Ko In
Ko In Mendengar, bersama mencari solusi

Berikan senyum pada dunia, gembirakan orang karena tidak sedikit orang yang berat beban hidupnya.

Selanjutnya

Tutup

Media

Isinya, "Sssssss......."

24 April 2018   19:43 Diperbarui: 24 April 2018   22:34 436 1 0
Isinya, "Sssssss......."
(www.pricearea.com)

Menceritakan kembali pengalaman kehilangan data, rasanya seperti membuka luka lama saat diputus pacar. Peristiwanya kapan sudah lupa tetapi rasa sakitnya itu sulit dilupakan.  Kerja keras puluhan minggu, hilang dalam semalam tanpa alasan jelas apakah human eror atau karena gagap teknologi.

Hasil rekaman  sandiwara radio, yang dikerjakan secara maraton berminggu-minggu. Beserta musik-musik ilustrasi dan suara-suara rekaman pendukung lainnya. Yang menggambarkan orang sedang naik kuda, ramainya pasar, mengejar pencuri, perkelahian atau menciptakan suasana seram dan menakutkan. Lenyap....

Saat didengar ulang. Hanya terdengar suara noise panjang, " Ssssssssss.............................". 

Kepanikan langsung melanda saya dan para pengisi suara, yang saat itu berada di studio.

(www.sport.detik.com)
(www.sport.detik.com)
Sebagai seorang broadcaster, memainkan pikiran atau daya imiajinasi orang lewat suara bukan perkara mudah.  Terkadang dengan lima orang harus mampu menghadirkan suasana orang sekampung, yang gaduh. Harus dapat memberi gambaran kepada pendengar  seolah banyak orang, ribut mengejar pencuri dan ramai-ramai menghajarnya dengan berbagai pukulan serta tendangan. 

Membutuhkan beberapa kali take voice agar atmosfir orang panik, marah, orang-orang berteriak penuh emosi, saling kejar-kejaran, ribut dan bunyi orang dipukuli.  Semua itu tidak dapat dikerjakan dengan sekali jadi. 

Betapa kecewa dan sakitnya perasaan ini manakala kerja keras itu hilang dalam semalam.

 

Hasil  rekaman lenyap dalam sekejap

Tidak jarang suara ini menjadi serak, tenggorokan kering dan gatal namun hasilnya belum maksimal. Sehingga mesti melakukan rekaman ulang untuk mendapatkan hasil sebagaimana yang diinginkan sutradara.  Namun data hasil rekaman yang hilang merupakan malapetaka tersendiri.

Semuanya lenyap dalam waktu sekejap tanpa sebab yang jelas. Kami hanya bisa diam, saya berkacak pinggang menahan lelah fisik dan hati. Rekan lain garuk-garuk kepala dan bergumam. Sementara yang lainnya lagi hanya dapat menghela nafas panjang.

(www.ngalam.co)
(www.ngalam.co)
Tidak ada kata lain selain harus kerja keras. Lembur berhari-hari di studio untuk berpacu dengan waktu tayang. Bagian editing dan mountase harus mencari dan mengumpulkan aneka macam backsound lewat internet. Nampaknya mudah tetapi membutuhkan waktu dan kejelian mata dan telinga. 

Siksaan tersendiri bagi kami  yang terlibat dalam sebuah paket program sandiwara radio. Untuk mengantisipasi hal yang sama tidak terulang tanpa ada komando, kami membawa flashdisk  sendiri untuk menyimpan hasil rekaman.

Bayangkan bagaimana repotnya operator dan bagian editing harus memback up data ke flashdisk yang kemampuan menyimpan hasil rekaman terbatas.   Merepotkan  tetapi cukup solutif daripada harus memulai dari awal.

Flashdisk hilang,  OTG tidak awet dan terlalu kecil

Pengalaman memang guru paling baik. Pengalaman kehilangan data rekaman suara sandiwara radio dari PC  (Personal Computer) membuat saya sadar pentingnya menyimpan data sebagai back up . Walau disimpan ke beberapa flashdisk. Nampak konvesional tetapi cukup efektif. Namun untuk memindahkan data dari tab ke flashdisk membutuhkan OTG (On The Go).

Sialnya dua kali memiliki OTG dengan kabel, kerap putus sehingga ganti ke OTG  kecil tanpa kabel. Terkadang sulit untuk menemukan saat diperlukan karena terselip diantara buku catatan, tempat kaca mata atau ada di bawah kertas tissu. Bahkan pernah ikut terbuang ke tempat sampah. 

Jangan tanya bagaimana bingung,panik dan kalang kabut saat memerlukannya .

Flash disk, OTG dan Tab (Foto: Ko In)
Flash disk, OTG dan Tab (Foto: Ko In)
Pernah suatu kali flashdisk yang biasa tersimpan di saku atau tas, hilang. Entah karena  jatuh, saat mengambil kunci motor atau tertinggal di suatu tempat. 

Ini adalah derita tersendiri karena data-data yang ada  sudah dipilih dari PC atau laptop yang ada di rumah. Akibatnya pekerjaan tidak maksimal walau tablet ada di tas kerja. Seperti serdadu tanpa senjata, rasanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2