karya-karya lukisan dari setiap tematik.

a. Keragaman Alam

Saya melanjutkan langkah kaki untuk menelusuri keindahan lukisan satu per satu dengan tematik pemandangan alam, tergambar kekayaan alam dan kebudayaan masyarakat Indonesia dalam tiga belas lukisan di ruangan pertama. Koleksi yang berasal dari Istana Negara, Istana Bogor, dan Istana Bogor yang digolongkan sebagai Hindia Molek.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Salah satu lukisan yang menarik perhatian saya, lukisan Pantai Flores karya Basoeksi Abdullah yang memiliki nilai sejarah. Potret keindahan Pantai Flores yang diabadikan Bung Karno saat menjalani hukuman pengasingan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Lukisan berkuran 120x 185 cm yang dibuat pada tahun 1942, dibuat dengan bahan cat minyak di atas kanvas. Lukisan lain yang tak kalah bagus seperti Senja di Daratan Mahat, Terang Bulan, Pemandangan di Sulawesi, dan lainnya.

b. Dinamika Keseharian

Langkah kaki saya lanjutnya menuju ke ruangan selanjutnya, terpampang koleksi lukisan tematik dinamika keseharian. Hasil karya lukisan yang dekat dengan keseharian kita dan penggambaran keindahan alam lewat pendekatan dekoratif.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Karya lukisan yang menarik perhatian adalah lukisan Pendjual Sate karya Lee Man Fong, dibuat pada tahun 1958 dengan bahan cat minyak pada hardboard. Tentunya penjual sate sampai saat ini masih sangat dengan kehidupan kita saat ini, tak terbayangkan hal sederhana diabadikan menjadi karya yang indah. Lukisan Pendjual Ayam karya Ries Mulder, dan lukisan Kerjintaan karya Sidin mengabadikan hal yang dekat kehidupan sehari-hari.

c. Tradisi dan Identitas

Indonesia tidak hanya dianugerahi kekayaan alam, tetap juga kekayaan budaya dalam bentuk tradisi dan identitas masyarakat di daerah tertentu. Seperti pakaian kebaya dan pakaian adat lainnya yang biasa dikenakan etnis perempuan Indonesia sebagai pakaian sehari-hari sejak tahun 1827 oleh Pemerintah Hindia Belanda kalai itu. Potret perempuan berkebaya bisa kita temukan dalam lukisan koleksi Istana Kepresidenan.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Beberapa lukisan yang menarik seperti lukisan Keluarga Tani karya Kosman (1962) yang mengabadikan potret perempuan berkebaya sedang menggendong bayi, ditemani suami yang serorang petani, dan dua anak lainya. Menanadakan kebaya sebagai identitas keseharian masyarakat lewat kebaya.

Selain itu ada lukisan Perempuan Berkebaya Kuning karya Sumardi (1964) terdapat potret perempuan sedang berdiri, berlatar belakang pantai dan langit biru yang seakan-akan bercerita identitas pakaian daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

d. Mitologi dan Religi

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia tak lepas dari mitologi, kepercayaan masyarakat lokal lewat pewayangan dan mitos khususnya dari budaya Jawa. Hal ini menjadikan Indonesia kaya akan kebudayaan, tokoh-tokoh pewayangan terabadikan dalam potret lukisan. Seperti lukisan Gatotkaca dengan Anak-Anak Arjuna, Pergiwa-Pergieati karya Basorku Abdullah.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Mitologi kecantikan dan kuasa perempuan juga terabadikan dalam potret lukisan, seperti lukisan Nyai Roro Kidul karya Basoeki Abdullah (1955) yang menggambarjan sosok perempuan cantik yang merupakan penguasa pantai dan laut Selatan.

Potret lukisan dengan tema spiritualitas dan pengalaman religius terabadikan juga. Lewat lukisan Bertapa di Candi Tebing Bali Abad Kesebelas karya Walter Spies ( 1930) menggambarjab seseorang sedang bersemedi menyucikan diri di suatu tempat. Selain itu lukisan Kaligrafi karya Ahmad Sadali dan Subuh/Doa VII karya A.D Pitorus, menyajikan potret keagamaan umat Islam. Lewat potrer unsur kaligrafi dan potongan ayat-ayat Al-Quran.

e. Sejarah Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan

Ternyata koleksi lukisan yang ada di istana kepresidenan sudah ada sebelum tahun 1945 oleh Presiden Seokarno. Pada era Presiden Soeharto berdiri Wisma Seni Indonesia yang menjadi cikal bakal Galeri Nasional Indonesia. Di era Presiden BJ Habibie Galeri Nasional Indonesia berdiri, pada era presiden Abdurrahman Wahid dimulai Pameran Nusantara di Galeri Nasional Indonesia.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Di era Presiden Megawati Soekarnoputri koleksi-koleksi benda seni di Istana Kepresidenan mulai dinventarisir. Di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono penilaian aset koleksi benda seni di Istana Kepresidenan oleh Direktorat Jendral Kekayaan Negara dan kini era Presiden Joko Widodo mulai dilakukan tradisi pameran seni rupa, koleksi Istana Kepresidenan.

2. Menjelajahi Karya Seni Lewat Teknologi

Usai melangkahkan kaki perlahan, seraya menikmati keindahan ragan lukisan karya seniman dengan nilai sejarah. Saya diberikan kesempatan untuk meninggalkan kesan di buku yang tersedia, tapi petualangan saya ternyata belum usai. Usai mengisi kesan dan pesan, saya melihat sebuah petunjuk yang memberikan kesempatan pada saya kembali menjelajahi keindahan lewat aplikasi. Tinggal mengunduh aplikasi Calibre dan mengarakan kamera di handphone ke arah QR Code yang tersedia.

Saat akan keluar dari ruang pameran, kami tak sengaja bertemu Bu Watie Moerani pimpinan di Galeri Nasional yang kebetulan teman mba Muthiah. Sejenak berbincang tentang kesan usai melihat berbagai lukisan yang indah.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Usai berbincamg kami keluar ruangan, dan kami melihat di sisi belakang ruangan pameran terdapat dinding dengan gambar mural. Sangat cocok untuk digunakan berfoto-foto dan berselfie. Berakhirlah sudah perjalanan kami, menelusuri Galeri Nasional Indonesia untuk belajar sejarah dan melihat keindahan lukisan koleksi Istana Kepresidenan.